ASR Kucurkan Duit Rp1,8 M Buat Beasiswa Mahasiswa Sultra

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Wajah 150 mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) yang hadir di rumah jabatan gubernur Jumat pagi, 22 Mei 2026 terlihat semringah. Setelah kurang lebih 7 bulan menanti, seratusan mahasiswa terpilih dari berbagai universitas di Indonesia ini akhirnya menerima beasiswa dari Yayasan Asmar Abadi (ASR) dengan total anggaran sebesar Rp1,8 Milyar.
Bantuan Pendidikan itu sudah diserahkan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bersama Ketua Yayasan ASR, Arinta Nila Hapsari di ruang Aula Merah Putih, rumah dinas gubernur. Penyerahan dilakukan secara simbolis terhadap empat mahasiswa yang mewakili empat kategori penerima pemanfaan dan disaksikan seluruh mahasiswa penerima.
150 penerima beasiswa Sultra Cerdas 2026 dari Yayasan ASR merupakan mahasiswa terpilih dari hasil seleksi yang diikuti lebih dari tiga ribu pendaftar. Para penerima terdiri atas 50 mahasiswa jenjang S1 kategori umum, 50 mahasiswa S1 kategori prestasi, 30 mahasiswa jenjang S2, serta 20 mahasiswa jenjang S3. Dari empat kategori penerima bantuan pendidikan ini, mereka menerima beasiswa dengan nominal yang berbeda.
Untuk 100 mahasiswa di jenjang S1 dimana dua kategori penerima yakni umum dan prestasi, masing-masing mendapatkan beasiswa Rp7,5 juta per orang. Sementara untuk 30 mahasiswa jenjang S2 mendapatkan duit beasiswa dari Yayasan ASR sebanyak Rp15 juta permahasiswa dan jenjang S3 sebanyak 20 mahasiswa, mendapatkan fulus beasiswa sebanyak 30 juta rupiah perorang.

Usai menyerahkan secara simbolis kepada empat kategori penerima beasiswa, Gubernur Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Dari sektor inilah lahir sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan menjadi penentu arah kemajuan suatu daerah.
Mantan Panglima Kodam (Pangdam) VII – kini – Pangdam XIV Hasanuddin menambahkan wilayah yang kini menjadi otoritanya memiliki potensi besar di berbagai sektor. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa didukung oleh generasi muda yang terdidik, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Daerah maju bukan hanya semata-mata karena sumber daya alamnya, tetapi juga SDM yang unggul berkarakter, inovatif dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Kata ASR, di tengah kebijakan efisiensi anggaran secara nasional, Pemprov Sultra tetap berkomitmen menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan. Keterbatasan fiskal tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan program-program yang berpihak pada masyarakat. “Dalam konteks inilah, Program Beasiswa Sultra Cerdas 2026 hadir sebagai wujud sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Yayasan Asmar Abadi (ASR),” katanya.
Ketua Yayasan Asmar Abadi (ASR), Arinta Andi Sumangerukka, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah daerah yang telah memberikan ruang bagi yayasan untuk berkontribusi bagi daerah. “Saya selaku Ketua Yayasan Asmar Abadi (ASR) mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sultra yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk dapat berkontribusi dalam mendukung pendidikan di Sulawesi Tenggara,” ujar Arinta Andi Sumangerukka.

Sementara itu, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat. Ia berharap Beasiswa Sultra Cerdas dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak Sulawesi Tenggara untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana, magister, hingga doktoral.
Menutup arahannya, Gubernur Andi Sumangerukka menekankan bahwa investasi terbesar yang dapat dilakukan hari ini adalah investasi untuk masa depan melalui pendidikan. Menurutnya, apa yang ditanam saat ini akan menjadi kekuatan besar bagi kemajuan Sulawesi Tenggara di masa mendatang. “Saya hanya meletakkan fondasi. Kalianlah generasi muda yang menentukan apa yang akan dibangun di atas fondasi ini. Masa depan Sultra ada di tangan kalian, generasi muda,” tegasnya
Diketahui Yayasan Asmar Abadi (ASR) menghadirkan sistem seleksi yang tidak hanya ketat secara akademik, tetapi juga adil dan inklusif secara sosial. Proses seleksi akademik melibatkan akademisi setingkat doktor dan profesor, dengan mempertimbangkan beberapa aspek, di antaranya, prestasi dan indeks prestasi akademik. Kesesuaian jurusan, guna memastikan bidang keilmuan yang ditempuh dapat memberikan dampak strategis bagi pembangunan Sulawesi Tenggara.(*)
Penulis : Adhi
