Puluhan ‘Gepeng’ Terjaring Razia, Ngaku Wajib Setor ke Orang Tua

744
Petugas gabungan saat melakukan razia gelandangan dan pengemis (gepeng) di jalanan. Foto: Nanan/Lenterasultra.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng), terjaring razia pada Jumat (13/03/2020). Razia ini dilakukan oleh tim gabungan penertiban gelandangan dan pengemis kerja sama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Sosial dan Polres Kota Kendari.

Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Indra Muhammad mengatakan, mereka dirazia karena mengganggu ketertiban dan mengancam keselamatan jiwa. Hal ini sesuai dengan Peraturam Daerah (Perda) nomor 9 tahun 2014 terkait penertiban anak jalanan dan pengemis.

Dari razia tersebut, berhasil diamankan gepeng sebanyak 50 orang. Anak di bawah umur sebanyak 10 orang, orang dewasa dan orang tua sebanyak 29 orang serta lansia 11 orang.

Para gepeng yang kebanyakan beraksi di lampu merah ini kemudian dibawa ke Dinas Sosial untuk dilakukan assesment. Tujuannya untuk mencari tau identitasnya untuk selanjutnya dilakukan pendampingan. 

“Pendampingan misalnya mereka butuhnya apa, kalau terkait dengan tenaga kerja maka akan dikonsultasikan dengan Dinas Ketenagakerjaan. Begitu pula sebalikanya, kalau mereka butu nya pendidikan maka kita akan koordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” ungkap Indra Muhamad. 

Khusus para lansian, penanganannya berbeda dengan anak muda. Lansia ini akan ditangani oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Seperti fokus memberikan pelayanan langsung kepada lanjut usia,  mengkaji ide dan inovasi untuk meningkatkan pelayanan bagi lanjut usia, serta  berkoordinasi menjembatani LKS dengan berbagai pihak seperti pemerintah, swasta atau dunia usaha dan masyarakat.

Sementara itu, Salah seorang anak jalanan bernama Sarmin (7), rela jadi mengemis di lampu merah  karena disuruh orang tuanya.

Setiap hari ia ditargetkan menyetor Rp50 Ribu. Demi mendapatkan rupiah sebanyak itu, dirinya harus rela keliling dan berpanas-panasan menyusuri setiap lampu merah.

“Saya disuruh sama orang tuaku minta-minta uang di jalanan. Kalau saya tidak menyetor ke mereka uang 50 ribu, siap-siap dipukul kasihan sama bapakku,” ujarnya. (B)

Reporter: Nanan

Editor: Wulan 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU