Tiga Warisan Budaya Sultra dapat Pengakuan Nasional

244
Dari kanan – kiri : Gubernur Sultra Ali Mazi, Ketua KNPI Sultra Alvin Akawijaya Putra, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Asrun Lio saat memantau pembuatan minyak goreng tradisional di SMKN 1 Kendari. Foto : Ist

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra mendapatkan kado istimewa. Di penghujung tahun 2022 ini,  daerah pimpinan Ali Mazi itu berhasil mendapat pengakuan nasional atas tiga Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Tiga WBTB yang diakui secara nasional yakni tarian Lumense, Tradisi Kabuenga dan Tari Mondotambe. “Alhamdulillah, di penghujung tahun 2022 bertambah lagi sebanyak tiga WBTB kita. Dengan demikian WBTB kita secara keseluruhan hingga tahun ini mencapai 27 WBTB,” kata Asrun Lio, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Senin, 12 Desember 2022.

Adapun 27 WBTB tersebut adalah Tari Raigo, Kalosara, Kabanti, Lariangi, Kaghati, Mosehe, Lulo, Karia, Tari Linda, Kantola, Istana Maligebuton, Kaago-ago, Kamohu, Banua Tada, Dole-dole, Ewa Wuna, Kabanti Kaluku Panda, Tanduale, Kamooru Wuna/Tenun Muna, Lulo Ngganda, Pakande-kandea, Tari Balumpa, Tenun Konawe, Tandaki, Tarian Lumense, Tradisi Kabuenga, dan Tari Mondotambe.

Tari Lumense. Foto : Internet

 

Pj Sekda Pemprov Sultra mengatakan usulan WBTB  dilakukan setiap tahun. Ini dilakukan sebagai wujud perhatian Pemprov Sultra terhadap seluruh WBTB yang ada di provinsi ini.

Lulusan S3 The Australian National University of Canberra itu mengatakan upaya pemberian label tersebut dilakukan melalui pengusulan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

Mantan Sekretaris Dewan Riset ini menambahkan, layaknya pengusulan WBTB pada tahun-tahun sebelumnya, upaya pengusulan WBTB ini  melalui sejumlah proses hingga akhirnya Pemprov Sultra berhasil menerima sertifikat tiga WBTB tersebut.

Related Posts

PKS Menang Besar di Dapil Kabaena

Pengusulan WBTB akan terus dilakukan dalam rangka melestarikan warisan budaya yang ada di Provinsi Sultra dan menjadikan milik Bangsa Indonesia, serta tidak mudah diklaim bangsa lain.

“Secara bertahap semua warisan budaya yang ada di daerah ini akan diusulkan menjadi WBTB Nasional ke Kemendikbudristek RI. Ini menjadi tanggung jawab dan komitmen bersama untuk terus melakukan inventaris terhadap kebudayaan di Provinsi Sultra,” ucapnya lagi.

Provinsi Sultra selain kaya hasil alam juga kaya akan seni dan kebudayaan. Sehingga menjadi agenda penting bagi Dikbud Sultra untuk terus mempertahankan bahkan mengajak semua komponen, agar bersama-sama mengembangkan WBTB yang ada di daerah ini.

“Sebagai pemerintah, pihaknya terus mendorong semua pihak terkait di Sultra untuk terus bersama-sama menginventarisasi dan mengusulkan WBTB yang ada di Sultra ke pusat, untuk menjadi warisan kepada generasi penerus dan mendapatkan pengakuan dari Bangsa Indonesia bahkan hingga masyarakat dunia,” kata mantan Kepala Pusat Studi Eropa UHO ini.

Kadikbud Sultra, Asrun Lio. Foto: Ist.

 

Mantan Kepala Sekretariat Rektor UHO itu mengatakan upaya itu juga sebagai salah satu wujud pelaksanaan visi Pemprov Sultra, dalam hal ini Gubernur Sultra Ali Mazi bersama Wakilnya Lukman Abunawas, yakni Sultra Beriman dan Berbudaya. Kekayaan WBTB yang dimiliki daerah menjadi aset penting dan menjadi masa depan Provinsi Sultra ke depan.(ADV)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU