ASR : Berkarya Dulu Baru Bicara

50
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka berbicara di hadapan puluhan jurnalis dan pejabat eselon di Pemprov Sultra, dalam acara diskusi akhir tahun, Rabu (31/12/2025). Ia menjawab berbagai hal yang terjadi selama 10 bulan terakhir kepemimpinanya. FOTO :AMR

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR) ternyata cukup banyak mendengar berbagai cerita terkait kepemimpinannya selama 10 bulan terakhir. Salah satu yang ia singgung adalah isu bahwa dirinya jarang bahkan memilih tidak mau bicara banyak di hadapan media. Kesan bahwa ia menghindari wawancara door stop juga tak ia bantah.

“Karena memang belum saatnya saya ngomong (alasan kenapa ia banyak diam). Saya mau ngomong apa kalau bekerja saja belum. Nah, ini sudah 10 bulan, sudah akhir tahun dan kita menyambut tahun baru. Sudah saatnya saya bicara juga,” papar ASR, di hadapan puluhan jurnalis yang diundangnya di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (31/12/2025) dalam acara diskusi akhir tahun bersama jurnalis.

Menurutnya, ia tak mau banyak bicara selama ini karena fokus bekerja, bertanggungjawab terhadap rakyat atas janji-janjinya. 10 bulan terakhir, ia mengamati betul bagaimana birokrasi bekerja dan menemukan banyak hal-hal baru, yang sedikit berbeda dengan dunia militer yang selama ini membesarkannya. “Di pemerintahan sipil ini, semua program selalu anggarannya duluan yang dipikirkan, betul apa tidak?” katanya dengan nada tanya.

Sebagai orang yang hidupnya tertata, sejak awal berkarir di militer hingga ke puncak sebagai Panglima, lalu pindah ke dunia sipil ia memulai dengan mengamati semua perangkat daerah yang bekerja dalam sistem yang ia bangun. Itulah alasannya, ia belum banyak merotasi pejabat karena berharap bahwa selama ini mereka bukan tak pandai, tapi karena masuk di sistem yang tidak mendukung inovasi.

“Saya tahu ini wajah-wajah yang kemarin tidak mendukung saya, tapi saya tidak langsung ganti. Saya tidak mau membunuh karier orang, saya ingin lihat dulu kompetensi mereka satu persatu. Nah, ini sudah tahun 2026, sudah saatnya kita ganti pola. Saya bukan orang pendendam, kalau dia jujur saya pasti maafkan. Saya sudah menemukan sistemnya. Kita pakai manajemen talenta dan merit sistem. Hanya orang kompeten yang bisa masuk, berintegritas dan fokus pada kinerja,” urai ASR, yang disambut tepukan gemuruh dari para pejabat eselon dua yang juga hadir di acara tersebut.

Gubernur Sultra ini menegaskan, dengan kondisi keuangan yang terbatas usai pemangkasan dana transfer, ia membutuhkan pimpinan perangkat daerah yang bisa memaksimalkan semua potensi untuk meningkatkan kinerja terhadap rakyat. Ia hanya akan memilih orang-orang berprestasi, bukan karena titip-titipan.

“Kenapa Singapura bisa maju, padahal tidak punya sumber daya alam (SDA)? Karena mereka menyiapkan sumber daya manusia yang kuat. Kita juga wajib melakukan itu, dengan sistem merit, kita hanya akan bekerja bersama orang-orang kompeten. Prinsipnya, right man on the right place,” tegasnya. ASR memastikan, sudah melarang keluarganya untuk cawe-cawe urusan jabatan dan proyek di Pemprov.

Informasi yang beredara di lingkup Pemprov Sultra, awal Januari ini bakal ada pelantikan pejabat level eselon 2, termasuk rotasi dan mutasi secara besar-besaran. Apalagi, saat ini sedang ada seleksi aparatur untuk mengisi beberapa jabatan kosong yang ditinggal pensiun pejabat sebelumnya.(red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU