ASR Lantik 56 Pejabat Baru Pemprov Sultra

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Gerbong mutasi dan rotasi pejabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara kembali bergerak. Kali ini jumlahnya tak main main sampai 56 orang. Mereka terdiri dari 24 pejabat eselon dua, dimana 18 diantaranya definitif. Sementara enam lainnya, masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt). 32 orang lainnya adalah eselon tiga alias tenaga teknis dan fungsional yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah.
Pelantikan yang digelar Senin (19/1) sore di ruang pola Kantor Gubernur Sultra tersebut dipimpin langsung gubernur Andi Sumangerukka (ASR). Tak ada kejutan berarti dalam proses mutasi kali ini kecuali “terdepaknya” beberapa nama-nama pejabat yang cukup familiar di ruang publik, dan kini dirotasi ke posisi yang agak jauh dari hal-hal teknis.
Salah satunya adalah Pahri Yamsul, yang selama ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, bahkan sudah jadi eselon dua sejak era Gubernur Nur Alam. Mantan Pj Bupati Muna Barat itu kini menerima amanah baru menjadi Asisten Bidang Pemerintahan Pemprov Sultra. Ia digantikan oleh Panca Widya.
Nama lain yang juga jadi kejutan di pelantikan tersebut adalah sosok Ridwan Badala. Birokrat yang selama bertahun-tahun jadi Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Sultra ini lumayan kontroversi. Ia pernah diadukan karena diduga menyinggung hal berbau SARA dalam sebuah videonya di media sosial, pernah pula dilaporkan ke kejaksaan karena dituding “ijon” proyek saat jadi Pj Bupati Buton Selatan.
Kendati begitu Ridwan Badala tetap diberi kepercayaan oleh Gubernur Sultra, ASR untuk duduk di jajaran elit eselon dua Pemprov Sultra. Ia kini didapuk jadi Kadis Parawisata, menggantikan H Belli yang justru digeser jadi Staf Ahli di Pemprov Sultra. Ridwan kini diamanahi tugas mengurus segala hal tentang keparawisataan Sultra, meningkatkan angka kunjungan wisata serta merevitalisasi sejumah destinasi.
“Saya tahu, gara-gara pelantikan ini ada yang panas dingin. Panas karena karena jabatannya dilepas, panas karena menduduki jabatan baru,” ucap Gubernur ASR saat memberikan sambutan pelantikan. Tapi, kata ASR, pemilik jabatan itu adalah Allah SWT yang sewaktu-waktu bisa diambil. Tugas para pejabat baru adalah bekerja sebaik-baiknya, biarlah alam akan menyeleksi siapa yang paling berprestasi.

ASR mengaku baru mengetahui nama-nama yang akan dilantiknya, dua jam sebelum seremoni tersebut. Senin pagi, kata mantan Pangdam Hasanuddin ini, Kepala Badan Kepegawaian dan Pembinaan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) menemuinya untuk berkonsultasi soal pelantikan. Gubernurpun meminta dilaksanakan sore. “Saya minta mana draf SK yang mau diteken,” kisah Gubernur.
Ia pun membaca satu demi satu nama-nama tersebut yang sudah digodok di BKPSDM berdasarkan proses asssesmen, job fit dan manajemen talenta yang dilaksanakan Pemprov. Setelah semua aman, ia baru menandatangani SK tersebut. Kesan itu makin kuat karena berdasarkan amatan jurnalis, saat acara pemberian ucapan selamat, Gubernur ASR masih sempat bertanya tentang jabatan yang diduduki aparatnya itu.
Saat menyerahkan SK Plt kepada enam pejabat, ia bahkan membaca dengan seksama beberapa saat materi SK tersebut untuk memastikan bahwa dirinya tak keliru. Ia juga memberikan arahan singkat secara khusus kepada para pejabat itu, terkait tugasnya. “Urus itu wartawan baik-baik ya..!” pesan ASR saat menyerahkan SK kepada Andi Syahrir sebagai Plt Kadis Kominfo, sembari tertawa kecil sembari melirik kearah belasan jurnalis berdiri tepat berada di samping kiri ASR menyaksikan dari dekat penyerahan SK tersebut.(abi)
