KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Ribuan warga Muna dari berbagai penjuru tanah air tumpah ruah memadati kawasan Eks MTQ Kota Kendari, Minggu (19/7) pagi. Mereka hadir mengikuti sebuah kegiatan kolosal bertajuk silaturahmi akbar masyarakat Muna, dengan beragam agenda. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah ditampilkannya 1.228 dulang (nampan ) berisi aneka makanan khas Pulau Muna.
Kehadiran seribuan nampan berisi beragam kuliner khas tersebut menjadi penegaskan bahwa tradisi masih sangat dihargai dan dipertahankan oleh masyarakat Muna. Selain itu, 1.228 dulang yang disuguhkan dalam satu acara ternyata menjadi yang terbanyak sampai saat ini, bukan saja di Indonesia tapi juga dunia. Museum Rekor Indonesia (MURI) pimpinan Jaya Suprana pun mencatat ini sebagai sebuah rekor.
Lalu siapa sosok dibalik suksesnya silaturhami akbar masyarakat Muna tersebut? Tanpa mengesampingkan kontribusi pihak lain, nama La Ode Darwin pantas mendapatkan apresiasi lebih. Pasalnya, baru juga dua bulan lalu, terhitung sejak tanggal 19 Mei 2026, Bupati Muna Barat ini dikukuhkan sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Muna (KKMM), ia sudah berhasil menggelar sebuah acara megah, menghadirkan ribuan orang dan para tokoh.
Pemberian rekor MURI itu ditetapkan dihadapan ribuan masyakat Muna, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, Ridwan Bae, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Forkopimda, serta berbagai tokoh Masyarakat Muna dan tamu undangannya lainnya. Perwakilan MURI mengatakan sejak pagi, pihaknya telah melakukan verifikasi terkait jumlah dulang yang disajikan Masyarakat Muna di acara silaturahmi akbar.
“Panitia menyampaikan bahwa akan disajikan 1.200 dulang yang disajikan. Namun hasil verifikasi kami tadi, kami mendapatkan 1.228 dulang. Melihat seluruh jalannya acara, mohon maaf MURI tidak bisa memberikan kegiatan ini sebagai rekor Indonesia karena pada hari ini MURI akan memberikan dan mencatatkan kegiatan ini sebagai rekor dunia,” kata Jaya Supriana melalui salah satu utusannya saat membacakan keputusannya.
Jaya Supriana melalui utusannnya menambahkan silaturuhami akbar Masyarakat Muna yang dilaksanakan di Kota Kendari mengajarkan kepada siapa saja bahwa, di zaman digital seperti sekarang ini banyak masyarakat yang mengumpulkan follower, tetapi sering kali meninggalkan keluarga. Selain itu ada juga yang berlomba-lomba mencari koneksi internet tetapi konekasi antar sesama manusia, sudah mulai hilang.
Namun masyarakat Muna telah menunjukan pelajaran yang berharga bahwa dulang bukan hanya sebagai tempat makanan. Dulang adalah kekebersamaan, dulang adalah wadah doa, wadah sukur bagi semua. “Semoga kegiatan ini bukan menjadi titik akhir tetapi tanda koma bahwa tugas sesunggunya kita menjaga dan melestarikan budaya yang kita miliki,” kata Jaya Supriana melalui perwakilannya yang hadir di Kendari.
La Ode Darwin, Ketua Kerukanan Masyarakat Muna mengatakan penyajian 1.228 dulang di acara silaturahmi akbar Masyarakat Muna menjadi kebanggaan bagi seluruh Masyarakat Muna. Upaya ini merupakan bagian dari pelestarian budaya Masyarakat Muna sehingga kedepannya bisa terus hidup dan berkembang.
Bupati Muna Barat ini menambahkan pelsetarian budaya harus menjadi Gerakan bersama sehingga mampu mempererat persatuan dan menanamkan kebanggan terhadap identitas daerah. (Adhi)