2027, Semua Desa di Sultra Dialiri Listrik

73

 

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka bersama Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Kantor Kemen ESDM, Senin (3/11). Gubernur ASR langsung menindaklanjuti janji Bahlil terkait minimnya PAD sektor Minerba termasuk pembicaraan soal 50 desa di Sultra yang masih gelap. FOTO :SULTRAPROV FB

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) langsung bergerak cepat dan tak ingin buang waktu. Janji Bahlil Lahadalia, Menteri Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan membuat semua desa di Sultra teraliri listrik sampai 2027 nanti segera ditindaklanjuti. Sehari setelah mereka bertemu di Kendari, dalam acara Partai Golkar, gubernur menyusul ke Jakarta.

ASR langsung menemui Mentri Bahlil di Kantor Kemen ESDM di Jakarta, Senin (3/11) sore. Ada Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Tri Winarno dan Dirjen Migas Laode Sulaiman, yang mendampingi Bahlil. Agenda utamanya, mendindaklanjuti semua pembicaraan di Kendari, sehari sebelumnya. Mulai soal listrik, optimalisasi PAD dari sektor tambang termasuk soal dana Jaminan Reklamasi.

Untuk diketahui, saat Menteri Bahlil hadir di Kendari dalam acara Partai Golkar, Gubernur ASR ikut menjemput dan mendampingi selama di Kendari. Saat diberi kesempatan memberi sambutan, ASR dengan nada bercanda menyampaikan bila semua usahanya-menyambut dan hadir di Golkar-karena ada tujuannya. “Tidak ada makan siang yang gratis Pak Menteri,” kata ASR, tentu dengan gaya bercanda.

Related Posts

ASR : Berkarya Dulu Baru Bicara

Selama 2025, 39 Kilogram Sabu Masuk Sultra

Saat itu ASR mengeluhkan terkait minimnya Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Sultra yang diberikan pusat. Padahal, Bumi Anoa punya 96 izin usaha tambang (IUP), tapi hanya kebagian Rp800 an miliar DBH setahun. Sedangkan nikel-nikel yang dikeruk dari perut bumi Sultra berjuta-juta metrikton, dan menghasilkan tak kurang dari 100 triliun setahun.

Makanya, secara khusus, ASR minta agar Menteri Bahlil, yang kebetulan memiliki darah Sultra, membantunya agar semua kewajiban para pengusaha tambang yang beroperasi di Sultra, ditunaikan sesuai ketentuan agar PAD juga tinggi. “PAD kami ini, hanya satu tingkat diatas Papua Pegunungan, tapi terbawah kedua se Indonesia,” kata ASR, Minggu (2/11).

Ketika naik di podium, Bahlil merespon berbagai keluhan Gubernur ASR. Selain itu, Bahlil juga menyampaikan hal yang tak kalah penting adalah adanya laporan soal masih ada 50 desa di Sultra yang gelap saat malam karena belum teraliri listrik. Saat itulah, Ketua DPP Golkar itu berjanji bahwa sampai 2027 nanti, tak boleh lagi ada desa yang gulita. Semua harus sudah terang.

“Ini saya bawa Dirjen saya, Pak La Ode Sulaeman. Beliau orang Sultra, orang Baubau. Pa Dirjen, urus ya ini daerah. 2027 nanti, tak boleh lagi ada yang gelap desa di Sultra. Nanti setelah ini, Pa Dirjen koordinasi dengan ESDM Sultra, soal desa-desa mana saja,” lantang Bahlil dari podium sembari mempersilahkan Dirjen yang ia maksud untuk berdiri agar dikenali publik.

Rupanya, semua janji Bahlil termasuk terkait DBH dan PAD sektor tambang tak mau lama-lama ditindaklanjuti. Bahlil yang terbang ke Jakarta, Minggu sore langsung disusul ASR. “Kita berharap, dengan potensi SDA yang dimiliki Sultra, PAD dapat dimaksimalkan sehingga dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat kita,” kata Gubernur, usai pertemuan itu, seperti dikutip dari laman FB Pemprov Sultra.(red)

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU