Iduladha 1447 H, KPR Silika Salurkan Hewan Kurban di Empat Desa

7
Momentum Hari Raya Iduladha 1447 H tahun 2026 Masehi dimanfaatkan PT KPR Silika untuk berbagi bersama. Yang dilakukan adalah menyalurkan hewan kurban di empat desa lingkar tambang. Foto : Ist

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan PT Kasmar Poleang Raya (KPR) Silika memperkuat dampak ekonomi dan sosial masyarakat. Salah satu program yang dilakukan adalah menyalurkan hewan kurban di wilayah lingkar tambang yakni di daerah Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), KPR Silika menyalurkan 4 ekor sapi kurban. Empat hewan kurban ini didistribusikan kepada masyarakat di empat desa lingkar tambang yakni, Desa Akacipong, Desa La Ea, Desa Waemputang dan Desa Kali Baru.

Program ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan sosial keagamaan, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal, khususnya para peternak hewan kurban dan rantai distribusi pangan di wilayah Poleang Selatan.

“Idul Adha harus kita lihat sebagai momentum yang mampu menghidupkan ekonomi masyarakat lokal. Karena itu, KPR Silika berkomitmen agar pengadaan hewan kurban melibatkan peternak lokal. sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Superintendent External Relations KPR Silika, Ishak Salu Pasamba.

Ishak Salu menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus memperkuat harmoni kebersamaan dengan masyarakat desa lingkar tambang. “Kami berharap program ini dapat mempererat silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat, bahkan pemerintah setempat. Kehadiran perusahaan harus memberikan nilai tambah, baik secara sosial, budaya, maupun ekonomi, terutama bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional,” tambahnya.

Panitia kurban PT KPR Silika membagikan daging kurban kepada warga disekitar tambang. Foto : Ist

Dampak ekonomi dari momentum Iduladha ini juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha ternak lokal. Kaimah, salah satu penjual sapi di Desa Waemputang, mengaku permintaan hewan ternak meningkat signifikan selama musim kurban tahun ini.

“Momentum Iduladha tahun ini, penjualan hewan ternak sangat meningkat. Bagi kami para peternak, kegiatan seperti ini sangat meningkatkan pengembangan usaha ternak lokal dan harga penjualan ternak,” katanya.

 Menurutnya, efek ekonomi dari pembelian hewan kurban tidak berhenti di tingkat peternak saja, tetapi ikut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas. “Dampak penjualan hewan ternak ini juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat Poleang Selatan, mulai dari aspek distribusi, pengolahan, hingga konsumsi daging di banyak warung makan,” ujarnya.

 Sementara itu, Basri, Kepala Dusun Akacipong, menyebut program distribusi hewan kurban KPR Silika menjadi bantuan kurban pertama yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat Dusun Boasing.  “Selama ini, belum ada bantuan yang dirasakan masyarakat Dusun Boasing, terutama hewan kurban karena mobilisasi yang jauh dari desa induk dan selalu hanya mendapatkan dari dusun terdekat. Lewat program ini, akhirnya setiap desa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapat distribusi hewan kurban. Kami sangat bersyukur karena ini pertama kalinya dirasakan oleh masyarakat langsung,” ungkap Basri.

 Hewan kurban tersebut kemudian diserahkan langsung kepada pemerintah desa masing-masing untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat penerima berdasarkan hasil pendataan dan koordinasi pemerintah desa setempat. (Ril/Adhi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU