Antrean BBM di SPBU Kendari Mulai Mengular

33

 

Antrean Kendaraan di berbagai SPBU di Kota Kendari mulai mengular. Mulai pagi dinihari, beberapa SPBU sudah dipadati kendaraan yang antre mengisi BBM. Tampak antrean di SPBU Brigjen Katamso Baruga Sabtu, 4 Juli 2026 sekitar pukul 06.00 Wita

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Ada pemandangan menarik di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Setiap hari, antrean kendaraan roda empat mulai banyak yang mengular hingga ke jalanan. Antrean bahkan membuat warga menunggu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite.

Pemandangan seperti ini mulai terjadi sejak dua pekan terakhir. Kepadatan kendaraan yang mengisi BBM subsidi itu masih terus terjadi hingga Sabtu, 4 Juli 2026. Lenterasultra memantau langsung sejumlah SPBU di Kota Kendari. Mulai subuh dinihari, sudah banyak kendaraan roda empat yang antre di depan SPBU hingga meluber di sepanjang jalan.

Di SPBU dengan nomor registrasi  74.931.11 misalnya, sejak pukul 05.00 Wita dini hari sudah banyak kendaraan yang mengantre. Padahal,  SPBU yang dikelola PT Ade Sultra Persada ini terlihat masih tutup. Meski begitu, jumlah antrean kendaraan di SPBU Ade terus bertambah. Sekitar pukul 06.30 Wita, antrian kendaraan sudah mengular hingga melewati bundaran pesawat Lepo-lepo. Sampai pukul 12.00 Wita, antrean panjang kendaraan belum juga terurai.

Di SPBU  74.933.01 yang terletak  depan Markas Komando  Brimobda Sultra,  jalan Brigjen Katamso juga sama. Antrean kendaraan roda empat juga mengular hingga ke badan jalan, Sabtu, 4 Juli 2026. Antrean di SPBU yang dikelola PT Putra Pratidina mulai terlihat sekitar pukul 05.30 Wita. Kendaraan terlihat berderet mulai dari pintu masuk depan SPBU hingga melewati perempatan jalan terminal baruga dan Konda.

Related Posts

Jufri, salah satu warga Kota Kendari mengatakan sejak pukul 06.00 Wita, dia sudah tiba di SPBU depan Brimob. Ia sengaja datang lebih pagi, agar tidak antre dan cepat mengisi BBM. Namun prediksinya meleset. Begitu tiba di SPBU depan Brimob, BBM pertalite habis dan sedang menunggu pengiriman dari Pertamina. “Saat tiba di SPBU, saya kira tidak ada antrean  karena masih pagi sekali. Ternyata prediksiku meleset. Mobil yang antre sudah panjang, bahkan antreannya sudah mendekati perempatan jalan menuju terminal Baruga,” katanya.

Banyaknya warga yang menggunakan BBM jenis Pertalite membuat stok BBM subsidi itu habis. Di SPBU depan Brimobda Sultra misalnya, stok BBM habis. Meski begitu, pengendara tetap antri menunggu pengiriman dari Pertamina. Foto : Adhi

Mengetahui pertalite kosong, sebagian pengantre di SPBU depan Brimob memilih bubar. Sementara Jufri tetap antre, sambil menunggu suplai BBM di SPBU 74.933.01 tersebut. Mobilnya, baru mengisi BBM pertalite setelah pukul 10.00 Wita. “Jam 9 mobil tangki pertamina datang mengisi Pertalite. Satu jam kemudian, baru saya dapat BBM pertalite. Jadi kurang lebih 4 jam menunggu,” sambungnya.

Di SPBU 74.931.08 Tipulu, antrean kendaraan juga berderet di sepanjang jalan Mayjen Sutoyo. Pemandangan ini terlihat Jumat sore, 3 Juli 2026 sekitar pukul 15.30 Wita. Kendaraan yang didominasi roda empat terlihat antre di sepanjang jalan tersebut hingga mendekati SMA Negeri 1 Kendari. “Sudah lebih satu jam saya antre, belum dapat giliran karena banyak yang antri,” kata Arif salah satu pengantri di SPBU Tipulu.

Warga kota lama Kendari ini bilang, panjangnya antrean mobil diberbagai SPBU mulai terjadi dua pekan terakhir. Penyebabnya, banyak pemilik mobil yang semula memakai BBM Pertamax, kini beralih di Pertalite. Selisih harga antara pertalite dan pertamax lebih 60 persen. Selain itu, ada juga oknum sopir mobil yang mengantre berulang-ulang,” sambungnya.

Di SPBU 74.93103 Teratai,  SPBU 74.931.01 Saranani dan SPBU 74.931.07 Ahmad Yani juga terlihat antrean panjang kendaraan. Di tiga SPBU ini, puluhan kendaraan hampir setiap hari terlihat antrean dan mengular hingga sepanjang badan jalan. (Adhi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU

Sekjen AMSI Meninggal Dunia

Keluarga besar Asosiasi Media Siber Indonesia berduka. Sekretaris Jenderalnya, Maryadi meninggal dunia, Jumat 3 Juli 2026. Ketua Umum…