Perumda Sultra Jamin Seleksi Ketat Penerima 100 Lapak UMKM di Eks MTQ

498
Akhmad Rizal, Direktur Utama Perusahan Umum Daerah (Perumda) Sultra. Dengan detail ia menjelaskan soal mekanisme seleksi terhadap para pedagang nanti yang berminat berjualan di areal kawasan MTQ dengan 100 lapak UMKM yang disediakan pemerintah. FOTO :ADHI

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Pemerintah Provonsi Sultra kini tengah merampungkan pengerjaan 100 unit lapak kuliner di dalam kawasan eks MTQ, yang disiapkan khusus untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Targetnya, sebelum Desember berakhir, gerai-gerai perkulakan itu sudah tuntas dan diserahkan kepada Perusahaan Umum Daerah (Permuda) Aneka Usaha Sultra untuk dikelola.

Nantinya, 100 lapak itu akan diberikan kepada semua pengusaha kecil yang bergerak di bidang kuliner, baik mereka yang selama ini berusaha di wilayah eks MTQ maupun tempat lain di Kota Kendari. “Siapapun boleh mengajukan diri jika berminat berjualan di kawasan eks MTQ itu, nanti kita akan seleksi ketat siapa yang berhak,” ungkap Akhmad Rizal, Direktur Utama Perumda Utama Sultra, saat ditemui di kantornya, Jalan Abunawas, Kelurahan Korumba, Kota Kendari, Selasa, 9 Desember 2025.

Akhmad Rizal mengakui jika 100 unit lapak UMKM itu masih dikebut penyelesaiannya. Meski demikian, pihaknya sudah pelan-pelan menyosialisasikan ke sejumlah pedagang dan menawarkan untuk ikut meramaikan berdagang di kawasan MTQ. “Responnya bagus karena sudah banyak pelaku usaha yang datang. Tapi proses pendaftaran belum kami buka. Nanti setelah diserahkan ke kami, baru pendaftaran kami buka,” kata lelaki muda yang baru lima bulan menjabat sebagai Direktur Utama Perumda Sultra itu.

Sosialisasi yang dilakukan Perumda, kata abiturien Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo itu untuk menyampaikan kepada publik terkait adanya revitalisasi kawasan eks MTQ Kendari sebagai pusat pengembangan ekonomi kerakyatan dan penyediaan ruang usaha yang lebih layak bagi Masyarakat atau pelaku UMKM. Sosialisasi ini sekaligus menyampaikan prosedur dan syarat untuk mendapatkan lapak UMKM yang menjadi salah satu program Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka.

“Saat sosialisasi, kami juga menyampaikan bahwa untuk mendapatkan lapak itu tidak ada titipan apalagi melalui ordal atau orang dalam,” katanya. Akhmad Rizal menegaskan dan memastikan hal itu. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga marwah dan integritas Perumda Utama Sultra, mengingat tenan yang disiapkan di kawasan eks MTQ hanya 100 unit.

Related Posts

ASR : Berkarya Dulu Baru Bicara

Selama 2025, 39 Kilogram Sabu Masuk Sultra

Lantas bagaimana  mendapatkan 100 lapak tersebut? Pria berusia 36 tahun ini mengatakan, lapak UMKM di eks MTQ Kendari diprioritaskan kepada pelaku usaha mikro. Untuk mendapatkannya, Perumda Utama Sultra akan membuka dan menyampaikan secara terbuka ke publik. Tentunya harus memenuhi berbagai persyaratan yang akan ditentukan. Yang jelas sampai pertengahan Desember ini, Perumda belum membuka secara resmi pendaftaran 100 lapak UMKM itu.

Lapak-lapak UMKIM di kawasan eks MTQ yang tengah dikebut pengerjaannya oleh Pemprov Sultra. Nantinya, lapak lapak ini diperuntukan bagi pedagang kecil untuk berjualan. FOTO : AMR

 

Akhmad Rizal mengatakan, mengingat terbatasnya lapak yang disiapkan di eks MTQ sementara jumlah pelaku UMKM di Kota Kendari mencapai ribuan orang, maka dirinya berjanji akan menyeleksi ketat proses pendaftaran hingga penentuan pengelola 100 lapak itu. “Jangan percaya kalau ada yang menjanjikan bisa mengurus ini. Sekali saya katakana itu tidak akan pernah saya akomodir. Tidak ada Ordal-ordal, Pak Gubernur tidak mentoleransi hal-hal seperti itu,” tegasnya.

Dirut Perumda ini menambahkan, nasib serupa bakal dialami juga bagi calo, yang membawa nama kelompok tertentu, dan mengklaim memperjuangkan lima sampai 10 pedagang, Akhmad menjamin tidak akan terima. Ia ingin, hanya individu pengusaha kecilnya yang mengupayakan sendiri. Syaratnya, misalnya harus tinggal di Kendari, daganganya jelas, dan statusnya memang pedagang kecil.

Jika nanti sudah ditetapkan yang berhak, maka yang lain diminta tetap bersabar. Sebab, Akhmad Rizal menyakini, pimpinannya, Gubernur Andi Sumangerukka, tidak hanya membangun 100 lapak, jika prospeknya bagus, dia yakin gubernur akan mempertimbangkan melanjutkan atau menambah Pembangunan lapak serupa.

“Nanti di area itu, tidak boleh semua menjual jenis dagangan yang sama. Harus variatif. Seleksi lainnya, kita tracking jangan sampai itu hanya cabangnya, sementara di rumahnya usahanya lebih besar. Kita prioritaskan mereka yang merintis, yang memang sedang berjuang untuk keluarganya,” urai Akhmad Rizal.

Terkait kewajiban, pria dengan latar belakang sebagai pengusaha logistik tersebut mengatakan bahwa mereka yang nantinya menempati lapak-lapak itu, hanya diwajibkan membayar biaya listrik, air dan iuran kebersihan. Tapi khusus untuk lapaknya, tidak dibebankan biaya apapun.(red)

 

 

 

 

 

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU