Wakapolri Resmikan Jembatan Gantung di Kolaka

KOLAKA, LENTERASULTRA.COM-Sebuah Jembatan Gantung Asimetris berhasil terbangun di Kelurahan Sabilambo Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka. Jembatan dengan bentangan sepanjang 30 meter tersebut telah sekian lama dinantikan oleh warga setempat. Jajaran Polda Sulawesi Tenggara berhasil mewujudkan impian masyarakat Sabilambo dengan menyelesaikan jembatan yang di beri nama Dhira Brata I tersebut.
Tak tangung tanggung Wakil Kepala Kepolisian Republik Indinesia (Wakapolri), Komisaris Jenderal (Komjend) Dedi Prasetyo yang jauh-jauh dari Jakarta datang meresmikan jembatan itu pada Selasa, (21/5). Kapolda Sulawesi Tenggara Didik Agus Wijanarko dalam laporannya mengatakan pembangunan jembatan Dhira Brata di Kelurahan Sabilambo didasarkan atas kebutuhan vital masyarakat akan akses penyebarangan yang aman dan layak.
Kata Kapolda, selama ini masyarakat setempat terutama anak sekolah mengalami kesulitan apalagi saat kondisi hujan dan banjir, mereka terpaksa menggunakan bambu sebagai titian untuk menyebrang. “Pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata dari harapan masyarakat yang telah diperjuangkan cukup lama oleh warga Sabilambo, kita harapkan ini bisa mempermudah mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi dan Pendidikan,” ujar jendral bintang dua ini
Selain jembatan di Sabilambo, Polda Sultra juga membangun jembatan serupa di desa Silui Kecamatan Uesi yang berada di ujung Kolaka Timur. Kondisi jembatan itu juga rusak parah. Kedepan kata Kapolda, pihaknya juga telah menerima sedikitnya 15 usulan pembangunan jembatan masyarakat di berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara, yang akan segera direalisasikan tahun ini.
Di tempat yang sama Kapolda juga menerima secara resmi proses hibah lahan dari tiga kabupaten yakni Kolaka, Konawe dan Buton Tengah. Ke tiga lahan tersebut antara lain di Desa Lamedai Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka, diperuntukan untuk pembangunan Mako Kompi 3 Batalyon C Pelopor, kemudian di Desa Silea Kecamatan Onembute Kabupaten Konawe untuk markas kompi 3 batalyon C Pelopor, dan di Kabupaten Buton Tengah tepatnya di Desa Wakabanguna Kecamatan Mawasangka untuk markas kompi 3 batalyon B Pelopor.
Di sektor pangan, Kapolda Sultra juga manyampaikan keberhasilan jajaran yang dipimpinnya dalam merealisaskan dukungan program ketahanan pangan melalui penanaman jagung pada 369 hektar yang tersebar di berbagai wilayah di Sultra, dengan total produksi jagung mencapai lebih dari 350 ton.

Sementara itu Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam sambutannya mengapresiasi kinerja jajaran Polda Sultra. Menurutnya membangun negeri memang membutuhkan sinergi dan kebersamaan semua pihak baik pemerintah polri dan TNI serta pihak swasta dan masyarakat. “Tidak bisa membangung negeri ini tanpa persatuan dan kesatuan semua pihak,” terang perwira tinggi berpangkat Komisaris Jendral tersebut.
Wakapolri juga mengatakan ditengah kondisi ketidak pastian ekonomi global saat ini, akibat konflik Timur Tengah juga ikut berdampak sampai ke daerah. menyebabkan tepukulnya ekonomi, energi dan pangan nasional. “Oleh karena ini kita harus lebih mempersiapkan pangan, energi dan air, kalau ini terpenuhi maka itu bagian dari kekuatan negara yang harus kita pertahankan,” tambah jendral yang juga bergelar profesor ini
Di tambahkan, Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan sumberdaya alam yang berlimpah khususnya nikel yang memiliki cadangan mencapai 50 persen secara nasional.dan merupakan potensi energi yang harus termanfaatkan dengan baik dalam rangka menuju kemandirian energi.
Di tempat yang sama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumanggeruka menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas komitmen Polda Sultra dalam turut membantu permasalahan masyarakat khususnya di wilayah kolaka dan kolaka timur dengan membangun jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat di kedua kabupaten tersebut. “Ini merupakan bentuk nyata sinergi dan kepedulian polda sultra pada kepentingan masyarakat untuk itu saya ucapkan terima kasih,” ujar mantan pangdam hasanuddin ini. (rik)
