Golkar Minta Gubernur Evaluasi Kadispar Sultra

73
Heryanto, Ketua Golkar Bombana mendesak Gubernur Sultra mengevaluasi kinerja Kadis Parawisata, yang bukan fokus pada tupoksinya tapi malah mempekeruh suasana dengan narasi-narasi di medsos dan bahkan menyerang personal figur tertentu. FOTO :IST

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Kebiasan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sultra, Ridwan Badallah merespon berbagai isu publik yang menyangkut nama Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) di media sosial akhirnya jadi bumerang. Teranyar, kritik anggota DPR RI, Ridwan Bae terhadap kinerja ASR juga ikut ia jawab, bahkan keluar dari konteks. Akibatnya, sekelompok massa mendatangi Ridwan Badallah di kantornya, Rabu (28/10) guna mempertanyakan hal tersebut. Ridwan akhirnya minta maaf.

Kebiasaan Kadispar Sultra yang selalu cawe cawe apapun terkait Gubernur ASR, hingga dengan lantang “menyerang” Ridwan Bae itu ikut memantik reaksi dari para kader Partai Golkar. “Pak Ridwan Badallah ini, juru bicara Gubernur atau Kadis Parawisata, kenapa dia selalu tampil jadi pendengung yang bukan malah menyejukan situasi, tapi memanas-manasi keadaan,” kritik Ketua Golkar Bombana, Heryanto yang disampaikan kepada lenterasultra.com, Rabu (28/10).

Heryanto khawatir, jangan sampai kebiasaan Ridwan Badallah merespon apapapun terkait Gubernur ASR, memang sengaja dirawat dan dibiarkan untuk jadi pendengung alias buzzer sehingga tidak lagi peduli pada tugas utamanya sebagai pejabat yang diberi kewenangan mengurusi pariwisata. Jika memang sengaja dibiarkan, Golkar menduga bahwa ASR anti kritik dan membiarkan Ridwan Badalah membalas dengan cara-cara tak kontekstual semua sorotan itu.

“Bagaimana kami tidak bereaksi. Ridwan Bae itu salah satu kader terbaik Golkar di Sultra, sudah tiga periode di DPR RI, kontribusinya terhadap daerah jangan lagi ditanyakan. Tiba-tiba ada Kadis, yang tupoksinya bukan juru bicara malah menyerang personal, dalam kontennya memuat kata-kata seperti “dungu”, “hoaks”, dan “pencuri jati”. Ini kan sudah personal dan tersirat ditujukan kepada Ridwan Bae, dan itu sama sekali tidak relevan,” ulas Heryanto.

Makanya, Ketua Golkar Bombana ini berharap agar Gubernur ASR mengevaluasi segera Ridwan Badalah. Bila Kadispar Sultra itu dibiarkan mengoceh di medsos, menurut Heryanto, malah justru akan memperburuk hubungan antara Gubernur ASR dengan Ridwan Bae, anggota DPR RI. Padahal, jika kedua pemimpin ini bersinergi dengan baik, tanpa ada pihak yang memanas-manasi situasi, maka bakal menjadi kebaikan bagi daerah.

“Tiap tahun, di Sultra ini ada ribuan program bedah rumah yang jadi hak aspirasi Ridwan Bae di Komisi V. Ada Inpres Jalan Daerah (IJD), Sanitasi Masyarakat (Sanimas) dan lainnya. Ada jembatan, ada jalan. Semua diusahakan Ridwan Bae masuk Sultra. Ribuan orang menerima manfaat, lalu tiba-tiba ada seorang pejabat bernama Ridwan Badallah malah menegasikan semua apa yang sudah dilakukan Ridwan Bae. Ini malah lebih konyol,” tandasnya.

Olehnya itu, mantan anggota DPRD Bombana ini mendesak agar Gubernur ASR mengevaluasi Kadispar tersebut dan menghentikan semua proyek Medsosnya yang menyerang orang lain. Ia menyarankan agar Kadispar ini fokus terhadap pengembangan pariwisata di Sultra, jangan bikin gerakan tambahan.

“Kalau dia terus diberi ruang bicara di medsos, berarti ini dipelihara. Sengaja dibiarkan jadi pendengung alias buzzer pemerintah. Tugas memberi penjelasan terhadap kinerja pemerintah itu ada di Dinas Kominfo, bukan di Dinas Parawisata. Gubernur sebaiknya evaluasi Kadis ini,” pungkas Heryanto.(red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.