Kendaraan Truk Menumpuk di Pelabuhan Feri Torobulu

301
BERBAGI
Puluhan truk dengan sarat muatan harus antri bldan bermalam berhari-hari di Pelabuhan Torobulu. Kondisi ini akibat adanya pengalihan armada di lintasan yang menghubungkan sejumlah Kabupaten dan Kota di daratan Pulau Buton dan Muna itu. Foto- Adhi

KONSEL, LENTERASULTRA.COM– Kendaraan truk yang menyebrang dari Kendari menuju Kabupaten Muna, melalui Pelabuhan Torobulu tidak lagi lancar. Sejak beberapa hari terkahir, pengemudi kendaraan besar yang membawa berbagai kebutuhan pokok masyarakat di daratan Muna dan Buton, harus antri bahkan bermalam berhari-hari di dalam kawasan pelabuhan setempat.

Kondisi seperti ini terpaksa dirasakan oleh pengemudi truk. Penyebabnya karena, armada kapal Feri yang menghubungkan Torobulu, Konawe Selatan (Konsel) menuju Tampo, Kabupaten Muna, dialihkan sementara di penyebrangan Amolengo, Konsel, menuju Labuan, Kabupaten Buton Utara (Butur).

Iklan

“Memang ada penumpukuan kendaraan khususnya truk. Ini terjadi sejak beberapa hari terakhir,” kata Arlan, supervisior ASDP Cabang Baubau lintasan Torobulu kepada wartawan lenterasultra.com saat dihubungi via ponselnya, Selasa (10/9/2019). Penyebabnya sambung Arlan akibat beberapa hal. Diantaranya, di jalur penyebrangan feri Amolengo-Labuan mulai dilakukan pembatasan pemuatan kendaraan truk dengan muatan berat.

Ini karena kondisi dermaganya yang sudah tidak memungkinkan, sehingga kendaraan-kendaraan yang biasanya menggunakan jalur tersebut, beralih ke pelabuhan Torobulu-Tampo. Kedua disebabkan karena, dari dua armada yang beroperasi di Torobulu-Tampo, sisa satu kapal yakni KMP Pulau Rubia yang beroperasi. Satu armada lainnya yakni KMP Nuku, sejak satu bulan lalu memasuki perawatan rutin tahunan atau naik dok.

“Sebenarnya sejak beberapa hari lalu, Nuku (KMP Nuku) sudah turun dari galangan. Tapi begitu turun dari dok, Nuku membantu di lintasan Amolengo,” ucap Arlan. Pengalihan sementara KMP Nuku di Amolengo-Labuan disebabkan karena, KMP Semumu, armada feri yang biasa beroperasi di jalur Konsel-Buton Utara tersebut mengalami kerusakan dan tengah dilakukan perbaikan.

Puluhan kendaraan truk dengan sarat muatan terlihat antri di Pelabuhan Torobulu Selasa (10/9/2019) 

“Informasinya satu dua hari ini sudah tiba alatnya Semumu yang rusak. Kalau sudah baik, maka Nuku (KMP Nuku) kembali beroperasi di Torobulu-Tampo sehingga jalur ini, bisa normal kembali,” harapnya. Arlan mengaku, penumpukan kendaraan truk di Torobulu mulai terjadi sejak satu bulan lalu, saat armada Feri yang beroperasi hanya satu unit. Penumpukan tersebut juga disebabkan karena adanya kegiatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Sulawesi Tenggara yang dipusatkan di Muna.

loading...
loading...

Sementara Rudi salah satu pengemudi mobil truk mengatakan, berkurangnya kapal feri yang beroperasi di jalur Torobulu-Tampo menjadikan aktivitas mereka terhambat. Selain itu, tenaga, waktu dan ongkos mereka juga terkuras di Pelabuhan. “Bayangkan karena hanya satu kapal yang beroperasi, beberapa rekan sopir truk harus bermalam berhari-hari disini (Pelabuhan Torobulu). Bahkan ada sopir yang sudah empat malam tiga hari antri, tapi belum juga menyebrang menuju Tampo hingga jam 10 pagi ini (Selasa, 10/9/2019),” keluhnya.

Rudi berharap, pihak Angkutan Sungai Danau Penyebrangan (ASDP) bisa secepatnya mengantisipasi tumpukan kendaraan truk di Torobulu. Sebab, jika terus dibiarkan berlarut-larut maka akan menyebabkan kerugian yang sangat besar, baik dari sopir maupun pengusaha truk. “Kalau muatan truk yang antri ini kebutuhan pokok yang cepat rusak, pasti pengusahanya akan rugi karena muatannya sudah membusuk. Jadi harapan kami, cepatlah di antisipasi antrian ini,” harapnya.

Hingga Selasa (10/9/2019), masih terdapat lebih dari 30 truk yang antri di pelabuhan Feri Torobulu. Puluhan kendaraan itu terlihat sarat dengan berbagai muatan. Selain itu, juga terlihat empat mobil tangki bermuatan aspal cair yang akan dibawa di Kabupaten Muna dan Pulau Buton. Salah satu pengemudinya mengaku, keberadaannya di Torobulu sejak Minggu (8/9/2019), namun karena keterbatasan armada feri, dia harus bermalam berhari-hari di halaman Pelabuhan Torobulu.

Penulis : Adhi

Komentar Facebook