-Profil Ardi, Wakil Ketua DPRD Bombana- Ardi Datang, Ardi Berjuang, Ardi Menang Besar

947

Vini, Vidi, Vici. Pernah dengar frasa itu? Ini adalah pesan yang ditulis Jenderal Julius Caesar kepada senat Romawi usai memenangkan sebuah pertempuran besar di tahun 47 SM. Tiga kata yang sangat terkenal ini berarti saya datang, saya lihat dan saya menang. Slogan hebat itu persis perjalanan politik seorang Ardi. Lelaki yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Bombana untuk periode 2019-2024.

Awalnya, ia hanyalah seorang dosen kontrak di Universitas Halu Oleo (UHO). Ardi mengajar ilmu pertanian di kampus itu. Lalu sebuah lompatan hidup ia lakukan dengan sangat matang. Ia berhenti jadi dosen dan masuk gelanggang politik praktis. Ardi datang ke Bombana, mendaftar jadi Caleg, melihat medan perjuangan lalu memungkasinya dengan kemenangan besar. Suaranya amat dominan. Vini, Vidi, Vici.

Bukan hanya menggungguli rival di internal partainya, tapi ia mencatatkan diri sebagai peraih suara paling banyak di Pemilu 2019 lalu. Bertarung dibawah bendera Partai Amanat Nasional (PAN) di Dapil 2 yang meliputi Poleang Timur, Poleang Selatan, Poleang Tenggara dan Poleang Utara, Ardi benar-benar trengginas. Ia keluar gelanggang pertarungan dengan mengemas 2.417 suara.

Ardi wakil ketua DPRD Bombana berada ditengah=tengah masyarakat

Mari berkenalan dengan pria ramah ini. Nama lengkapnya Ardi dengan dua titel tersemat di belakang namanya. Pertama Sarjana Pertanian, kedua Magister Pertanian. Ia pendatang baru di parlemen. Jauh sebelum mengabdi bagi daerahnya lewat fungsi-fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran, Ardi banyak menghabiskan waktu di dunia akademisi. Ia menjadi salah satu staf pengajar di Fakultas Pertanian UHO, dengan status kontrak.

Pria yang merayakan ulang tahun setiap tanggal 22 Juni ini melakoni pekerjaan sebagai dosen di perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tenggara itu selama kurang lebih delapan tahun. Statusnya sebagai akademisi dimulai setelah menyelesaikan studi strata satu jurusan agronomi, Fakultas Pertanian tahun 2010. “Setelah selesai kuliah, saya mengawali karir menjadi dosen honorer di Pertanian (Fakultas Pertanian),” cerita politisi partai berlogo matahari terbit ini saat ditemui di ruang kerjanya, gedung DPRD Bombana, Kamis (25/11/2021).

Sejatinya, mengajar sudah dikenalnya lama. Sejak mahasiswa, Ardi sudah dipercaya menjadi asisten dosen di jurusan Budidaya Pertanian, sejak tahun 2007 dan 2008. Setahun menjadi dosen honor di Fakultas Pertanian, UHO, alumni SMAN 1 Poleang Timur, Kabupaten Bombana tahun 2005 melanjutkan kuliah dengan mengambil akta IV di Uinersitas Islam Balitar, di Kota Blitar Provinsi Jawa Timur tahun 2011.

Ardi, SP, wakil ketua DPRD Bombana (ketiga dari kiri)

Setelah selesai, Ardi kembali di almamaternya, UHO, guna meneruskan profesinya sebagai dosen kontrak. Guru di perguruan tinggi ini, digeluti Ardi sampai tahun 2018, dan mengubah statusnya sebagai dosen tetap non Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun belum lama naik status, di tahun yang sama, Ardi kemudian mundur dari dunia akademisi dan memilih hijrah ke dunia politik.

Pilihannya itu dilakukan karena dia ingin mempersiapkan diri bertarung di Pilcaleg tahun 2019. Pria yang berdomisili di Kelurahan Bambaea, Poleang Timur ini sengaja mundur sebagai akademisi karena ingin bertarung sebagai salah satu calon anggota DPRD Bombana periode 2019-2024. Dia ingin tampil di daerah kelahirannya, Poleang Timur dan pemekerannya.

“Mundur dari akademisi yang sudah membesarkan saya menjadi sebuah pilihan yang berat. Namun demi memperbaiki nasib dan memenuhi tuntutan masyarakat yang lebih luas, pilihan ini saya ambil dengan pikiran yang matang. Syarat mundur ini pula menjadi salah satu syarat maju di Pilcaleg,” kata Ardi.

Ardi mengaku, dunia politik tidak awam baginya. Sejak menjadi mahasiswa dia sudah menggelutinya meski di lingkup fakultas. Ardi terlibat dalam berbagai pemilihan pengurus di lembaga dan organisasi kemahasiswaan baik internal maupun eksternal kampus. Pengalamannya di dunia politik juga terasa kembali saat dia dipercaya mengurus partai barisan nasional (Barnas). Ardi menjadi ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Barnas Sulawesi Tenggara periode 2012-2014.

Dengan berbagai pengalamannya ini, Ardi makin mantap berpolitik. Untuk maju di Pilcaleg Kabupaten Bombana dia memilih bergabung dengan PAN. Pilihannya berlabuh di partai besutan Zulkifli Hasan ini selain karena visi misinya sejalan dengan panggilan jiwanya, PAN juga menjadi salah satu partai besar dan menjadi pemenang pemilu di Bombana tahun 2014 lalu. Selain itu, ketokohan Bupati Bombana, Haji Tafdil sebagai Ketua DPC PAN Bombana, menjadi pertimbangannya. Tidak hanya itu, saran dari kakaknya Akbar Ali, – di Bombana dikenal dengan Abba – juga sangat berperan.

Ardi saat bertemu warga di konstituennya

Pilihan Ardi berpolitik tidak salah. Takdir mengantarkannya ke gedung DPRD Bombana periode 2019-2024. Ardi meraih suara terbanyak. Bukan hanya di dapilnya, tapi di semua dapil yang ada di Bombana. Ardi meraih 2.417 suara. Pendukung terbanyak dari Kecamatan Poleang Timur sebanyak 1.163 suara, disusul di Poleang Utara 756 suara, Poleang Tenggara 313 suara dan Poleang Selatan 185 suara.

Atas raihan suara terbanyak dari 25 calon anggota dewan yang lolos di DPRD Bombana, PAN menjadi partai pemenang pemilu kedua di Bombana. Jatah kursi wakil ketua DPRD juga menjadi milik PAN. Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan merestui Ardi, SP.,M.P sebagai Wakil Ketua DPRD Bombana periode 2019-2024.

Raihan suara sebanyak itu, juga tidak luput dari peran keluarga besarnya di Poleang Timur dan pemekarannya. Dukungan dari almarhum Haji Alimuddin dan Hj Siti Alfia, kedua orang tuanya juga menjadi langkah anak kelima dari lima bersaudara ini mulus di DPRD Bombana. “Ada pesan dari almarhum bapak yang selalu saya ingat dan tanamkan dalam diri saya hingga saat ini. Jangan berhenti berbuat baik, perbaiki kekayaan sosial daripada kekayaan harta, karena kekayaan sosial tidak bisa di beli dan diukur,” katanya.

Ardi, SP wakil ketua DPRD Bombana saat turun di lapangan menemui penduduk di konstituennya

Apa yang menjadi pesan ayahnya itu, sudah diterapkan almarhum Haji Alimuddin bersama Hj Sitti Alfia. Menurut Ardi, kedua orang tuanya itu, ringan tangan dalam membantu sesama. Apa yang dilakukan  kedua orang tuanya itu sangat dirasakan manfaatnya oleh Ardi di Poleang Timur. Ditengah kehidupan masyarakat yang heterogen di Poleang Timur, banyak warga yang turut mendukungnya menuju lembaga legislatif Bombana.

Setelah dua tahun berada di DPRD Bombana, Ardi memadukan ilmunya antara dunia akademisi dan politisi. Baginya, jika didunia akademisi hanya fokus disatu sisi yakni pendidikan maka sebagai politisi, dia bisa membantu disemua lini, terutama yang berhubungan dengan tuntutan dan kehidupan masyarakat. Keberadaannya di DPRD juga diperlukan sebagai ujung tombak masyarakat dalam menuntut dan menyampaikan aspirasinya kepada pihak eksekutif sebagai pengambil kebijakan.

Untuk sampai ke pucuk pimpinan DPRD Bombana, diakui Ardi diluar ekspektasinya. Karena saat memutuskan maju di DPRD Bombana, targetnya hanya menjadi anggota DPRD saja. Dia juga tidak menyangka bisa meraih suara terbanyak dari semua Dapil di Kabupaten Bombana. “Target saya adalah lolos ke parlemen. Ternyata capaian suara saya cukup besar,” tukasnya.

Selama di DPRD, Ardi sudah memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat meski itu masih jauh dari kata cukup. Beberapa infrastruktur seperti perbaikan jalan usaha tani sudah masuk di dapilnya. Sementara untuk berbagai aspirasi yang sudah masuk dan diterima ditangannya, akan terus diperjuangkan disisa akhir masa jabatannya hingga 2024 mendatang.(***)

Biodata Ardi

Nama Lengkap : ARDI. A, SP., MP,

Tempat / Tanggal : Bambaea, 22 Juni 1987

Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Alamat Tempat Tinggal : Kelurahan Bambaea Kabupaten BOMBANA

Riwayat Pendidikan :

SD Negeri 1 Bambaea tahun 1999

SMP Negeri 1 Poleang Timur tahun 2002

SMA Negeri 1 Poleang Timur tahun 2005

S1 Universitas Haluoleo Kendari tahun 2010

Akta IV Universitas Islam Balitar Blitar tahun 2011

S2 Universitas Haluoleo Kendari tahun 2013

Riwayat Organisasi :

  1. Himpunan Mahasiswa Agronomi (HIMAGRO/Kota Kendari/Indonesia) Anggota 2006 2007
  2. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM/Kota Kendari/Indonesia) Anggota 2007-2008
  3. Dewan Perwakialan Mahasiswa (DPM/Kota Kendari/Indonesia) Ketua Eraksy 2008-2009
  4. Ikatan Alumni Universitas Halu Oleo (IKA UHO) Anggota 2009 2010 .
  5. Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Cabang Sultra (ICMI SULTRA)

 

  1. Anggota 2011-2015 Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI SULTRA) Anggota 2011 2014
  2. Partai Barisan Nasional (BARNAS) Xetus DPW Sulawesi Tenggara 2012-2014
  3. Partai Amanat Nasional (PAN) Waki/ Ketua DPD Bombana 2019 – Sekarang

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU