Viral, 13 Siswa SMPN 1 Kendari Isap Tembakau Gorila

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Citra SMPN 1 sebagai sekolah favorit di Kota Kendari kini tercoreng. Sebuah video yang menggambarkan sekelompok remaja putri di sebuah kamar, masih beratribut sekolah tengah bergiliran mengisap sesuatu yang mirip rokok, kini tengah viral dan dibagikan di berbagai platform media sosial. Belakangan diketahui, itu adalah tembakau gorilla dan gadis-gadis muda ini adalah pelajar di SMPN 1 Kendari.
“Betul (video viral tersebut), itu memang anak-anak kami. Mereka adalah siswa SMPN 1 Kendari, jumlahnya 13 orang,” aku Ahmad Yani, Wakasek Bidang Kesiswaan SMPN 01 Kendari saat ditemui lenterasultra.com, di ruangannya, Selasa (23/9/2024). Ia mengaku bahwa peristiwa itu menjadi tamparan keras bagi sekolah dan tentu saja orang tua para siswa.
Informasi yang diperoleh, 13 orang siswa itu duduk di bangku kelas IX atau tak lama lagi akan tuntas. Empat orang diantaranya dianggap sebagai inisiator, yang menfasilitasi kawan-kawannya untuk berpesta karena sudah “suhu” di bidang ini. “Anak-anak ini latar belakangnya berbeda, ada yang broken home termasuk ada anak yang orang tuanya baru keluar penjara karena kasus Narkoba,” tambah Ahmad Yani.
Setelah kasus tersebut diketahui sekolah, SMPN 1 Kendari langsung melaporkan masalah itu ke Polresta Kendari termasuk ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari. Para siswa dan orang tua dikumpulkan untuk dilakukan assessment. Dari pertemuan itu, diambil keputusan bahwa 4 siswa yang dianggap sebagai “pengajar” dalam pesta itu, ditangani langsung oleh BNN bersama orang tua mereka. Sementara yang lain dibolehkan kembali ke sekolah.

Polisi menyarankan agar para siswa itu dilakukan pembinaan, dengan tetap memberi kesempatan untuk terus belajar di kelas. “Kami, sekolah dan orang tua telah menandatangani surat pernyataan di hadapan aparat kepolisian untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak itu. Anak-anak ini justru merugikan diri sendiri karena mereka yang memviralkan video tersebut, kata Ahmad Yani.
Wakasek Kesiswaan ini memastikan bahwa peristiwa “pesta” tembakau gorilla itu terjadi di luar sekolah yang berarti sudah diluar kemampuan pengawasan mereka. Makanya, ia berharap, peran orang tua di rumah untuk mengawasi aktivitas anaknya karena guru juga memiliki keterbatasan, khususnya jika itu terjadi di luar kelas.
Sebagai langkah jangka pendek, Dinas Pendidikan menyarankan agar sekolah menggelar pertemuan bersama orang tua siswa setiap Jumat. Upaya ini diharapkan bisa memperkuat pendampingan sehingga kasus serupa tidak terulang kembali.(*)
Penulis : Hikmah/Annisa
