Imran Legawa Jika Gerindra Sultra Pindah Tangan

736
H Imran, Ketua Gerindra Sultra
H Imran, Ketua Gerindra Sultra

LENTERASULTRA.com-Tawa H Imran begitu lepas. Tak sama sekali terdengar ada beban dari suaranya di balik telepon. “Saya di perjalanan menuju Kolaka dinda. Kalau soal Gerindra, mungkin benar ya,” begitu ia memulai pembicaraan saat lenterasultra.com menghubunginya, Rabu (20/9) pagi tadi.

Imran mendadak dikabarkan sudah dicopot dari posisinya sebagai Ketua DPD Gerindra Sultra. Ia digantikan oleh Masihu Kamaluddin, Rektor Universitas Lakidende (Unilaki). Pencopotan itu di dengarnya dari jurnalis yang mengkonfirmasikan soal itu kepadanya.

“Katanya sih begitu. Saya tidak mungkin bilang bohong, karena yang bicara kan Pak Masihu. Seorang profesor yang sama-sama kita hargai. Bisa jadi dia benar karena secara resmi saya belum diberi tahu,” kata mantan Bupati Konawe Selatan ini.

Tapi secara formal, baik itu lewat surat atau disampaikan lisan dari pengrus DPP Gerindra, ia belum menerima pemberitahuannya. Tapi jika pun itu memang betul-dicopot dari Ketua Gerinra-baginya bukan masalah serius. Ia bahkan tak tertarik mempertanyakan itu ke DPP.

“Mungkin DPP berpikir ada yang lebih baik. Kemarin (waktu menerima jabatan Ketua Gerindra) itu kan saya diberi kepercayaan. Kalau sekarang diambil lagi, yah tidak apa-apa. Barangkali yang memimpin baru nanti bisa lebih baik,” tukasnya.

Katanya, seseorang bila ingin menduduki kursi pimpinan partai, tentu punya motivasi politik dan juga ekonomi. Sedangkan dirinya, tidak maju di Pilgub Sultra “Kalau motivasinya ekonomi, justru kita jadi ketua partai ini malah kita yang mengeluarkan dana. Jadi nda apa-apalah kalau soal Ketua Gerindra itu,” tambah Imran, lagi-lagi dengan tawa.

Yang ia tahu, sejak menerima amanah sebagai Ketua Gerindra, sudah banyak yang ia lakukan untuk partai termasuk menyusun struktur kepengurusan sampai ke kecamatan. Persiapan menuju Pemilu juga telah dilakukan.

“Tapi kalau ada yang dianggap lebih baik, silahkan saja. Gerindra ini kan berbeda dengan yang lain. Tidak ada Musda untuk menentukan ketua. Jadi kalau situasi begini (dicopot mendadak), itu biasa. Insya Allah saya tidak ada masalah,” tambah Imran.

Imran menegaskan, bila sampai saat ini Prof Masihu Kamaluddin belum menghubunginya untuk memberi kabar soal pergantian pimpinan Gerindra di Sultra, termasuk memperlihatkan jika memang sudah ada Surat Keputusan (SK) resminya.

Terkait soal Pilgub, Imran punya cerita. Katanya, sepekan lalu ia diminta menghadap DPP untuk membahas soal itu. Ada tiga nama yang masuk radar Gerindra dan diusulkan, yakni Asrun, Masihu Kamaluddin, dan Rusda Mahmud.

“Kalau soal siapa yang diusung. Itu kewenangan  DPP. Makanya, kalau sekarang rekomendasi soal Pilgub itu ada, mungkin benar adanya karena saya juga tidak diberi tahu. Bisa jadi benar karena Prof Masihu bilang begitu,” ujar mantan Ketua Partai Demokrat itu.

Imran baru setahun lebih jadi Ketua Gerindra, menggantikan Anton Timbang. Ia dilantik di Hambalang, Juli 2016 lalu    oleh Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto. Seperti halnya kali ini, pergantian kala itu juga terkesan mendadak.

Anton Timbang yang bisa dianggap sukses mengawal Gerindra di Pemilu 2014, dicopot begitu saja tanpa kabar apapun sebelumnya. Padahal, di era Anton, Gerindra punya kursi di DPR RI dan punya banyak kader di kursi pimpinan DPRD di daerah.

Selain Gerindra Sultra saat itu, DPP Gerindra juga mengganti kepengurusan DPD Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau, Sulawesi Utara, Gorontalo, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.(isma)

Editor : M.Rioddha

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU