Polemik Pagar Wisata Desa Madongka Tuntas di Meja Dewan

218
Ketua Komisi 1 DPRD Buteng La Ode Alim Alam. Foto : Adhi

 

BUTON TENGAH, LENTERASULTRA.COM-Pemerintah Desa Madongka di Kecamatan Lakudo, Buton Tengah punya satu program menarik untuk keindahan kampung plus memberi polesan terhadap area wisata di desa mereka. Ada proyek pembangunan pagar wisata. Tapi belum juga dimulai, riak protes warga muncul. Warga keberatan jika sumur tua yang ada di desa itu, masuk dalam kawasan yang dipagari.

Proyek itupun tertunda. Beberapa warga diwakili Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengadukan hal ini ke DPRD Buton Tengah. Mereka ingin, wakil-wakil rakyat itu membantu mencarikan solusi. Khawatirnya, jika berlarut, aroma konflik antar warga bisa muncul dan pecah. Caranya, pagar wisata tetap jalan, tapi sumur tua tak ikut dikapling.

Komisi 1 DPRD Buteng akhirnya turun tangan. Digelarlah pertemuan antara BPD dan Pemdes yang difasilitasi dewan, pada Kamis (14/9/2023). Di depan para wakil rakyat, BPD yang mewakili warga mengajukan tuntutan agar pagar wisata yang akan dibangun sebisa mungkin tidak memuat sumur tua yang merupakan aset masyarakat Desa Madongka, bila perlu pagar tersebut dibelokkan tetapi volume pekerjaan tidak berkurang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa (Kades) Madongka, Haryanto mengatakan pihaknya menyetujui permintaan masyarakatnya tersebut, dan pihaknya akan meninjau kembali titik lokasi pembangunan pagar budaya tersebut, untuk menghindari lagi polemik,  walaupun secara umum kegiatan ini untuk kepentingan umum masyarakat.

Mendengar kesepakatan antar warga tersebut, Ketua Komisi I DPRD Buteng, La Ode Alim Alam menyampaikan apresiasinya terhadap sikap legawa kepala desa. Menurutnya, pemerintah desa sudah melakukan langkah-langkah yang konkrit sesuai dengan mekanisme dalam pelaksanaan kegiatan. “Alhamdulillah tadi kami sudah disepakati. Pagar yang akan dibangun bakal digeser sedikit agar tidak sumur tua warga tidak terkapling. Soal kekurangan volume, nanti dicarikan lokasi lain,” tutur Alim Alam

Dengan selesainya mediasi tersebut, legislator ini berharap kubu dalam masyarakat Madongka yang mungkin mencuat akibar masalah tersebut, kini tidak ada lagi agar proses pembangunan demi kemajuan desa dapat tercapai dengan baik kedepannya. “Mereka saling memaafkan, semoga sepulang mereka dikampung masalah sudah selesai dan tidak ada lagi kelompok -kelompok yang saling mengadu domba untuk memecah belah masyarakat dan menghambat kemajuan desa kedepannya,” pungkasnya.(adv)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU