PT KPR Jalankan PPM Instalasi Air Bersih dan Infrastruktur di Bombana

28
Tim PT KPR Silika Bombana bersama warga di Kecamatan Poleang Selatan, Bombana. Pihak perusahaan sepanjang triwulan pertama 2026 sukses mewujudkan PPM di bidang infrastruktur berupa deuker dan instalasi air bersih bagi warga. FOTO :IST

 

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM-Kehadiran PT Kasmar Poleang Raya (KPR) di Bombana, Sulawesi Tenggara mulai memberi dampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Perusahaan pertambangan pasir silika itu mengawali tahun 2026 dengan menggelontorkan program pemberdayaan masyarakat (PPM) atau yang sering disebut sebagai CSR bagi warga lingkar tambang yakni membangun akses terhadap air bersih dan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi tantangan di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Bombana.

PPM PT KPR di bidang infrastruktur pada triwulan pertama tahun ini menyasar kebutuhan mendesak masyarakat di beberapa desa. Salah satu program yang dijalankan adalah pembangunan dan perbaikan duiker (deker) di Dusun Miccimpolong, Desa Waemputang, Kecamatan Poleang Selatan yang dilaksanakan sepanjang 26 Januari hingga 2 Februari 2026.

Duiker ini merupakan struktur jembatan pelat beton bertulang yang memiliki fungsi vital sebagai akses penyeberangan sekaligus menjaga kelancaran aliran air. Sebelumnya, kondisi duiker yang rusak parah kerap menghambat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Superintendent External Relations KPR Silika, Ishak Salu Pasamba menyampaikan bahwa pembangunan duiker ini menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam mendukung konektivitas desa. “Perbaikan duiker di Desa Waemputang merupakan bentuk respons kami terhadap kebutuhan mendesak masyarakat. Infrastruktur yang layak akan berdampak langsung pada kelancaran mobilitas, serta aktivitas ekonomi dan sosial warga,” ujarnya.

Pembangunan dan perbaikan duiker (deker) di Dusun Miccimpolong, Desa Waemputang, Kecamatan Poleang Selatan yang dilaksanakan sepanjang 26 Januari hingga 2 Februari 2026. FOTO :IST

 

Selain peningkatan akses jalan, KPR Silika juga menyelesaikan program bantuan instalasi air bersih di dua wilayah sekaligus, yakni Dusun Akacipong, Desa Akacipong dan Dusun Boasing, Desa La Ea. Program ini mencakup pemasangan pipa saluran air, penyediaan toren penampung, pompa air, hingga sambungan langsung ke rumah-rumah warga. Program tersebut dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat.

Sebagian warga masih bergantung pada air hujan, air galon, bahkan air laut untuk kebutuhan sehari-hari, kondisi yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat setempat. “Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses air bersih yang layak dan berkelanjutan. Ini bukan hanya soal fasilitas umum dan infrastruktur semata, tetapi juga tentang cara kita semua meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat secara komunal,” tambah Ishak dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, (9/4).

Pelaksanaan program ini, kata dia, tidak dilakukan secara sepihak. Sejak tahap awal, perusahaan berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Desa Waemputang, serta melibatkan langsung masyarakat sebagai bagian dari proses, mulai dari survei, pengadaan, hingga pengerjaan dan monitoring.

Kepala Desa Waemputang, Abdurahman mengapresiasi pendekatan kolaboratif yang dilakukan oleh perusahaan ini. Menurutnya, perusahaan tidak hanya datang membawa program, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam setiap tahap. Ini membuat hasilnya tepat sasaran dan benar-benar sangat bermanfaat bagi warga.

PT KPR juga menginisasi Program bantuan instalasi air bersih di dua wilayah sekaligus, yakni Dusun Akacipong, Desa Akacipong dan Dusun Boasing, Desa La Ea. Pemasangan pipa saluran air, penyediaan toren penampung, pompa air, hingga sambungan langsung ke rumah-rumah warga. FOTO :IST

 

Hal senada disampaikan Kepala Desa Akacipong, Arifin yang menilai program instalasi air bersih ini menjadi solusi nyata atas tantangan kekeringan yang rutin dihadapi masyarakat setiap tahun. “Desa Akacipong ini paling sulit akses air bersih. Selama ini, jika kemarau, kami sangat bergantung pada bantuan distribusi air dari pemerintah kabupaten. Sumber air yang tersedia pun terbatas. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur dan mendukung penuh inisiatif perusahaan ini,” tambahnya.

Dampak beberapa program ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Rusman, warga Desa Laea, menyampaikan bahwa bantuan instalasi air bersih telah mengatasi kendala yang selama ini dihadapi warga. “Dulu air bersih selalu menjadi kendala dan kini sudah teratasi. Kami merasa sangat bersyukur dengan adanya bantuan air dari perusahaan. Mudah-mudahan ke depannya bisa terus memberikan manfaat bagi sekitar, khususnya bagi kami para petani rumput laut,” tuturnya.

Sementara itu, warga Desa Waemputang lainnya, Yusril, menilai kehadiran perusahaan turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan infrastruktur di wilayah Poleang Selatan. “Kami sangat senang dengan beberapa perbaikan dan pembangunan infrastruktur disini. Alhamdulilah, sekarang semua sudah dilalui dengan baik. Sebetulnya di desa sekitar juga masih banyak perbaikan jalan yang ke depan bisa menjadi program prioritas juga,” jelas Yusril.(red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU