Ditinjau Tim Wasev Mabes TNI-AD, Progres TMMD di Kolut Capai 90 Persen, Lebih Cepat Dari Target

137
Peninjauan kegiatan TMMD di Kolaka Utara oleh Tim Wasev Mabes TNI-AD yang didampingi Pj Bupati Kolaka Utara, Parinringi. Foto: Rusli

 

 

LASUSUA, LENTERASULTRA.COM – Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabes Angkatan Darat (Mabesad), Mayor Jenderal TNI Tri Winarno bersama jajaran melakukan evaluasi program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-115 di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Kegiatan itu diklaim telah terlaksana 90 persen, lebih cepat dari deadline yang ditentukan.

Mayjen TNI Tri Winarno menyampaikan, TMMD bertujuan membantu percepatan pembangunan dan mengatasi kesulitan yang dihadapi di daerah. Olehnya itu, program dalam TMMD mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat. “Terimah kasih atas semangat gotong royong yang dibangun oleh jajaran pemerintah, TNI-Polri serta masyarakat hingga TMMD berjalan dengan baik,” ujarnya, Senin (24/10/2022).

Mayjen TNI Tri Winarno berharap, program yang dikerjakan selama TMMD bisa dimanfaatkan masyarakat. Sekaligus dirawat agar bisa meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik. Ia juga meminta kepada TNI-Polri dan seluruh unsur yang terlibat sepanjang kegiatan berlangsung agar tetap menjaga kekompakan dan keharmonisan.

Selain itu, Mayjen TNI Tri Winarno juga menyinggung soal rencana pembangunan Bandar Udara oleh Pemkab Kolaka Utara yang dinilainya sebagai program yang tepat. Kehadiran Bandara diyakininya akan memudahkan akses antar wilayah dan provinsi kedepan.

Dirinya juga menyebut perlunya dukungan semua elemen untuk peningkatan taraf perekonomian masyarakat Kolaka Utara. Salah satunya juga melalui pendirian smelter di Bumi Patowonua itu diharapkan terealisasi secepatnya.

-IKLAN-

Sementara itu Pj. Bupati Kolut, Parinringi mengapresiasi program TMMD karena sangat manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satunya pembangunan jalan beton di ruas jalan tani Desa Puncak Monapa yang berdampak langsung pada kemudahan bagi pemasaran hasil bumi. Misalnya akses untuk petani cengkih yang semakin mudah mendistribusikan hasil panennya ke kecamatan lain.

“Ini berkat TMMD. Semua kegiatan membantu percepatan pembangunan dan kemasyarakatan warga Kolut. Kami harap terus berlanjut meski dalam bentuk program lain,” harap Parinringi.

Dandim 1412 Kolaka Raya, Letkol Inf. Paruhum Siregar mengatakan, program TMMD sebenarnya ditargetkan berakhir pada 9 November 2022 mendatang. Namun progres kegiatan baik fisik dan non fisik saat ini telah terealisasi 90 persen. Olehnya itu, TMMD kali ini dapat selesai lebih cepat dari jadwal.

Diketahui sebelumnya, TMMD di Kolut meliputi kegiatan fisik berupa pembetonan jalan sepanjang 1.500×4 Meter (M) di Puncak Monapa, plat dekker 8×2 M di Desa Ponggiha dan rehab masjid di Desa Patowonua.

Sementara itu kegiatan non fisiknya dirinci berupa penyuluhan stunting, posyandu dan posbindu PTM, hukum dan kamtibmas, bijak bermedia sosial, pertanian, bela negara serta penyuluhan narkoba. 140 prajurit TNI itu sendiri mencakup 15 Dansargas dan staf satgas, 25 orang tim asistensi dan penyuluhan, 32 Kima dan Balakrem, 50 Yonif 725 Woroagi serta 5 orang dari Lanal dan 3 Lanud Kendari.

 

Penulis: Rusli
Editor: Ode

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU