Jatuh dari Pohon, Perut Remaja Ini Membengkak Sejak 11 Tahun Lalu

KONAWE, LENTERASULTRA.COM – Malang benar nasib Adi Ardiansyah (16), warga Desa Mataiwoi, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe. Remaja yang seharusnya sedang giat-giatnya menempuh pendidikan ini terpaksa harus putus sekolah, lantaran penyakit yang dideritanya. Adi pun kini hanya bisa menghabiskan waktu dengan bermain di lingkungan sekitarnya.
Sejak tahun 2018 lalu, putra pasangan Surohim dan Soraya ini menderita pembengkakan di perutnya. Penyebabnya, kala itu ia terjatuh dari pohon.
“2008 terjatuh dari pohon, saat itu ia sedang bermain dengan teman-temannya hingga masuk waktu magrib. Perutnya terus bengkak bahkan alat vitalnya juga. Dari hari ke hari perutnya bengkak. Waktu jatuh dari pohon saya bawa ke rumah sakit, dirawat hingga 9 hari tidak ada perubahan. Uang kami juga nyaris habis, dokter mendiagnosa jika anak kami mengalami kebocoran jantung,” tutur sang ibu, Kamis (4/4/2019).
Surohmin yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh mengaku terkendala biaya pengobatan anaknya. Penghasilan pas-pasan yang ia peroleh sehari-hari hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pasangan ini pun terpaksa pasrah dengan kondisi pembengkakan perut putranya.
“Kalau sakitnya kambuh, saya hanya kasi vitamin saja untuk meredakan rasa nyeri di perutnya. Uang sudah habis. Jual motor juga sudah saya lakukan, sapi juga sudah dijual,” sambungnya.
Sebenarnya sama seperti orang tua pada umumnya, begitu besar keinginan Surohim dan Soraya untuk membawa buah hatinya berobat di Makassar, Sulawesi Selatan. Ia yakin jika alat medis di saja jauh lebih maju dan ada harapan kesembuhan anaknya.
“Mudah-mudahan ada yang membantu kami, kalau pun tidak ada juga tidak apa-apa,” harapnya.
Reporter: Wulan
Editor: Fiyy
