Pemkab Bombana Alokasikan Rp16,6 Miliar APBD Tangani Stunting

121
Pj Bupati Bombana, Edy Suharmanto (kiri) Sekda Bombana Man Arfa (tengah) bersama sejumlah kepala OPD berbincang di depan gedung Isnpektorat Jenderal Kemendagri usai melaporkan kinerja TW 3 di hadapan Irjen Kemendagri. Foto : Adhi

 

RUMBIA, LENTERASULTRA.COM-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi apresiasi atas kinerja Pemerintah Kabupaten Bombana dibawah komando Edy Suharmanto sebagai Pj Bupati. Salah satu yang mendapat nilai plus adalah usaha keras Bombana menangani stunting, yang memang jadi program nasional. Sederet Langkah-langkah strategis dilakukan, bahkan tak tanggung-tanggung APBD dialokasikan dalam jumlah besar. Tahun ini, demi melihat anak-anak Bombana tumbuh dan berkembang dengan baik, daerah menyiapkan total anggaran Rp 16,6 miliar.

Anggaran itu sudah ada dalam APBD Bombana tahun 2024, dan dialokasikan untuk berbagai kegiatan yang terkait dengan penanganan stunting. “Angka kitu sudah kumulatif, tapi relatif cukup besar kita alokasikan di APBD. Ini bagian dari usaha serius kita mengelola stunting ini dengan baik,” kata Edy Suharmanto, Pj Bupati Bombana yang ditemui belum lama ini di Jakarta, usai menyampaikan laporan triwulan ketiganya di Kemendagri.

Kata Edy, anggaran itu sudah meliputi operasional Posyandu alias pos pelayanan terpadu, jasa petugas medis, pelayanan ibu hamil, bayi baru lahir, Balita termasuk pemberian makana tambahan berbahan pangan lokal. Sedangkan untuk intervensi spesifik dari Dinas Kesehatan menyumbang 30 persen dalam penurunan stunting.

Pj Bupati Bombana Edy Suharmanto (tengah) bersama kepala OPD di Kabupaten Bombana berbincang di halaman gedung Irjen Kemendagri sebelum melaporkan kinerja TW 3 di Kemendagri. Foto : Adhi

 

Related Posts

“Tapi sampai Juni ini, serapan anggaran stunting ini masih diangka 10,72 persen. Soalnya, masih Sebagian kecil kegiatan yang berjalan,” terangnya. Edy Suharmanto yakin serapan anggaran bakal makin besari karena kegiatan pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal di semua Puskesmas sudah mulai berjalan.

Berdasarkan data yang diterimanya, Edy menjelaskan bahwa kasus stunting di Bombana mencapai 2.629 balita, atau 20 persen dari 13.183 sasaran. Angka itu diperoleh di bulan Juni, dari hasil pengukuran terhadap 13.035 Balita yang ada dan sempat dibawa ke Posyandu oleh orang tuanya. Sejauh ini, kata Edy, Bombana menduduki peringkat ke 4 dari 17 kabupaten/kota dari jumlah balita yang sudah diukur atau sudah 98,89 persen.

Pada kesempatan tersebut, pria yang dilantik November 2023 lalu sebagai Pj Bupati ini menjelaskan langkah-langkah taktis yang dilakukan pihaknya untuk menangani stunting. Misalnya, terhadap Balkita yang terkena kasus stunting, berusia 0 – 23 bulan, ditangani dengan program bapak asuh dimana yang menjadi bapak asuhnya adalah pejabat OPD, Camat dan kepala desa. Mereka memastikan, anak-anak ini tercukupi asupan makanannya termasuk memberikan edukasi tentang gizi yang seimbang.

Sekda Bombana Man Arfa juga turut mendampingi Pj Bupati Bombana Edy Suharmanto saat melaporkan kinerja TW 3 diIrjen Kemendagri, akhir Agustus 2024. Sekda Bombana Man Arfa bersama Sekretaris Dinas PMPTSP Asdar Adrwis. Foto : Adhi

 

“Sedangkan yang usia 2-5 tahun, ditangani melalui pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal,” katanya. Selain itu, juga dilakukan intervensi melalui layanan di Posyandu. Dari hasil analisi, kata suami Aeni Mutmainnah ini, menjadi pencetus kasus stunting dan sangat determinan adalah kasus merokok dalam rumah.

Informasi ini diperoleh petugas, kata dia, melalui kunjungan rumah pada saat intervensi serentak pencegahan stunting melalui pengukuran Dor to dor di Kabupaten Bombana. Dari 335 kasus stunting, 229 orang tua balita kasus stunting adalah perokok Aktif. Disusul dengan faktor masih kurangnya kepemilikan Jamban Sehat dan Air Bersih.(adv)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU