1.800 Pelaku Usaha di Sultra Keciprat Bantuan Modal

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Pemerintah RI mengucurkan Rp300,7 triliun Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk berbagai sektor mulai dari modal usaha, kredit alat pertanian hingga perumahan. Khusus untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dialokasikan sampai Rp282 Triliun dan diperuntukan terhadap 800.000 UMKM di seluruh Indonesia. Berbagai Lembaga perbankan nasional ditunjuk sebagai kreditur utama.
Penyaluran KUR terhadap 800 ribu UMKM itu dilaksanakan serentak, Selasa (21/10) dalam bentuk Akad Massal, atau penandatangan kredit yang dipusatkan di Surabaya. Acara ini digelar secara daring dan luring, termasuk di Sulawesi Tenggara yang dipusatkan di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur. Para pelaku usaha kecil, diundang untuk menerima kredit sekaligus berkesempatan memamerkan usaha kecil mereka di pelataran kantor gubernur.
Usai diluncurkan secara nasional, di daerah juga segera melakukan hal serupa dengan mengundang para penerima kredit untuk meneken kontrak, dan menerima bantuan modal. Di Sultra, ada 1.800 debitur yang menerima maanfaat KUR ini. Nilainya bervariasi, mulai dari Rp600 Juta, Rp100 Juta dan Rp50 juta, dengan berbagai jenis usaha seperti sembako, jasa transaksi keuangan antar bank hingga yang terbesar adalah usaha di bidang pertanian.
Dari jumlah itu, Bank Sultra menyalurkan pembiayaan kepada 500 debitur, sedangkan sisanya dikucurkan oleh lembaga keuangan lain seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, Pegadaian, BSI, BCA, dan BTN. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra La Ode Muhamad Shalihin, serta para pimpinan perbankan daerah.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka hadir mengikuti kegiatan ini didampingi sejumlah praktisi perbankan termasuk, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra La Ode Muhamad Shalihin. “Saya minta, yang hari ini terima kredit jangan hanya semangat saat dapat duitnya, tapi juga harus sama semangatnya saat membayar iuran kredit. Saya tidak ingin ada yang asal terima tanpa kesiapan. Kalau tidak sesuai kapasitas, justru berisiko macet,” imbau ASR, saat memberi sambutan.

Lebih jauh, Gubernur menekankan agar lembaga perbankan bersinergi memberikan pendampingan yang memadai kepada penerima kredit. Program ini, katanya, bukan sekadar penyaluran dana, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun mindset produktif masyarakat. “Yang mendapat kredit jangan berpikir untuk mencari makan hari ini, tapi untuk masa depan keluarga. Ubah pola pikir konsumtif menjadi produktif,” ujarnya.
Gubernur ASR menegaskan bahwa kebijakan pemberdayaan ekonomi rakyat di Sultra sejalan dengan arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. “Kegiatan ini bersinergi dengan program Presiden. Ini janji saya sebelum menjadi gubernur, dan hari ini mulai terealisasi,” ungkapnya dengan nada optimistis.
Sampai saat ini, penyaluran KUR di Sultra telah mencapai Rp3,2 triliun dengan total 56 ribu debitur. Ini menandakan antusiasme pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya melalui fasilitas pembiayaan pemerintah. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi stimulus ekonomi, tetapi juga sarana memperluas akses keuangan bagi UMKM agar mampu naik kelas dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi digital.
Di akhir kegiatan, Gubernur ASR meninjau sejumlah stan UMKM. Ia tampak antusias melihat perkembangan produk-produk lokal yang semakin kompetitif, mulai dari kuliner, kriya, hingga inovasi teknologi pertanian.(*/B)
Penulis : Annisa/Rony
