Nasabah BRI Raha Klaim Duitnya Hilang Usai Transfer

673
Lestari Bitu, memperlihatkan notifkasi SMS dari Bank BRI yang menyatakan duitnya terpotong Rp 2 juta, sebagai biaya transkasi dari transfer bank lain

LENTERASULTRA.com-Sudah cukup lama Lestari Bitu galau. Perempuan muda dari Muna ini masih belum bisa percaya bagaimana bisa dia menerima transferan duit yang jumlahnya sama dengan potongan alias biaya transfer. Nilainya lumayan Rp 2 juta. Ia baru menyampaikan masalahnya ini ke publik, setelah ramai kasus skimming (duplikasi rekening dan ATM), yang menimpa sejumlah nasabah Bank BRI di Indonesia.

Lestari adalah pegawai di Dinas Perhubungan Muna. Januari lalu, ia menerima transferan duit dari seorang kawannya, yang nama dan daerahnya tak ia sebut. Duit itu dikirim lewat Bank Mandiri ke rekening BRI miliknya. “Duitnya saya tidak langsung cek ke ATM, karena ada SMS banking masuk ke Ponsel saya bahwa duit itu sudah masuk,” kata Lestari, Selasa (20/3).

Sayangnya, Lestari tak langsung menarik duit itu. Tiga pekan kemudian, ia menerima notifikasi baru di Ponselnya bahwa ada pengurangan dana di rekeningnya sejumlah Rp 2 juta. Dalam pesan sistem yang diterimanya, pengurangan itu adalah biaya administrasi dari transaksi transfer antar bank yang ia lakukan.

Sebagai nasabah BRI, ia memutuskan menemui pihak bank, ikhwal masalah yang dialaminya. Hal mengejutkan, saat menemui pihak bank, Lestary mendapatkan jawaban yang menurutnya tak masuk akal. Katanya, pemotongan itu dilakukan oleh sistem. “Jawaban pihak bank juga aneh. Kok pemotongannya sebesar itu,” ucap Lestary saat ditemui, Selasa (20/3).

Pihak bank pun meminta Lestari menghubungi kawan yang mengirimkannya duit itu. “Bagaimana mau temui teman saya, sementara telah berhasil ditransfer,” geram Lestary sembari menyebut pihak bank tak memberikan penyelesaian pada nasabah.

Ia pun merasa dirugikan. Apalagi, raibnya duit itu, tanpa ada konfirmasi pada dirinya. Langkah yang diambilnya pula, sejumlah duit yang tersimpan di buku tabungannya, ditarik semua. Hal itu dilakukan untuk menghindari agar tak hilang misterius lagi.

Sementara pihak bank BRI, tak berhasil ditemui. Begitu juga pimpinanan Cabang BRI Raha, Feisal Erik Mahisya. “Masih di Kendari,” singkat salah satu satpam BRI, La Ode Sifu yang juga berusaha memediasi pertemuan beberapa jurnalis dengan pihak manajemen bank. (ery)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU