ASR Tepis Isu Ada Gubernur Bayangan

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR) akhirnya buka suara terkait isu adanya sosok yang diklaim sebagai gubernur bayangan di Pemprov Sultra. ASR memastikan bahwa hal itu hanyalah isu sahaja. Bilapun ada sosok yang disebut-sebut kerap bekerja mengatasnamakan dirinya, memang karena ia yang mengangkat dan memerintahkan.
“Sebut saja P, atau Purnomo. Itukan yang sering disebut-sebut, nah saya jelaskan ya. Beliau adalah Ketua Tim Ahli Gubernur Sultra, resmi. Saya yang angkat bersama 11 orang lainnya di tim ini dengan berbagai bidang tugas. Jadi wajar, kalau dia bekerja atas nama saya,” kata Gubernur ASR, di depan puluhan jurnalis dalam diskusi akhir tahun di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (31/12) siang.
Sebagai seorang yang terbiasa bekerja taktis dan efisien selama jadi prajurit, ASR juga mengingingkan hal serupa di birokrasi yang ia pimpin saat ini. Sosok Purnomo, ditunjuknya untuk melaksankan koordinasi dengan beberapa pihak, agar tugas-tugas teknis bisa lebih cepat dituntaskan. Bila semuanya harus dikerjakan oleh organisasi perangkat daerah (OPD), seringkali ada hambatan administrasi.
“Saya kasih contoh saja. Waktu saya ke Torobulu, saya temukan di pelabuhan itu ada lobang yang membahayakan. Saya tanya dinas terkait, anggarannya tidak ada untuk perbaikan. Pak Purnomo saya tugaskan koordinasi TNI, kalau bisa dikerja cepat butuh berapa hari dan berapa duit. Nilainya ternyata jauh lebih kecil dan hanya dua hari. Kalau saya tunggu OPD, harus dibahas di DPRD lagi, tunggu tender dulu. Itu butuh waktu. Jadi, posisi Pak Purnomo itu disana, tidak mengganggu tugas OPD,” terang Gubernur.
ASR juga memastikan, Purnomo tidak menerima satu peserpun dari APBD, sebagai honor dalam pelaksanaan tugas-tugasnya sebagai ketua tim ahli Gubernur Sultra. Kehadirannya, semata-mata membantunya dalam menjalankan tugas untuk hal-hal yang taktis yang jika diserahkan ke OPD, maka bisa butuh proses lebih lama dan selalu berbasis anggaran.
Gara-gara isu bayangan itu, Gubernur Sultra itu mengaku penting baginya meluruskan kabar tak tepat tersebut, apalagi jika dikaitkan ia mengambil alih urusan pekerjaan OPD yang ada. “Pak Purnomo kemarin izin, mau kembali dulu ke Jakarta. Sambil bercanda saya bilang, silahkan Pa Bayangan,” kelakar ASR di hadapan puluhan kepala OPD yang juga turut hadir.
“Jadi, saya tegaskan ya..nda ada bayangan. Yang ada itu karena saya orang praktis, saya membutuhkan kerja-kerja yang taktis. Itulah peran dari tenaga ahli yang saya bentuk ini. Apalagi, saya ini baru masuk ke wilayah birokrasi yang tentu butuh waktu bagi saya untuk mengamati semua jajaran dibawah. Kinerjanya, kompetensinya. 10 bulan bagi saya sudah cukup, dan 2026 nanti kita tata semuanya kembali,” tegas mantan Panglima Kodam Hasanuddin ini.(red)
