Pj Bupati Mubar, Bahri Bakal Bangun Pos Damkar di Tiga Wilayah Besar

47
Pj Bupati Muna Barat, Bahri. Foto: Sri Wahyuni

 

 

LAWORO, LENTERASULTRA.COM – Pj Bupati Muna Barat, Bahri akan membangun pos pemadam kebakaran di tiga wilayah besar seperti Lawa, Kusambi, dan Tiworo. Kebijakan itu untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana kebakaran.

Pj Bupati, Bahri mengatakan, pembangunan tiga pos itu untuk merespon keluharan masyarakat selama ini akibat petugas yang sering tak tepat waktu saat terjadi peristiwa kebakaran. Kendati, petugas juga mengalami kendala karena luasnya wilayah, sementara dukungan sarana yang terbatas.

Bahri menyebutkan, Kabupaten Muna Barat saat ini hanya memiliki satu unit mobil pemadam. Sehingga dengan kondisi tersebut, jika terjadi peristiwa kebakaran di suatu titik dan memiliki jarak yang cukup jauh, maka pihak tersebut memiliki keterbatasan untuk mencapai lokasi tersebut dalam waktu dekat.

“Kita punya kondisi esisting sekarang, kendaraannya kita hanya satu itupun di Tiworo. Bayang kan kalau ada kebakaran di wilayah Lawa atau Kusambi dia datang posisi sudah habis terbakar karena jauh,” ujarnya Selasa (25/10/2022).

Terlebih lagi kata Bahri, melihat kondisi perumahan masyarakat Muna barat yang saat ini juga masih prioritas rumah model semi permanen dengan berbahan utama kayu, hal itu memudahkan api dengan cepat menghanguskan rumah tersebut jika kebakaran terjadi.

-IKLAN-

Menyikapi hal itu, Bahri mengaku akan membangun pos damkar di tiga wilayah besar seperti Lawa, Kusambi, dan Tiworo secara bertahap. Hal ini disesuaikan dengan ketersedian anggaran daerah itu. Dimana untuk membangun satu pos damkar dan fasilitas lengkapnya membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Tahun 2022 dianggaran perubahan ini saya akan bangun sekarang pos damkar untuk wilayah Lawa. Mobil yang ada di Tiworo saya geser kesana juga. Kemudian tahun depan saya bangun di Napano dengan satu mobil juga,” bebernya.

Bahri mengaku melihat kondisi pendapatan Kabupaten Muna Barat yang saat ini hanya berkisar 500 miliar, dengan rencana pembangunan ditahun mendatang yang sangat banyak maka kondisi tersebut akan disesuaikan. Dimana saat ini pemerintah berencana memperioritaskan pelayanan publik terlebih dulu.

“Mohon maaf ya, satu mobil itu satu miliar lebih, belum dengan perangkat dan seragam pendukungnya. Dan satu pos juga membutuhkan dana 1 miliar lebih, kalau ditotalkan satu pos dan dilengkapi fasilis lengkat berkiras 2 miliar lebih. Dan kalau kita bangun 3 pos berarti membutuhkan anggaran sekitar 6 miliar lebih,” ungkapnya.

“Disatu sisi dengan pendapatan kita, ditahun 2023 kita kan fokus pembangunan kantor. Kita bayangkan untuk pembangunan kantor itu membutuhkan anggaran sebesar 78 miliyar rupiah. Maka kita prioritaskan dulu layanan publik,” tutupnya.

 

Reporter : Sry Wahyuni
Editor: Ode

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU