Satu Bulan Sebelum Pensiun, Bupati Bombana Siang Malam Melantik

454
Bupati Bombana, Tafdil, saat memimpin pelantikan Pejabat Tinggi Pratama, Administrator dan pengawas di Pemda Bombana, Rabu, 13 Juli 2022. Foto : Zul

 

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM- Tafdil benar-benar memanfaatkan waktu sisa jabatannya untuk merombak kabinetnya. Bayangkan, dalam tempo kurang lebih sebulan sebelum meninggalkan kursi empuk Bupati Bombana, Tafdil empat kali merotasi pejabatnya. Bukan hanya siang hari, tengah malam pun, Tafdil memimpin serah terima jabatan.

Sasaran rotasi, semua level eselon di jabatan struktural maupun fungsional. Mulai dari kepala sekolah dasar, kepala sekolah menengah pertama, pejabat eselon empat, tiga hingga Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) atau pejabat eselon dua. Ada yang digeser, naik eselon,  turun eselon hingga dicopot tanpa jabatan. Total pejabat yang dimutasi Tafdil sebelum pensiun jadi bupati, sekitar 160-an orang.

Uniknya, selama empat kali menggelar mutasi disatu bulan terakhir sisa jabatannya, Tafdil memimpin langsung serah terima jabatan pegawainya. Lokasinya, selalu di rumah jabatannya. Padahal sebelum jabatannya akan berakhir, Tafdil kerap mewakilkan kepada Sekretaris daerah, Man Arfa untuk memimpin pelantikan. Tempat pelantikan, dilakukan di kantor Bupati Bombana.

Tiga hari sebelum pensiun jadi kepala daerah, tepatnya, Jumat, 19 Agustus 2022, Tafdil kembali merombak kabinetnya. Jumlahnya sebanyak 55 orang.  Dari puluhan orang ini, Tafdil tidak hanya menggeser pejabat di level yang sama, suami Andi Nirwana, anggota DPD RI utusan Sulawesi Tenggara ini juga menghukum sejumlah pegawainya, dengan menurunkan jabatan dan level eselonnya. Tidak hanya itu, ada juga pejabat yang di promosi naik status dari level eselon empat menjadi pejabat eselon tiga.

Serah terima jabatan yang digelar Tafdil tiga hari sebelum kembali menjadi rakyat biasa, dilakukan tengah malam. Yakni sekitar pukul 22.30 WITA. Dari 55 pegawai yang dirotasi, tidak semuanya menghadiri langsung seremoni pelantikan. “Sekitar 20-an orang yang hadiri pelantikan. Selebihnya tidak hadir di rumah jabatan (tempat pelantikan,” kata Andi Usman salah satu pejabat yang ikut dilantik di kloter terakhir rotasi kabinet Bupati Tafdil.

Andi Usman tercatat menjadi salah satu pejabat yang dihukum. Oleh Tafdil, dia diturunkan jabatan dan eselonnya. Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bombana ini semula menduduki eselon IV.a dengan jabatan Lurah Lauru, Kecamatan Rumbia. Tiga hari menjelang Tafdil pensiun, Andi Usman dimutasi menjadi  pejabat eselon IV.b dengan jabatan Kasubag umum dan perlengkapan Kecamatan Rarowatu Utara.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bombana, Alimin mengatakan tercatat 55 pegawai yang dilantik Jumat malam, 19 Agustus 2022. “Hanya pergeseran,” kata Alimin via ponselnya, Sabtu, 20 Agustus 2022.

Bupati Bombana Tafdil mengatakan rotasi yang digelar tiga hari menjelang akhir masa jabatannya merupakan pelantikan terakhir baginya. Tafdil mengaku, mutasi diakhir periodenya sebenarnya sudah lama diagendakan. Namun karena kesibukan menghadapi perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, sehingga baru digelar Jumat malam.

“Saya berpikir Senin. Tapi sudah tanggal 22. (Batas akhir jabatannya). 22 ini masih abu-abu. Ada yang menyatakan sudah selesai. Pelantikan ini sedikit berbeda karena malam hari. Tidak ada yang perlu menjadi, apa namanya karena ini hanya sebagian besar, pergeseran-pergeseran mengisi jabatan kosong,” ungkap Tafdil.

Delapan hari sebelumnya, tepatnya, Kamis, 11 Agustus,  Tafdil juga merotasi pegawainya. Sasarannya, pejabat fungsional yang menduduki jabatan kepala SD dan SMP. Rotasi ketiga dalam satu bulan sisa jabatannya digelar siang hari. Saat itu, Tafdil merombak 35 jabatan kepala sekolah. Ada guru yang dilantik jadi kepala sekolah, ada PLT kepala sekolah didefinitkan disekolah yang sama dan digeser di sekolah lain dan ada pula kepala sekolah di geser di sekolah lain.

Delapan hari sebelumnya lagi, tepatnya Rabu, 3 Agustus, Tafdil juga merombak kabinetnya di siang hari. Serah terima jabatan kedua menjelang sebulan purna bakti, Tafdil melantik satu pejabat eselon dua, menggeser pejabat eselon tiga dan empat, serta menurunkan eselon dan jabatan sejumlah pegawainya.

Sedangkan pertengahan Juli lalu, tepatnya Senin, 11 Juli, Tafdil melantik 53 pejabat eselon tiga dan empat juga digelar siang hari. Pelantikan pertama disisa satu bulan menjelang pensiun, Tafdil juga melantik tiga pejabat eselon dua. Saat melantik Pimpinan Tinggi Pratama ini, Bupati Bombana menabrak aturan karena proses pelantikan tiga kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya saat itu, tidak memiliki rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KADN). Pelanggaran sistem merit ini, belum diketahui tindak lanjutnya, apakah KASN mengalah dan menyetujui pelantikan tanpa rekomendasi atau menggugurkan pelantikan tanpa rekomendasinya itu.

Asisten Komisi Aparatur Sipil Negara pegawasan bidang pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi wilayah dua, Kukuh Heruyanto tidak memberikan jawaban pasti terkait tindak lanjut dari pelantikan tanpa rekomendasi KASN itu. Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Kukuh hanya mengatakan “Kita benarkan prosedurnya dulu pak, diusulkan hasil selternya, terbit rekomendasi hasil selter (seleksi terbuka), baru diterbitkan SK dan pelantikannya”.

Penulis dan editor : Adhi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU