Polda Sultra Siagakan 3.043 Personel untuk Amankan Nataru

153
Upacara Gelar Pasukan Operasi Lilin Anoa 2021. Foto: Ist.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara mengadakan Upacara Gelar Pasukan Operasi Lilin Anoa 2021 pada Kamis (23/12/2021). Bertempat di lapangan apel Mapolda Sultra, upacara ini dikuti oleh sejumlah personil gabungan yang terdiri dari kepolisian dan TNI, serta instansi terkait. Hadir pula Gubernur Sultra, Ali Mazi, untuk memberikan pengarahan terkait pengamanan menjelang Natal dan tahun baru.

Selain untuk mengamankan perayaan Nataru, operasi gabungan juga akan memfokuskan pada penerapan protokol kesehatan dikarenakan situasi pandemi covid-19 masih berlangsung. Ali Mazi juga mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah varian baru virus Covid-19 agar tidak menyebar.

“Masyarakat kadang menganggap perayaan Nataru adalah hiburan. Tetapi pemerintah tentu menjaga masyarakat jangan sampai ada virus varian baru. Omicron ini kan sangat berbahaya. Maka hari ini kita mengadakan upacara gabungan yang tujuannya untuk masyarakat. Masyarakat harus menjaga protokol kesehatan,” ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa hari yang lalu terjadi kerusuhan yang terjadi di kawasan Kendari Beach. Hal itu tentu menjadi perhatian aparat keamanan dan menjadi salah satu fokus utama dalam menciptakan suasana yang kondusif jelang perayaan Nataru. Saat disinggung terkait kerusuhan yang terjadi di Kendari pada waktu lalu, Ali Mazi mengimbau kepada masyarakat Sultra khususnya di Kota Kendari untuk sama-sama menjaga harmonisasi.

“Saya mengajak masyarakat untuk selalu menjaga harmonisasi. Tentu ada pelanggaran hukum. Selanjutnya kita serahkan pada proses hukum,” tambahnya.

-IKLAN-

Operasi gabungan pengamanan Nataru berlangsung mulai tanggal 23 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Waris Agono mengatakan, personel gabungan telah disiapkan untuk diterjunkan langsung menjaga ketertiban dan keamanan sampai berakhirnya perayaan Nataru.

Jumlah personel yang dilibatkan sebanyak 3.043 orang terdiri dari 403 TNI, kemudian sekitar 800 anggota Polri, dan 1.700 instansi terkait. Kemudian ada 70 posko yang disiapkan. Tujuh pos diantaranya merupakan pos layanan terpadu yang merupakan gabungan dari beberapa instansi, dan selebihnya merupakan pos pengamanan dan pelayanan biasa. Selain itu terdapat 11 terminal yang dilakukan pengamanan, 22 pelabuhan, dan 4 bandara serta tempat-tempat wisata lainnya sebanyak 285 tempat wisata di seluruh Provinsi Sulawesi Tenggara.

Selain itu, para personel juga akan melakukan penjagaan di tempat yang berpotensi terjadi kerawanan, seperti tempat ibadah, pelabuhan, serta daerah sekitar pantai akan menjadi perhatian utama.

“Potensi kerawanan terutama di wilayah pelabuhan yang menghubungkan antar pulau dan antar kota, kemudian daerah-daerah pantai yang merupakan tujuan wisata. Kalau di tempat-tempat ibadah, setiap tempat ibadah yang digunakan Misa itu kita akan lakukan sterilisasi dan kerjakan secara fisik sampai dengan kegiatan ibadah itu selesai,” kata Waris Agono.

Reporter: Mukhtar

Editor: Wulan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU