Dibangun Berdampingan, Polda Sultra Punya Tiga Rumah Ibadah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Potret toleransi umat beragama terlihat di Polda Sulawesi Tenggara. Di kompleks markas kepolisian itu, ternyata memiliki tiga rumah ibadah. Selain Masjid, Pura dan Gereja juga berdiri di kawasan Polda Sultra. Bahkan dua dari rumah ibadah, yakni gereja dan pura dibangun berdampingan.
Dari tiga rumah ibadah di Polda Sultra, Masjid Al-Amin yang lebih dulu berdiri. Tempat ibadah umat muslim ini dibangun tahun 2006 di era kepemimpinan Edi Susilo sebagai Kapolda. Masjid Al-Amin berukuran 200 meter persegi dan mampu menampung hingga 1.000 jamaah sekaligus.
Setelah Masjid Al-Amin yang dibangun, dua rumah ibadah lainnya menyusul berdiri di area Polda Sultra. Pertama Gereja Oikumene, kedua Pura Dharma Chakti Raharja. Rumah ibadah umat Kristen dan umat Hindu ini dibangun berdampingan. Letaknya di belakang Aula Dharana Lastarya (Dhalas). Dua rumah ibadah ini memiliki ukuran panjang dan lebar yang hampir sama yakni sekitar 300 meter persegi.
Gereja Oikumene dan Pura Dharma Chakti Raharja mulai dirancang pembangunannya di era Yan Sultra Indrajaya sebagai Kapolda Sultra. Khusus Gereja dimulai sekitar tahun 2021 lalu. Yan Sultra Indrajaya mengakui jika pembangunan dua rumah ibadah itu, mulai digagas dimasa kepemimpinannya. Bahkan sebelum dipindahkan sebagai Kapolda Bangka Belitung, Yan Sultra Indrajaya sempat menyerahkan bantuan pembangunan Pura dan Gereja kepada perwakilan personil polisi yang beragama Kristen dan Hindu pada Jumat, 5 November 2021. “Iya. Kalau tidak salah awal tahun 2021 geraja sudah mulai dibangun,” kata Yan Sultra kepada lenterasultra.

Baik gereja maupun pura sudah dimanfaatkan untuk beribadah bagi umat Kristen dan Hindu. Bukan hanya personil polisi yang beragama kristen atau Pura yang bekerja di Polda Sultra, umat Kristen dan Hindu dari luar Polda juga memanfaatkan dua rumah ibadah itu untuk beribadah.
Saat menyambut perayaan Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026 lalu misalnya. Kepolisian daerah Sultra menggelar doa bersama di Gereja Oikumene. Acara ini dilaksanakan Selasa, 16 Juni 2026. Kegiatannya berlangsung sejak pukul 08.00 Wita. Doa bersama saat itu dipimpin Pdt. Dr. Lucky Setiawan. Kegiatan ini dihadiri Irwasda Polda Sultra, Dansat Brimobda, Dir Samapta, Kabid Dokkes dan persekutuan Oikumene Sultra.
Sementara Pura Dharma Chakti Raharja diresmikan penggunaanya oleh Kapolda Sultra Dwi Irianto pada Selasa, 25 Maret 2025. Seremoni penggunaannya saat itu dihadiri Ketua Parisada Hindu Dhatma Indonesia (PHDI) Sultra Prof. Dr. Eng. I Nyoman Sudiana serta seluruh personil Polda Sultra beragama Hindu. (Adhi)