Akhirnya, Muna Gelar Tes CPNS di Daerah Sendiri Selama Sepekan

418
Suasana ini menggambarkan kondisi para CPNS saat ujian dengan sistem UNBK (Sumber: Internet).

MUNA, LENTERASULTRA.COM-Setelah rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dipending beberapa pekan, akhirnya daerah Muna sudah memiliki jadwal tetap pelaksanaan tes para pelamar abdi negara. Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK itu, Muna istimewa menggelar ujian di daerah sendiri. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) diselenggarakan selama sepekan pada medio November mendatang, antara 5 sampai 10 November.

Ketetapan jadwal resmi itu, berdasarkan keputusan tiga kementerian yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN). Itu artinya, tidak butuh waktu lama lagi, para pencari kerja di Bumi Sowite, bakal beradu intelektual memperebutkan formasi 290 dengan berbagai disiplin ilmu. Mereka bakal mengikuti tahapan sesuai dengan nomor tes yang telah tertera pada kartu tes.

Sementara lokasi tes, tidak mengalami perubahan. SMAN 1 Raha, SMPN 2 Raha dan SMAN 4 Raha (dulu, SMA khusus), menjadi tempat penyelenggaraan UNBK bagi 2.407 pelamar. Pemilihan lokasi yang tepat itu pasca dilakukan survei tim BKN dan Diknas Provinsi, yang dalam perjalanannya dianggap layak.

“Ini menjadi kebanggaan buat kita. Biar bagaimanapun, Muna gelar tes di daerah sendiri. Jadi, selama 6 hari dilaksanakan tes di tiga sekolah. Ini mengingat jumlah pelamar sangat banyak,” kata Plt. BKPSDM Rustam, Senin (29/10).

Untuk itu, Rustam mengingatkan para pelamar agar bisa memahami mekanisme penyelenggaraan tes CPNS. Ia mencontohkan, kartu tes yang diprint out lewat akun pribadi masing-masing pelamar, wajib dibubuhi tandatangan dan stempel panitia lokal penyelenggaraan ujian. Makanya, kalau tandatangan dan stempel tidak tercaplok di kartu tes, maka pengawas berhak untuk tidak mengikut sertakan alias menolak bersangkutan mengikuti ujian.

“Jadi kartu tes yang diprint itu harus ditandatangan dan stempel panitia. Tak ada namanya joki. Karena begitu masuk ruang ujian, semua foto dan berkas pelamar dicocokkan,” tandas mantan pengawas Pilbup Muna 2015 ini. (ery)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU