“Bos C”, Pj Kades di Kabaena yang Dibidik Jaksa Bombana

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM-Penyidik di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana kini tengah serius mengusut dugaan proyek fiktif yang duitnya bersumber dari dana desa. Lokusnya di Desa Pongkalaero, Kecamatan Kabaena Selatan. Konon, proyek yang fulusnya cair tapi bentuknya tak ada itu bersumber dari Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2025. Uniknya, jaksa hanya menyasar mereka yang bertugas di desa itu selama periode Januari hingga Juni 2025. Kala itu, Pongkalaero dipimpin seorang Pj Kepala Desa bernama Syamsul Hidayat, yang pada saat ia dilantik masih menjabat sebagai Camat Kabaena Selatan. Di Kabaena, lelaki ini akrab dipanggil Bos C.
Syamsul Hidayat dilantik tahun 2024 lalu, tepatnya tanggal 12 Mei dan digelar di hari Minggu oleh Pj Bupati Bombana, Edy Suharmanto. Kala ia dilantik saat itu, statusnya sedang menjabat Camat di Kabaena Selatan. Nah, desa tempatnya menjadi Pj Kades itu juga berada di wilayah kecamatan yang ia pimpin. Itu berarti, Syamsul sebagai camat menjadi “atasan” bagi dirinya yang juga Kades. Entah kenapa, dari ratusan pamong praja di Pulau Kabaena dan layak untuk diberi amanah jadi Pj Kades, Pemkab Bombana malah memberi amanah itu kepada Syamsul Hidayat.
Kini, saat ia pensiun sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), masalah hukum mendadak mengusiknya. Era pemerintahanya saat itu disebut menerima anggaran dan menyusun rencana program di desa. Beberapa diantaranya adalah pembangunan pagar lapangan futsal, talud penahan gelombang, pembangunan pagar Puskesmas Pembantu termasuk rabat jalan lingkungan. Hasil pemeriksaan inspektorat, proyek yang total menelan duit Rp 300 Jutaa itu tak terlihat fisiknya.
“Betul (jaksa tengah mengusut dugaan korupsi di Pongkalaero), tapi untuk objek penyelidikan kami fokus di Pj Kades periode Januari sampai Juni 2025,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bombana Risman Munawir Zaini, S.H.,M.H saat ditemui lenterasultra.com, Rabu (14/10). Katanya, penyelidikan penggunaan DD dan ADD di Desa Pongkalaero dimulai sejak 7 Oktober 2026 lalu. Penyelidikan dilakukan berdasarkan surat perintah kepala Kejaksaan Negeri Bombana Nomor Print 03/P.3.19/10-2026.
Risman mengatakan, sejak terbitnya surat perintah penyelidikan tersebut, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi baik dari unsur pemerintahan di Desa Pongkalaero, pejabat di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) hingga aparatur sipil negara atau ASN di Badan Keuangan Daerah. Risman mengaku objek dugaan perbuatan melawan hukum yang diusut diantaranya adalah pembangunan fisik di Desa Pongkalaero yang sumber pembiayaannya berasal dari ADD dan DD di tahun 2025.
Sebagai referensi di tahun 2025, Desa Pongkalaero dipimpin dua Pj Kades. Periode Mei 2024 sampai Juni 2025, daerah yang dikelilingi perusahaan nikel ini dipimpin Syamsul Hidayat. Pria yang oleh masyarakat Pulau Kabaena mengenalnya dengan panggilan “Bos C” ini juga menjabat sebagai Camat Kabaena Selatan. Setelah “Bos C” diganti, kepemimpinan di Desa Pongkalaero diestafetkan kepada Maswar Amdin. Dia menjabat Pj Kades Pongkalaero mulai 16 Juni 2025 sampai 17 Juni 2026.
Sejumlah pejabat di Pemda Bombana bercerita Syamsul Hidayat menjadi camat terlama di Bombana dan bertahan disatu tempat yakni Camat Kabaena Selatan. Ia menjabat lebih dari 10 tahun. “Bupati Bombana sudah empat kali berganti, Bos C tidak pernah tergantikan hingga pensiun di jabatan abadinya yakni Camat Kabaena Selatan,” kata salah satu pejabat eselon dua Bombana kepada lenterasultra.
Salah satu Camat di Bombana bercerita Syamsul Hidayat menjadi Camat Kabaena Selatan kurang lebih 15 tahun. Dia mulai menduduki jabatan tersebut diawal periode Tafdil sebagai Bupati Bombana. Posisi sebagai Camat Kabaena Selatan tetap bertahan diera Pj Bupati Hakku Wahab, Sitti Saleha, Burhanuddin dab Pj Bupati Edy Suharmanto. Syamsul Hidayat pensiun sebagai Camat Kabaena Selatan akhir Desember 2025 lalu. Jabatan ini resmi ditinggalkan setelah kurang lebih 10 bulan Burhanuddin menjadi Bupati Bombana definitif. Menariknya, setelah pensiun, jabatan Camat Kabaena Selatan dijabat seorang tenaga kesehatan dari Puskesmas Kabaena Selatan yang ternyata adalah istri Bos C.
Sejumlah pegawai di Badan Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bercerita, sejak Januari 2026 lalu hingga pertengahan Oktober 2026 ini, jabatan Camat Kabaena Selatan belum memiliki pejabat definitif. Selama hampir 10 bulan, jabatan Camat Kabaena Selatan dikendalikan Pelaksana tugas atau Plt. “Kalau tidak salah, nama Plt Camat Kabaena Selatan, Sudarsina. Dia merupakan tenaga kesehatan di Puskesmas Kabaena Selatan,” kata salah satu pegawai BKPSDM Bombana.
Dua pejabat eselon di Pemda Bombana bilang, Plt Camat Kabaena Selatan saat ini merupakan istri dari Syamsul Hidayat, mantan Camat Kabaena Selatan yang pensiun akhir Desember 2025 lalu. Sebelum diberi tugas tambahan, Plt Camat Kabaena Selatan merupakan bidan di Puskesmas Kabaena Selatan. “Kalau kapan pengangkatannya sebagai Plt Camat, coba cek sama kepala BKPSDM Bombana,” kata pejabat eselon ini.
Kepala BKPSDM Bombana Abdul Muslikh belum memberikan pernyataan. Saat hendak dimintai komentarnya terkait hal ini, Abdul Muslikh tidak bisa ditemui Kamis, 15 Oktober 2026 sekitar pukul 13.24 Wita. Salah pegawainya bernama La Ode Ridwan mengaku jika Kepala Badan sedang istrahat di ruang kerjanya usai menghadiri sidang kode etik pegawai. Sampai pukul 13.55 Wita, Muslikh belum juga bisa ditemui dan memilih tetap beristrahat dalam ruang kerjanya. (adhi)