KKMM Sultra Diurus 700-an Orang, 38 Diantaranya Profesor

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) yang baru saja menggelar silaturahmi akbar di Kota Kendari, beberapa hari lalu tidak saja sukses menampilkan beragam atraksi dan acara, hingga dicatat sebagai rekor. Agenda lainnya adalah pelantikan pengurus organisasi paguyuban ini, untuk periode 2026-2031.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka didaulat memimpin seremoni pelantikan pengurus pusat KKMM. Seremoni pelantikannya diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) nomor 001 KPTS/KKMM/VI/2026, tentang susunan pengurus KKMM masa bakti 2026-2031 oleh Wa Ode Rulia, wakil sekretaris KKMM.
Sesuai SK tersebut, Ketua KKMM La Ode Darwin akan dibantu pengurus sebanyak 700-an orang. Menariknya, dari ratusan yang diberi amanah mengurus organisasi tersebut, 38 orang diantaranya merupakan guru besar alias akademisi bergelar profoser. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Sultra.
Dari tiga puluhan guru besar ini, paling banyak ditempatkan di dewan pakar. Jumlahnya, 25 profoser. Diantaranya ada nama-nama calon rektor Universitas Halu Oleo (UHO). Mereka adalah Prof Ida Usman, Prof Dr Yusuf Sabilu dan Prof Dr Santiaji Bande. Sementara 6 Profesor ditempatkan di dewan Pembina. Tiga diantara dewan Pembina ini merupakan mantan rektor UHO. Mereka adalah Prof Ir Mahmud Hamundu, Prof Usman Rianse dan Prof Muhammad Zamrun.
Sementara lima Profesor lainnya menjadi dewan penasehat KKMM. Diantaranya ada nama Prof Dr Andi Bahrun, mantan Rektor Universitas Sulawesi Tenggara, Profesor La Rianda Bakka dan Prof La Ode Sidu Marafad. Sedangkan dua Profesor lainnya menempati posisi dewan pengurus harian. Dua guru besar itu yakni Prof Dr Anas Nikoyan sebagai wakil ketua 1 dan P Prof Dr Akhmad Marhadi sebagai Sekretaris Umum.
Selain Profoser, ratusan pengurus KKMM merupakan tokoh-tokoh asal Muna dengan beragam gelar Pendidikan lainnya mulai dari doktor, master, sarjana, dokter, dokter spesialis anggota DPD, DPR, DPRD polisi dan TNI aktif hingga purnawiran serta beragam profesi lainnya.
700 -an pengurus KKMM ditempatkan dipuluhan jabatan. Untuk dewan Pembina jumlahnya 47 orang. Diantaranya, Gubernur, Ketua DPRD Sultra dan berbagai tokoh-tokoh Muna seperti Ridwan Bae, La Ode Rifai dan Habil Marati. Di dewan pembina 47 orang, dewan penasehat 66 orang, dewan pakar 70 orang dan pengurus harian 15 orang. Sisanya ditempatkan 21 bidang, dimana masing-masing bidang memiliki coordinator dan wakil koordinator.
Profesor Ida Usman salah satu pengurus KKMM mengakui banyak guru besar yang masuk dalam pengurus KKMM periode 2026-2031. “Jumlahnya 30-an. Hampir semua Profesor dari pulau Muna masuk dalam pengurus. Paling banyak diposisikan di dewan pakar,” kata Ida Usman. Guru besar bidang Fisika Materi Fungsional Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Halu Oleo ini bilang, masuknya 30-an guru besar akan membantu memberikan masukan, saran dan pemikiran bagi Ketua KKMM La Ode Darwin untuk membawa organisasi ini lebih baik dan berkembang lebih besar lagi.
Profesor Ida Usman bilang, selama ini KKMM hampir tidak punya kegiatan. Namun saat La Ode Darwin menjadi ketua, organisasi ini bangkit bahkan bisa menyatukan masyarakat Muna dari berbagai penjuru tanah air untuk hadir di Kota Kendari.
Tidak hanya itu, Bupati Muna Barat itu juga mencatatkan sejarah diacara silaturahmi akbar masyarakat Muna berupa pemberian Museum Rekor Indonesia (MURI). Salah satu kegiatannya yakni penyajian 1.228 dulang atau nampan masuk rekor dunia.
“Dari silaturahmi akbar ini jelas terlihat antusias masyarakt Muna. Ribuan orang datang dari berbagai tanah air. Ini salah satu bukti, jika Masyarakat Muna sangat merindukan pertemuan-pertemuan seperti silaturahmi akbar ini. Sebelumnya hampir tidak ada kegiatan seramai kemarin. Selala acara, seluruh tokoh-tokoh dan Masyarakat Muna saling akrab dan yang sudah lama tidak bertemu akhirnya bertemu lagi,” kata Ida Usman kepada lenterasultra Rabu pagi, 22 Juli 2026.
Profesor Ida Usman juga salut dan memuji sikap negarawan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka. Kata Profesor Ida, ditengah kesibukannya yang sangat padat sebagai orang nomor satu di Sultra, gubernur meluangkan waktunya untuk hadir di silaturahmi akbar warga Muna. Gubernur yang baru saja tiba di Kendari usai menghadiri pesta pernikahan anak Wakapolri di Jakarta, langsung berganti pakaian adat Muna di bandara Halu Oleo, lalu menuju eks MTQ, lokasi silaturahmi akbar KKMM.
“Secara pribadi saya salut dan sangat menghargai sikap gubernur. Saya melihat Pak gubernur sangat negarawan. Artinya beliau paham. Masyarakat Muna di Kendari cukup besar. Kehadiran gubernur merupakan sesuatu yang sangat baik dan memberi semangat bagi masyarakat Muna yang hadir. Pak gubernur merupakan negarawan yang bisa menempatkan diri. Saya memberi apresiasi positif kepada pak gub dan mengucapkan terima kasih karena telah meluangkan waktu ditengah-tengah kesibukan sebagai pimpinan daerah,” ungkap Ida Usman.
Sementara Ketua KKMM La Ode Darwin mengatakan 38 Profesor itu semuanya orang Muna. Mereka ditempatkan di dewan Pembina, penasehat, dewan pakar dan pengurus harian. Bupati Muna Barat ini bilang, keberadaan para guru besar di KKMM dibutuhkan untuk memberikan pemikiran demi kemajuan KKMM kedepan.
“Ada program Wuna Conect misalnya. Tentu dalam memaksimalkan apa yang menjadi tujuan kita, beberapa program strategis dibutuhkan ide-ide dan gagasan dari para Profesor tersebut untuk suksesnya program yang direncanakan,“ ungkap Darwin kepada lenterasultra, Rabu siang, 22 Juli 2026. (Adhi)