Gerindra, PKS dan PAN Tak Bersama di Pilgub Sultra?

614
Di Pusat, DPP PAN, Gerindra dan PKS bersepakat bekerja sama dalam berbagai Pilgub. Di Sultra, itu juga terlihat kokoh setelah ditekennya pakta integritas memenangkan pasanga Asrun-Hugua, beberapa hari lalu. Hadir Ketua DPP dan Sekjend DPP PAN, Zulkifli Hasan (tengah) dan Eddy Soeparno (keempat dari kanan)

LENTERASULTRA.com-Pilgub Sultra kembali berdinamika. Sebuah kabar dari Jakarta menyebutkan bahwa PAN, Gerindra dan PKS sepakat bekerja sama mengusung pasangan calon gubernur di lima daerah, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara.

Bagaimana Sultra? Dimana tiga partai ini juga sudah “disatukan” oleh pasangan Asrun-Hugua, bahkan sudah bersama-sama meneken pakta integritas. Soal itu tak disebut para petinggi partai ini yang Minggu (24/12) malam menggelar pertemuan di DPP PKS, Jalan TB Simatupang.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno. Pertemuan dimulai sekitar pukul 20.30 dan berakhir pada pukul 22.00 melahirkan kesepakatan bahwa mereka bersama di lima Pilkada Gubernur.

”Kami bertiga sepakat akan terus menjaga kebersamaan dalam event politik,” kata Presien PKS, Sohibul Imam usai pertemuan, seperti dikutip dari rilis.id. Menurutnya, tiga partai itu bersepakat untuk bersama di Pilgub Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara.

Sohibul mengatakan, tiga partai itu memutuskan untuk bersama karena yakin dengan kekuatan politik yang dimiliki. Dia yakin bahwa PKS, Partai Gerindra, dan PAN bisa bersinergi untuk meraih kemenangan. Selain itu, pihaknya belajar dari kemenangan di pilkada DKI Jakarta. Calon yang mereka usung berhasil memenangi pesta demokrasi tersebut. ”Karena itu, kami ingin bersama-sama,” tegas dia.

Kabar ini direspon beragam di Sultra. Linimasa media sosial ikut ramai, hingga muncul keraguan bahwa Gerindra ternyata hanya diklaim masuk ke koalisi Asrun-Hugua. “Silahkan ditafsirkan sendiri brother,” tanggap Sukryaman, juru bicara pasangan Rusda Mahmud-Sjafei Kahar, yang diminta tanggapanya soal masalah ini.

Untuk diketahui, Partai Gerindra selain disebut sudah menjadi bagian dari Asrun-Hugua, partai ini juga masih diyakini adalah pengusung pasangan Rusda-Sjafei. Soalnya, sampai minus 10 pendaftaran di KPU, Gerindra belum juga menentukan sikap secara resmi kemana arah dukungannya di Pilgub Sultra.

“Saya kira ini (belum disebutnya Sultra di kesepakatan tiga parpol) salah satu kejutan Pilgub yang beberapa kali kami sebut. Silahkan mengklaim, tapi kami juga punya keyakinan bahwa Rusda-Sjafei bakal maju Pilgub dengan 4 atau 5 parpol pengusung, termasuk non seat,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Gerindra Sultra, Safarullah mengaku tak sama sekali terkejut dengan kabar tadi malam, termasuk tak disebutnya Sultra sebagai bagian dari kerjasama. “Ahh, itu kan kesepakatan tadi malam, kesepakatan sebelumnya kan sudah ada. Jadi, tidak usah galau,” katanya Safarullah sembari tertawa kecil.

Ia mengakui kalau partainya memang belum mengumumkan resmi pasangan mana yang akan didukung di Pilgub Sultra. Tapi sejak awal DPD Gerindra Sultra sudah komitmen mengajukan Asrun-Hugua. “Kan enak kalau langsung SK saja yang keluar, bukan mi rekomendasi. Jadi langsung dibawa daftar ke KPU,” tukas pria uang berprofesi sebagai pengacara ini.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP PAN, Eddy Soeparno yang dihubungi lenterasultra.com, pagi ini tak menampik soal adanya pertemuan semalam. Hanya ia menegaskan bahwa Pilgub Sultra adalah termasuk bagian yang disepakati untuk bekerja sama.

“Sultra juga termasuk dimana kami (PAN-PKS-Gerindra) sepakat kerja sama, begitu pula Kaltim, Riau dan Sumut serta daerah lain,” tegas Eddy. Soal Sultra tak disebut dalam pertemuan semalam, karena memang tidak diumumkan secara khusus saja.(abdi mahatma)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU