PPK Belasan Mega Proyek di Bombana Dipromosi jadi Kabid di OPD “Basah”

549
Bupati Bombana, Tafdil (kedua dari kiri) saat melantik 54 pegawainya. Pelantikan ini dilakukan tiga hari sebelum masa jabatannya berakhir dan digelar tengah malam. Salah satu pegawai yang namanya masuk dalam kloter pelantikan terakhir ini adalah Andi Muhammad Kamal, PPK belasan mega proyek di periode kedua Tafdil jadi Bupati. Foto : Ist

 

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM- Akhir Masa Jabatan Tafdil sebagai Bupati Bombana membawa berkah bagi sebagian kecil Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah itu. Di penghujung pegabdian Tafdil sebagai kepala daerah, sejumlah pamong mendapatkan promosi jabatan selevel lebih tinggi meski beberapa diantaranya belum memenuhi syarat.

Salah satu abdi negara yang beruntung adalah Andi Muhammad Kamal. Tenaga fungsional ahli muda tehnik jalan dan jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dipromosi menjadi Kepala bidang (Kabid) Bina Marga di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sama. Penempatan Andi Muhammad Kamal menjadi eselon tiga di OPD “basah” ini, memang sudah layak dan telah memenuhi syarat.

Karena sebelum menjadi Kabid Bina Marga, Kamal -sapaan akrabnya- sudah hampir empat tahun menduduki jabatan eselon empat. Selama itu, dia telah dua kali menjabat kepala seksi di Dinas PUPR. Pertama kepala seksi jalan, setelah itu dilantik lagi menjadi kepala seksi jembatan di bidang yang sama yakni Bina Marga.

Andi Muhammad Kamal naik level dari eselon empat ke eselon tiga Jumat, 19 Agustus 2022. Pelantikannya digelar tengah malam, bersama 54 bukan 55 ASN lainnya, di rumah jabatan Bupati Bombana. Saat master of cermony membacakan konsederan nama-nama ASN yang dilantik, nama Andi Muhammad Kamal, ST.,MM  berada di urutan keempat. Dia menggantikan Kepala bidang Bina Marga sebelumnya, Syamsur, ST yang digeser menjadi Kepala bidang bina tehnik dan konstruksi. Meski pelantikannya memenuhi syarat, namun ada yang istimewa dari Andi Muhammad Kamal.

Di periode kedua (2017-2022), Tafdil sebagai Bupati Bombana, pria yang mengawali karir sebagai ASN tahun 2014 ini, mendapat kepercayaan dari pimpinannya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sejak 2018, Andi Kamal dipercaya bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Rumah Sakit Umum Daerah.

Hingga 2022 atau diakhir jabatan Tafdil sebagai Bupati Bombana, Andi Kamal menjadi PPK belasan mega proyek di dua OPD tersebut. Khusus di RSUD Bombana, mantan kepala seksi jalan Dinas PU ini menjadi PPK proyek multi years, pembangunan gedung A, B, C, D dan E senilai Rp 60 Milyar. Biaya mega proyek ini bersumber dari dana pinjaman  Bank Sultra bersama Bank Jawa Tengah. Tidak hanya itu, Kamal juga menjadi PPK pembangunan gedung VVIP RSUD senilai puluhan miliar rupiah.

Sementara di Disperindagkop, pegawai yang lolos ASN di Kabupaten Bombana melalui jenjang Strata dua (S2), menjadi PPK sekitar belasan proyek pembangunan pasar dan pekerjaan sentra industri kecil dan menengah. “Sejak 2018 menjadi PPK, antara 10 hingga belasan proyek pasar yang ditangani (Andi Kamal),” kata Asis Fair, Kepala Dinas Perindagkop Bombana saat dihubungi via ponselnya, Sabtu sore, 20 Agustus 2022.

Sejumlah proyek pasar tersebut diantaranya pembangunan pasar Tetehaka, Waemputang, Rakadua serta pasar Kalaero di Kecamatan Lantari Jaya. Dari belasan pasar yang menjadi tanggung jawab Andi Kamal,  pasar Kalaero menjadi salah satu proyek perkulakan yang mendapat porsi anggaran paling besar. Selama dua tahun dikerjakan yakni 2019 dan 2020, pasar ini menelan anggaran sekitar 6 miliar rupiah. “Pertama dikerjakan 4 miliar, kedua 2 miliar,” kata Abdul Hajar Aswad, kepala bidang perdagangan Dinas Perindagkop Bombana, via ponselnya, Sabtu sore, 20 Agustus 2022.

Selain pasar, Andi Muhammad Kamal juga menjadi PPK proyek pembangunan sentra IKM yang dibangun Dinas Perindagkop. Pekerjaan ini juga merupakan salah satu mega proyek di Bombana yang dibangun Tafdil sebagai Bupati Bombana, dimana anggaran pembangunannya diporsikan sekitar 15 miliar rupiah.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Bombana, drg Riswanto mengakui jika PPK pembangunan proyek rumah sakit yang biayai dari dana pinjaman adalah Andi Muhammad Kamal. ” Untuk tehnis pembangunan rumah sakit, silakan konfirmasi sama Kamal (Andi Muhammad Kamal). Dia PPK nya,” ungkap Riswanto yang saat ditemui di depan kantor Bupati Bombana beberapa bulan lalu ketika dia masih menjabat sebagai Plt Direktur RSUD Bombana.

Penulis dan editor : Adhi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU