Profil Husnul Fuadi, Anggota DPRD Bombana -Merawat Pertemanan, Merengkuh Kursi Parlemen-

811
Husnul Fuadi, anggota DPRD Bombana periode 2019-2024 saat menghadiri Rakornas Partai Nasdem di Kendari akhir September 2021 lalu. Husnul merupakan anggota DPRD peraih suara terbanyak dari Partai Nasdem saat Pemilu 2019 lalu. Foto : Nuryadi

Partai Nasdem Bombana punya satu kader hebat. Namanya Husnul Fuadi. Kolega dan sejawatnya memanggilnya Adi. Ia masih relatif muda, 38 tahun saat ini. Tapi capaian politiknya luar biasa. Ia tercatat sebagai anggota DPRD Bombana periode 2019-2024 dengan raihan suara paling banyak diantara lima politisi separtainya yang ada di parlemen. KPU mencatat suara Husnul Fuadi berjumlah 1.750. Hebatnya, hasil itu ia peroleh dari daerah pemilihan yang jumlah pemilih lebih sedikit dari wilayah lainnya.

Pemilu 2019 lalu, Husnul tampil di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Bombana dengan cakupan Kecamatan Lantari Jaya, Rarowatu, Rarowatu Utara dan Matausu, yang hanya menyediakan 4 kursi, atau paling sedikit diantara Dapil lainnya. Pemilih di wilayah ini sekira 17 ribuan, dan yang sempat ke TPS ketika pemilihan tak sampai 14 ribu. Dengan populasi itu, Husnul justru bisa dipercaya 1.750 pemilih. “Itu berkat perkawanan saya dengan beberapa kepala desa di wilayah ini. Mereka yang membantu saya bisa terpilih,” Husnul menjabarkan rahasia suksesnya.

Kisah gemilang Husnul Fuadi hingga bisa melenggang mulus ke parlemen dituturkannya kepada Nuryadi, wartawan lenterasultra.com saat ditemui di rumahnya, Jalan Tina Orima, Kelurahan Doule, Rabu (22/12/2021). Husnul bukan saja menjadi pemilik suara paling banyak di internal Nasdem se Bombana, tapi ia bisa membuat berbagai teori politik terlihat anomali. Adi yang lahir dan besar di Poleang, kuliah dan kerja di Makassar, tinggal dan beraktivitas di Rumbia, tapi rakyat di empat kecamatan di Dapil 4 justru memberinya kepercayaan politik. Memilihnya sebagai anggota DPRD.

Katanya, pencapaiannya hingga bisa meraih suara lumayan besar itu berkat jejaring yang sudah dibangunnya sejak tahun 2014 lalu. Saat Pemilu 2019, ia seperti memanen haslnya. “Ini berkat kawan-kawan saya, mungkin 10 orang. Mereka itu kepala desa di Dapil 4. Pertemanan kami sudah lama saya rawat, sesekali ketemu dan ngopi. Kepada mereka saya sampaikan mau maju Caleg, merekalah yang banyak membantu di lapangan,” tutur Husnul, ihwal perjuangannya menuju parlemen.

Husnul Fuadi bersama istri dan dua orang anaknya

Lelaki muda yang lahir 1983 silam ini tumbuh kecil dan besar di Kelurahan Kastarib, Poleang selama 18 tahun. Lima tahun terakhir ia tinggal dan menetap di Kecamatan Rumbia, Ibukota Kabupaten Bombana setelah sempat menghabiskan waktu kuliah dan kerja di Makassar. Ia kemudian diusulkan Partai Nasdem sebagai Caleg di Pemilu 2019 lalu dan dipercaya maju di Dapil IV Bombana. Pria yang merayakan ulang tahun setiap tanggal 6 April ini meraih 1. 750 suara.

Dari suara sebanyak itu, Adi – sapaan akrabnya – mendapatkan suara terbanyak di Kecamatan Lantari Jaya dan Rarowatu Utara. Padahal di daerah itu, Husnul tak banyak memiliki keluarga dan kerabat dekat. Namun kemenangannya di dua wilayah itu disebabkan karena dia banyak memiliki teman dan sahabat kepala desa. Menurut Husnul, 10 kepala desa yang menjadi sahabatnya itu sudah di kenalnya sejak dia tinggal dan menetap di Bombana 2014 lalu.

Persahabatan ini, dirasakan manfaatnya saat Pemilu 2019. Para kepala desa yang menjadi sahabatnya itu, ikut membantunya memenangi pesta demokrasi lima tahunan di Dapil IV Bombana. Anak kedua dari 4 bersaudara pasangan suami istri Haji Hasan Musa dan Hj Fatmawati ini mengatakan, kemenangannya di Dapil Rarowatu dan pemekarannya hanya dipersiapkan selama setahun.

Anggota DPRD Bombana dari Partai Nasem saat menghadiri Rakornas Partai Nasdem di Kendari akhir September lalu. Dari ki-ka, Husnul Fuadi, Ashari Usman, Arsyad (ketua DPRD) serta Zalman. Foto : Nuryadi

Husnul bercerita, saat Kabupaten Bombana masih terbagi dalam 3 Dapil, dirinya memang sudah bekerja lebih awal mensosialisasikan diri di Kecamatan Lantari Jaya, Rarowatu Utara hingga Matausu. Saat intens memperkenalkan diri untuk tampil di Pilcaleg 2019, Dapil di Kabupaten Bombana mengalami penambahan dari tiga menjadi lima Dapil. Salah satu Dapil yang “mekar” adalah Dapil Rumbia dengan pecahannya yakni Kecamatan Rarowatu dan pemekarannya.

Keputusan ini membuat Husnul bersemangat karena sangat membantu kerja-kerjanya yang sudah dilakukukan. “Saat Rarowatu dan pemekarannya  masih satu Dapil dengan Rumbia, saya sudah kerja duluan di Kecamatan Rarowatu dan pemekarannya. Begitu pecah dapil, dan Rarowatu dan pemekarannya menjadi satu Dapil, saya menyatakan maju di Dapil Dapil IV. Kenapa, saya menilai ini menjadi peluang besar bagi saya, karena saya sudah lebih dulu bersosialisasi di Dapil baru itu,” cerita Adi.

Keputusannya tidak meleset. Hasil Pemilu 2019 di Dapil IV, Husnul meraih suara paling banyak. Suara yang mendekati angka 2000 itu bisa ia peroleh tanpa banyak menyebar atribut di lapangan. Justru kawan-kawannya yang jadi tulang punggung utama menyosialisaikan Adi ke pemilih. Atas keberhasilannya itu, mengantarkan dirinya duduk di DPRD Bombana periode 2019-2024. Kursi anggota dewan yang terhormat ini, merupakan periode pertama bagi pria dengan gelar Sarjana Kelautan ini.

Husnul Fuadi (kiri) saat menghadiri rakornas Partai Nasdem di Kendari

Menurut Husnul, menjadis seorang anggota DPRD sebenarnya tak pernah sempat ia cita-citakan. Takdirlah yang membawanya ke posisi seperti sekarang. Dulu, pria dua orang anak bernama Ahmad Firnas dan Ahmad Zain ini, ingin menjadi surveyor di bidang kelautan. Hal ini sesuai dengan bidang ilmu yang didapatkannya di Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas). Bahkan impiannya ini, sudah ia lakoni sejak dia menyelesaikan studi strata satu di perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Selatan tahun 2007 lalu.

Namun cita-citanya itu, tidak berlangsung lama. Setelah beberapa bulan bekerja sebagai surveyor kelautan, suami dari Salma Saldik, S.Kel, perempuan yang menjadi rekan satu kelasnya saat kuliah di fakultas dan jurusan yang sama di Unhas ini, memilih menjadi karyawan swasta sebuah perusahaan bidang alat kesehatan (Alkes) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dia bekerja mendistribusikan berbagai komponen Alkes ke berbagai wilayah di tanah air. Mulai dari Sulawesi hingga Papua.

-IKLAN-

Pekerjaan ini ia tekuni mulai tahun 2007 sampai 2014. Husnul berhenti bekerja sebagai karyawan Alkes, karena istrinya, perempuan asal Polmas yang dinikahi tahun 2011, dinyatakan lulus sebagai Calon Aparatur Negeri Sipil (CASN) di Kabupaten Bombana. Karena itulah, sejak tahun 2014, pasangan suami istri ini pun memilih tinggal dan menetap di Rumbia. Istri Husnul tercatat sebagai CASN Kementrian Perikanan dan ditempatkan di Dinas Perikanan dan Kelautan Bombana sebagai Penyuluh Perikanan.

Berada di kampung halamannya setelah 14 tahun menetap di Makassar, membuat Husnul kembali menyesuaikan diri. Dia juga mencari kerja tambahan untuk menghidupi keluarganya. Profesi yang dijalankan adalah menjadi kontraktor. Pekerjaan ini dilakukan hingga tahun 2018 setelah dia memutuskan maju sebagai calon anggota DPRD Bombana.

Husnul mengaku, dunia politik sudah diakrabinya sejak tahun 2014 lalu. Dia mengawalinya sebagai tim sukses calon anggota DPRD Bombana dari Partai Amanat Nasional di Pemilu 2014 lalu. Selain itu, ia juga pernah terlibat sebagai tim sukses Haji Tafdil dan Johan Salim sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana periode 2017-2022, termasuk menjadi tim pemenangan Andi Nirwana sebagai calon anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI Dapil Sultra periode 2019-2024.

Meski sudah lama belajar berpolitik, Husnul baru resmi terlibat secara praktis di tahun 2018. Itupun setelah dia diajak Bupati Bombana, Haji Tafdil, untuk bertarung di Pemilu 2019. Meski Tafdil yang mengajaknya, namun Husnul tidak dicalonkan di PAN, partai pimpinan Bupati Bombana. Husnul diarahkan menggunakan Partai Nasdem sebagai kendaraan politiknya.

“Alasannya, saya tidak ingin beririsan dengan kader PAN yang sudah diprediksi pemilik suaranya di Dapil dua dan empat. Saya juga tidak ingin bersaing dengan kader PAN di Dapil III, Poleang dan pemekarannya. Makanya, saya memutuskan bergabung di Nasdem karena memiliki peluang untuk memiliki kursi kemenangan di Dapil IV,” katanya.

Husnul mengaku, sebelum resmi mencalonkan diri, dia lebih dulu sowan kepada orang tuanya, terutama ibunya, Hj Fatmawati. Dari pensiunan guru ini mendapat satu nasehat penting. Kata Fatmawati, politik itu merupakah salah satu wadah. Jika diisi dengan hal-hal yang kotor, pasti wadahnya akan kotor, tetapi jika diisi dengan hal-hal baik maka wadah politik itu baik.

“Jika mau maju di politik silakan maju. Saya merestuinya. Tetapi untuk mengisinya, silakan dipilih apakah dipakai untuk mengisi wadah yang kotor atau yang baik,” pungkas Husnul meniru ucapan ibunya.(***)

Biodata :

Nama  Lengkap : Husnul Fuadi, S.Kel
Tempat Tanggal Lahir :  Boepinang, 6 April 1983
Alamat : Jalan Tina Orima, Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia, Kab. Bombana
Pendidikan :

SDN Kastarib 1995
SMPN  Boepinang 1998
SMAN 1 Poleang 2001
S1 Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan Unhas  2007
Nama Istri :  Salma Sadik
Anak:

1. Ahmad Firnas
2. Ahmad Zain

Nama Orang Tua

Ayah : H. Hasan Muda

Ibu : Hj. Fatmawati

Jabatan di DPRD Bombana :

1. Anggota komisi 2
2. Anggota Fraksi Nasdem Berkarya .

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU