Festival Hukaea Laea Tampilkan Ritual Adat Moronene

156
Pj Bupati Bombana Burhanuddin (kanan) disambut Mokole Hukaea Laea Mansur Lababa untuk membuka festival Hukaea Laea. Foto-Foto : Dinas Kominfos Bombana

 

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM- Banyak destinasi wisata yang dimiliki Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Selain Desa Wisata Tangkeno, Pulau Sagori, Pulau Kondo juga ada kampung adat Hukaea Laea. Objek wisata ini terletak di dalam kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Kampung adat ini masuk dalam wilayah Desa Watu-watu, Kecamatan Lantarai Jaya.

Keberadaan kampung adat Hukaea Laea ini kembali mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bombana. Melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga setempat, destinasi wisata ini dipromosikan melalui rangkaian kegiatan yang diberi nama Festival kampung adat Moronene, Hukaea Laea. Acara ini digelar sehari yakni, 22 November 2023 di Dusun Hukaea, Desa Watu-watu dan dibuka Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Burhanuddin.

Kehadiran Burhanuddin dalam acara itu, juga mencatatkan dirinya sebagai bupati Bombana kedua, yang berkunjung di dalam kampung adat yang berjarak 50-an kilometer dari Rumbia, Ibu Kota Bombana. Burhanuddin tidak sendiri datang, istrinya, Fatmawati Kasim Marewa serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah juga turut membersamainya. Saat tiba di kampung adat Hukaea Laea sekitar pukul 10.00 Wita, Burhanuddin disambut sejumlah raja atau Mokole, diantaranya Mokole Alfian Pimpie dan Mokole Tuko Wonua Hukaea Laea, Mansur Lababa sekaligus sahibulbait.

Kehadiran Burhanuddin di Hukaea Laea mencatatkan dirinya sebagai Bupati kedua yang berkunjung di kampung adat Hukaea Laea, sejak Bombana terbentuk menjadi daerah otonom 2003 lalu. Sebelumnya, Tafdil, Bupati Bombana dua periode juga pernah berkunjung di kampung adat Hukaea Laea.

Pj Bupati Bombana Burhanuddin dan istrinya Fatmawati Kasim Marewa saat mengjadiri festival Hukaea Laea.

Saat datang membuka Festival kampung adat Hukaea Laea, Burhanuddin dan istrinya terlihat mengenakan setelan baju adat Moronene berwarna kuning lengkap dengan bawahannya. Begitu turun dari mobil dinasnya DT 1 K, Burhanuddin langsung disambut dengan pengalungan kain tenun motif daerah berhias bunga. Kepala Dinas Sosial ini kemudian mengikuti berbagai rangkaian adat menyambut tamu istimewa dari penduduk Hukaea Laea.

Mansur Lababa, Mokole Tuko Wonua Hukaea Laea mengatakan, Festival Kampung Adat Hukaea Laea merupakan kali pertama digelar sejak kampung adat itu ada. Ada empat rangkaian kegiatan yang ditampilkan dalam festival ini. Diawali dengan ritual Mo’oli Wonua. Ritual ini dilakukan masyarakat adat untuk memohon izin kepada penguasa jagad raya dan leluhur agar diberi izin menyelenggarakan berbagai kegiatan di dalam kampung adat.

 

Selanjutnya Mobeli Wonua atau mensucikan dan membersihkan dari segala perbuatan dan tindakan yang salah baik disengaja ataupun tidak selama beraktivitas di dalam kampung. Ritual ketiga yang dilakukan adalah Mobea Nganga. Kata Mansur Lababa, ritual ini berupa menunaikan nazar atau janji-janji yang pernah terucap saat melaksanakan aktivitas di kampung adat. Sementara ritual keempat adalah Montewhi Wonua
Empat ritual adat yang dianggap sakral oleh masyarakat adat Suku Moronene ini meliputi Ritual Mo’oli Wonua, Mobeli Wonua, Mobea Nganga dan Montewehi Wonua atau ritual mensucikan kampung. Tujuan dari ritual ini adalah untuk menghindari berbagai malapetaka. Puncak dari ritual ini adalah penyembelihan sapi putih untuk kurban.

Pj Bupati Bombana mengatakan, festival kampung adat Hukaea Laea dilaksanakan guna memperkenalkan kekayaan budaya Moronene, penduduk lokal Kabupaten Bombana kepada masyarakat luas. Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara ini berharap kampung adat Hukaea Laea, tidak hanya berkembang fisik, tetapi juga mendapatkan sentuhan ilmu agar mampu menarik minat wisatawan. Burhanuddin bertekad untuk membenahi akses jalan dan memberikan dukungan infrastruktur.

Dusun Hukaea Laea, terletak di tengah hutan konservasi Taman Nasional Rawa Aopa, memiliki 110 Kepala Keluarga dan diakui sebagai kampung adat. Meski masih menghadapi krisis infrastruktur, termasuk akses jalan yang sulit dilalui saat hujan dan belum adanya jaringan aliran listrik, Pemkab Bombana berjanji untuk memberikan perhatian serius terhadap kampung adat tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bombana, Anisa Sri Prihatin mengatakan Festival kampung adat Hukaea Laea baru pertama kali digelar. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai kampung adat Hukaea Laea serta sebagai ajang pengembangan seni dan budaya adat lokal kepada masyarakat. (ADV)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU