Politik Dinasti Masih Kental, Anak dan Istri Pejabat Lolos ke Senayan

2666
BERBAGI
Caleg DPR RI Dapil Sultra yang lolos ke Senayan. (RERE/LENTERASULTRA.COM)

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah selesai melakukan rekapitulasi Pemilu 2019. Hasilnya, sejumlah calon legislatif (caleg) DPR dan DPD bakal melenggang ke Senayan.

Menurut Pengamat Politik Sultra, Najib Husen semua itu tak terlepas dari dinasti politik yang telah dibangun selama ini. Dinasti politik yang dimaksud adalah sosok caleg tersebut masih memiliki kekerabatan keluarga dengan pemimpin lokal.

Seperti Caleg PAN, Fachri Pahlevi Konggoasa yang merupakan anak dari Bupati Konawe Kerry Saiful Konggoasa. Ia berhasil meraih kursi keempat DPR RI, dengan memperoleh 101.727 suara dan perolehan suara parpol sebanyak 158.621.

Iklan

“Siapa yang tidak kenal sang ayah Kerry Saiful Konggoasa Bupati Konawe dua periode. Berkat nama beken sang ayah, mampu mengantarkan dia ke senayan hari ini,” sindirnya.

Caleg DPD RI periode 2019-2024 yang berhasil melenggang ke senayan. (RERE/LENTERASULTRA.COM)

Selanjutnya adalah, Caleg DPD RI nomor urut 65, Wa Ode Rabia Aldawia Ridwan yang sama-sama maju dengan sang ayah Ridwan Bae. Putri mantan Bupati Muna tersebut meraup 62.051 suara. Dengan perolehan tersebut, ia berhasil menjadi caleg terpilih dengan suara terbanyak yang berada di urutan ketiga.

Di kesempatan yang sama Ridwan Bae merupakan calon incumbent DPR RI berhasil meraih 97.602 suara dan kembali duduk di senayan.

Nama lainnya adalah Andi Nirwana. Ia memang pendatang baru yang berhasil mengambil alih kursi DPD dengan menumbangkan para caleg petahana seperti Yusran Silondae, dan Wa Ode Hamsinah Bolu.

Usut punya usut, wanita berhijab ini rupanya merupakan istri dari Bupati Bombana, Tafdil. Dalam Pemilu kali ini, Caleg DPD RI dengan nomor urut 25 itu mendulang suara fantastis yakni 130.124 suara. Suara tersebut berhasilkan mengantarkan dirinya berada di urutan pertama.

“Dia terpilih tentu karena ada sokongan dari sang suami, sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bombana,” cetusnya.

Selain ketiga nama tersebut, Pemilu 2019 juga memunculkan nama Amirul Tamim, Mantan Wali Kota Baubau dua periode.  Berkat dinasti politik yang dibangun selama menjabat. Caleg DPD RI nomor urut 51 itu berhasil duduk di urutan kedua dengan jumlah perolehan 73.399 suara.

Selain itu, sosok legislator paling aktif di Komisi II DPR RI Periode 2014-2019, juga memang sudah dikenal. Buktinya beberapa kali mencoba peruntungan di dunia politik, ia berhasil melenggang dengan mulus ke senayan.

Berbeda dengan nomor urut 29, dr. Dewa Putu Ardika Seputra dengan memperoleh 52.480 suara dan berada di posisi urutan keempat DPD RI. Menurutnya, sosok dokter ini berhasil menang dalam Pileg tak lepas  dari dukungan komunitasnya.

“Dukungan komunitas jadi salah faktor pendukung yang meraup kantong-kantong suara,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia lagi-lagi menegaskan bahwa mereka yang berhasil melenggang ke senayan tidak lain berkat backup-an dari keluarga. Baik itu dari orang tua, suami dan keluarga turut memberikan sumbangsih kemenangan bagi mereka.

Kata Najib Husein, dinasti politik sebenarnya tidak dilarang dan sah-sah saja. Namun, harus didukung oleh kegiatan politik. Sebagai Caleg terpilih, mereka harus  memiliki capability dan bisa menjadi penyambung aspirasi rakyat di dewan.

Jangan sampai kemudian, mereka yang tampil hari ini hanya mengandalkan bekingan dari orang tua dan keluarga. Tapi tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai legislator.

“Mereka yang hari ini akan duduk di dewan harus mampu menjalankan peran dan tugasnya,” pungkasnya.

Reporter: Nanan
Editor: Restu Fadilah
Komentar Facebook