Indonesia Ingin Adopsi Konsep Smart City Korea Selatan

413
Related Posts

 

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Pemerintah Indonesia tertarik untuk mengadopsi konsep pengembangan Green City (Kota Pintar) yang diterapkan di Korea Selatan. Dalam rangka itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berencana mengunjungi Korea Selatan akhir tahun ini. Rencananya, Basuki akan mengunjungi Smart Village di Eco Delta City, Songdo City dan Sejong City.

“Saya tertarik untuk mempelajari bagaimana kota-kota baru itu dibangun dari awal, bagaimana konsep kota pintar dapat diimplementasikan,” ujar Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (4//11/2021).

Menurut Basuki, Kementerian PUPR ingin banyak mempelajari pengalaman Korea Selatan sehubungan dengan rencana Indonesia membangun Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

“Saat ini Rancangan UU IKN sudah disampaikan Pemerintah ke DPR untuk dibahas lebih lanjut dan mendapatkan persetujuan,” katanya, dikutip dari asiatoday.id.

Hal tersebut disampaikan Menteri PUPR pada pelaksanaan Conference of the Parties (COP) ke-26 di Glasgow, Skotlandia. Selanjutnya Basuki mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Korea Selatan Han Jeoung-ae.

Menteri Basuki menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang telah terjalin antara kedua negara di bidang infrastruktur, yakni persiapan penyelenggaraan The 2nd Asia International Water Week (AIWW) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur yang semula direncanakan pada November 2021 ditunda menjadi Maret 2022 dengan tetap mempertimbangkan kondisi covid-19 pandemi di dunia khususnya Indonesia.

“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Korea Selatan atas dukungannya untuk memperkuat kerjasama infrastruktur, termasuk ahli bendungan yang dirasakan sangat membantu,” jelasnya.

Kerjasama lainnya terkait pengembangan infrastruktur berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK/ICT), khususnya teknologi Advanced Hydrologic Measurement dan Pilot Project Smart Water Management Denpasar.

Menteri Basuki berharap dengan pemanfaatan TIK akan membantu untuk pengumpulan data hidrologi dan informasi air secara terkini untuk mewujudkan pengelolaan air yang berkelanjutan dan efisien.

“Saat ini dua kerjasama di bidang pemanfaataan TIK tersebut sedang dalam tahap persiapan untuk pelaksanaan. Selain itu rencananya untuk pengembangan pemanfaatan bendungan untuk sumber energi terbarukan, seperti halnya pemanfaatan tenaga hidro dan pemasangan panel surya di bendungan untuk menghasilkan energi listrik,” imbuhnya. (ATN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU