Anggaran Proyek Lanjutan Gedung DPRD Bombana Mendadak Hilang

231
Satu dari empat bangunan yang akan dibangun di kawasan kantor gedung DPRD Bombana. Bangunan ini menjadi bangunan utama untuk rapat-rapat DPRD dan Unsur Pimpinan. FOTO :ADHI

 

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM-Pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tak bisa dilanjutkan di tahun 2025. Proyek itu sejatinya sudah teranggarkan dalam dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, sebesar Rp8 Miliar yang ditetapkan akhir 2024 lalu. Tapi begitu pemerintahan baru, duit untuk pekerjaan itu mendadak hilang alias terhapus dari daftar proyek prioritas 2025.

Uniknya, rencana lanjutkan pekerjaan itu tak saja hilang di dokumen APBD 2025 induk, tapi juga tak terlihat di APBD Perubahan 2025. Padahal, saat pembahasan rancangam APBD 2025, November 2024 lalu, dana lanjutan proyek Gedung DPRD Bombana sudah ditetapkan dan disepakati bersama antara badan anggaran (Banggar) DPRD dan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Pemda Bombana. Anggaran tersebut diduga dialihkan untuk membiayai kegiatan lain di tahun 2025.

Syaharuddin, salah satu anggota Banggar DPRD Bombana membenarkan hilangnya anggaran lanjutan pembangunan gedung baru kantornya. Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bahkan merasa heran dengan dihapusnya dana lanjutan proyek DPRD padahal anggarannya sudah disahkan dalam lembaran dokumen daerah yakni APBD 2025.

Pria yang akrab disapa Danil mengaku, hilangnya dana lanjutan Pembangunan gedung DPRD Bombana sudah berkali-kali dibahas dan dipertanyakan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. “Setiap kali pembahasan dengan Dinas PU, kami terus mempertanyakan hal ini. Alasannya, tidak cukup anggaran dan tidak cukup waktu pekerjaannya,” kata Danil.

Danil menambahkan, dana lanjutan Pembangunan gedung DPRD Bombana hilang saat pergeseran ketiga di tahun 2025. Ditanya siapa yang hilangkan?, Danil tidak mengetahui pasti. Yang jelas kata dia, bukan dari badan anggaran DPRD. Anggota DPRD Bombana dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 meliputi Kecamatan Poleang, Poleang Barat, Poleang Tengah dan Tontonunu ini sangat menyayangkan hilangnya dana lanjutan pembangunan gedung DPRD Bombana.

Menurut Danil, anggaran pembangunan gedung DPRD sangat dibutuhkan untuk merampungkan pekerjaan kantor baru mereka. Sebab, kondisi gedung DPRD Bombana saat ini yang terletak di samping Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah tidak layak lagi. “Setiap hujan, beberapa ruang kerja anggota, pasti kebanjiran,” kata Danil.

Padahal, jika dana Rp 8 Miliar itu tidak hilang, ada lagi tambahan gedung yang bisa diselesaikan di tahun 2025 ini. Tidak hanya itu, staf sekretariat dan anggota DPRD sudah bisa pindah kantor di tahun 2025 ini. Karena sejak dibangun tahun 2023 lalu, sudah ada satu gedung yang rampung dan sudah siap pakai. Tetapi karena anggaran dihapus, proyek jadi terlantar. Soal kemana “perginya” duit itu, Danil mengaku tak tahu.

Related Posts

ASR : Berkarya Dulu Baru Bicara

Selama 2025, 39 Kilogram Sabu Masuk Sultra

Pembangunan Gedung Baru DPRD Bombana tak bisa dilanjutkan tahun ini karena anggarannya mendadak dihapus dari dokumen APBD dan dialihkan ke tempat lain.; FOTO :ADHI

 

Sementara itu, Ketua DPRD Bombana, Iskandar juga mengakui bila anggaran lanjutan Pembangunan gedung DPRD dihilangkan dari APBD dan APBD-P 2025. Anehnya, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku tidak mengerti mengapa dana tersebut hilang. “Tidak mengerti kenapa hilang,” kata Iskandar, saat ditemui di gedung DPRD Bombana, akhir September lalu.

Saat ditanya siapa yang menghilangkan dana sebesar Rp 8 milyar tersebut, Iskandar mengatakan hal itu dilakukan oleh pemerintah. “Pemerintah yang kasih hilang, mereka yang geser to..!,” sambungnya.

Menurut Iskandar, hilangnya dana lanjutan Pembangunan gedung DPRD sebesar 8 milyar rupiah disebabkan karena pembangunannya tidak bisa dilaksanakan lagi. Sebab, waktu pelaksanaanya sudah sangat mepet karena tahun anggaran 2025 tersisa dua bulan lagi. “Nanti putus kontrak. Karena ini pekerjaan konstruksi,” ungkapnya.

Pembangunan gedung baru DPRD Bombana dimulai sejak tahun 2023 lalu. Lokasinya dibilangan Lantowua tepatnya disisi barat Tugu Munajah. Sesuai perencanaan, tempat berkantor anggota dewan Bombana akan dibangun empat gedung. Bangunan pertama menjadi gedung utama. Gedung ini menjadi tempat rapat-rapat anggota dewan serta ruang kerja unsur pimpinan.

Disisi kiri dan kanan bangunan utama juga akan dibangun dua gedung. Dua bangunan ini menjadi kantor sekretariat DPRD, ruang fraksi-fraksi dan komisi. Sedangkan bangunan keempat dirancang dibangun di belakang gedung utama. Bangunan ini diperuntukan bagi ruang masing-masing anggota DPRD. Jumlahnya bukan lagi untuk 25 anggota dewan Bombana seperti yang ada saat ini, tapi dipersiapkan bagi 30 anggota dewan. Sampai saat ini, kantor baru DPRD Bombana baru merampungkan satu bangunan yakni gedung utama. Sementara tiga bangunan lain belum satupun dikerjakan.

Penulis : Adhi

Editor : AMR

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU