Pj. Bupati Buton Basiran Minta Dekranasda Aktif Promosikan Produk Lokal

115
Pj Bupati Buton, Basiran. Foto Ist

 

PASARWAJO, LENTERASULTRA.COM – Pj. Bupati Buton, Basiran mendorong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda Buton) untuk memromosikan produk lokal daerah. Ia menilai, Dekranasda adalah harus bergerak terus dalam rangka membantu pemerintah untuk pengembangan kerajinan dan produk olahan pangan di lingkungan masyarakat.

Basiran menyampaikan hal itu saat membuka Musyawarah Daerah Dekranasda Kabupaten Buton di Aula Rujab Bupati, Pasarwajo, Kamis pagi 20 Oktober 2022.

Turur hadir Sekretaris Daerah Kab. Buton Asnawi Jamaluddin, bersama Ibu Kiki Amalia Asnawi, Pelaksana Harian Ketua Dekranasda Buton Sadisu, sejumlah Kepala OPD terkait, Kabag Ekonomi Setda Kab. Buton, serta jajaran pengurus Dekranasda Buton Periode 2017-2022.

“Rapat kerja/ musyawarah daerah ini diadakan dalam rangka pembentukan pengurus baru. Oleh sebab itu, dirubah pengurus lama yang akan dilaksanakan dalam musyawarah daerah,” ungkap Pj. Bupati.

Orang nomor satu di bumi penghasil aspal mengatakan semua jenis kain tenun memiliki ciri khas atau nama. Ciri khas masing-masing tenun itu disesuaikan daerah asalnya. “Ketika berkunjung ke gerai Dekranasda atau ke stand pameran dapat kita jelaskan ini tenunan berasal dari Wabula dengan motif tenun apa dan sebagainya, lalu jika ada yang berkunjung ke tempat tenunnya jaraknya sekitar 15 km lalu jarak tempuhnya selama 30 menit dari ibukota Pasarwajo,” jelas mantan Asisten I Sekda Prov. Sultra.

Pj Bupati Buton Basiran (dua dari kiri) saat menghadiri rapat kerja Dekranasda Buton. Foto : Ist

Berikutnya, ia menjelaskan jika Buton juga memiliki abon yang terbuat dari ikan yang dikelola kelompok masyarakat perempuan di Sampoabalo. Ada pula kapusunosu ini terbuat dari jagung pulut yang biasanya kita temukan dipasar-pasar tradisional. Produk-produk itu misalnya dapat dipromosikan ke masyarakat luas.

“Jadi masyarakat pengrajin melalui dekranasda bisa memasukkan info produknya di website Pemkab Buton tinggal dicari apa saja jenis kerajinan atau produk desranasda berupa nentu, tikar, tenunan dan sebagainya,” kata mantan Camat Betoambari ini.

Lebih lanjut, Basiran mengharapkan agar promosi maupun pemasaran produk-produk dekranasda ke depan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi. Sehingga penjualannya pun bisa melalui aplikasi maupun media sosial. Tujuannya agar produk lokal bisa dipesan secara online oleh masyarakat di berbagai daerah.

Usai pembukaan, pelaksana tugas Ketua Dekranasda Kabupaten Buton, Ny. Deisy Natalia Rompas Basiran, mengikuti rapat kerja atau musyawarah daerah Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kab. Buton dengan agenda penentuan komposisi kepengurusan Dekranasda yang baru termasuk pembahasan rancangan program kerja yang bakal dilaksanakan kepengurusan yang baru.

Suasana rapat kerja Dekranasda Buton. Foto : Ist

Pelaksana tugas Ketua Dekranasda Kabupaten Buton, Deisy Natalia Rompas Basiran menegaskan agar pengurus mulai mengidentifikasi jenis-jenis kerajinan di wilayah masing-masing untuk dapat dibina dan dikembangkan melalui Dekranasda. Selain itu, OPD terkait untuk dapat proaktif dalam memajukan Dekranasda, khususnya para pengrajin.

“Pada saat ini juga saya meminta kepada ibu-ibu Camat yang ada untuk bisa membuat laporan tentang kerajinan apa saja yang ada di kecamatannya, tentunya di desa-desa, kalau bisa secepatnya laporannya ya ibu-ibu. Dan juga saya memohon bantuan para OPD yang terkait dalam dekranas ini untuk membantu saya karena kita ini satu wadah. Saya tidak bisa berbuat kalau saya tidak dibantu oleh bapak dan ibu sekalian”, harapnya. Adv

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU