Stok Kurang Harga Beras di Kolut Merangkak Naik

189
Pedagang beras di pasar Kolaka Utara. Foto: Rusli

 

 

LASUSUA, LENTERASULTRA.COM – Harga beras di sejumlah pasar rakyat di Kabupaten Kolaka Utara mengalami kenaikan pekan ini. Itu dipicu minimnya ketersediaan beras lokal dari sejumlah daerah.

Salah satu distributor di pasar Lacaria Kolut, Rustam mengatakan dirinya memasok beras lokal dari Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka dan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur (Koltim). Akan tetapi, jumlahnya terbatas karena kedua daerah tersebut saat ini sedang berada pada musim tanam.

“Bombana dan Unaaha (Konawe) juga sudah saya masuki (kunjungi) dan baru selesai sebagian menanam,” ujarnya, Senin (20/2/2023)

Hanya di Kecamatan Wawo, Kolut yang saat ini sedang melakukan panen. Akan tetapi jumlah hasil panen di wilayah itu terbatas dan hanya bisa memenuhi kebutuhan persediaan di kecamatan setempat.

Rendahnya pasokan dari beberapa daerah di Sultra juga diikuti dari Sulsel. Selaku distributor, dirinya mempertimbangkan untuk memasok dari tetangga provinsi tersebut karena harus mengeluarkan biaya distribusi yang lebih tinggi ke Kolut.

“Pengalaman kami harga beras masih akan naik lagi hingga April mendatang karena saat ini memang rata-rata bukan musim panen,” imbuhnya.

Di tingkat produsen, harga beras 10 Kilogram (Kg) alami kenaikan sebesar Rp10.000 dari Rp100.000 pekan lalu menjadi Rp110.000 saat ini. Jika disalurkan ke pedagang hanya untung sebesar Rp5.000 karena mereka harus menjual ke konsumen dengan dengan harga serupa.

Sementata untuk takaran 5 kg naik sebesar Rp5.000 dari dari harga awal sebesar Rp45.000 dari produsen. Fariasi harga di pasaran sesuai mutu dan kualitas beras itu sendiri. Beras lokal dikemukakan lebih terjangkau namun stok kosong di beberapa daerah.

Adapun harga beras ukuran 20 Kg juga disampaikan berfariasi mulai Rp275.000-Rp280.000. Sedangkan takaran 50 Kg dihargai Rp450.000-Rp500.000. Kategori beras premium jika dijual per kg-nya senilai Rp10.000.

Rustam menawarkan harga beras per liternya sesuai merek mulai dari nominal Rp8.500, Rp9.000 dan Rp9.500. Termahal disebutkan bermerek Kristal, produk impor dari Provinsi lain.

Marsiah, pedagang beras di Pasar Sentral Lacaria, Lasusua mengatakan harga beras lokal 50 Kg dari distributor naik dari Rp540.000 pekan lalu menjadi Rp560.000. Sedangkan kualitas premium ukuran serupa juga merangkak sebesar Rp20.000 dari harga awal Rp560.000 menjadi Rp580.000.

Adapun untuk takaran 8 Kg dijual Marsiah seharga Rp100.000. Beras lokal dijual Rp8.000 per dan kualitas premium senilai Rp11.000 per Kg.

Dikemukakan Marsiah, merek Tiga Telur merupakan salah satu beras premium termahal di lapaknya. Pekan ini juga alami kenaikan dari Rp545.000 menjadi Rp570.000 per karung 50 Kg.

Harga jual oleh pedagang di sejumlah pasar rakyat di Kolut berbeda-beda dengan takaran yang sama. Di pasar Kecamatan Kodeoha misalnya, beras 10 Kg mencapai Rp120.000. Hal itu tergantung jarak tempuh sumber pasokan dan tingkat ketersediaan dari distributor.

Penulis: Rusli
Editor: Ode

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU

Bombana Butuh 670 ASN Baru

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM- Warga Bombana yang bercita-cita jadi Aparatur Sipil Negara (ASN), sebaiknya segera mempersiapkan diri. Tahun…