Komitmen Indonesia pada Presidensi G20, Dunia Pulih dan Tumbuh Merata

173
Related Posts

 

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Indonesia akan memiliki andil besar dalam menentukan keputusan global sebagai solusi nyata atas permasalahan dunia. Selama memegang Presidensi G20, Indonesia memiliki peran dan kepentingan untuk memastikan ekonomi tumbuh dan pulih dengan baik, termasuk negara-negara G20.

“Ketika melihat perdagangan berjalan dengan baik dan akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi, maka dapat menciptakan lapangan pekerjaan, juga untuk menarik investasi yang lebih banyak karena dunia akan melihat Indonesia dalam topik yang sangat sentral, dimana kita menunjukkan prestasi-prestasi yang sudah kita lakukan semasa pandemi ini, sebelum pandemi, dan juga recover yang akan kita lakukan bersama-sama ke depan,” jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu dalam keterangannya, dikutip Rabu (3/11/2021).

Menurut Kepala BKF, hal pertama yang terpengaruh ketika terjadi krisis secara global adalah perdagangan internasional yang turun sangat tajam. Masalah tersebut mengakibatkan pengangguran di sektor manufaktur yang memproduksi barang-barang yang diperjualbelikan secara internasional.

“Jika krisisnya berkepanjangan seperti pandemi ini, maka pemulihan perdagangan ini harus kita pastikan terjadi secara berkelanjutan,” kata Kepala BKF dikutip dari asiatoday.id.

Di sisi lain, pemulihan ekonomi mulai terjadi di dunia, termasuk Indonesia. Konsumsi barang dan jasa masyarakat mulai meningkat sehingga permintaan menjadi tinggi. Kepala BKF menegaskan supply chain perlu terus dijaga untuk memastikan ketersediaan barang dan jasa dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat.

“Kita harus pastikan supply chain-nya bisa bergerak lagi ketika demand-nya sudah mulai naik lagi. Inilah yang menjadi kerjasama yang harus kita lakukan secara bersama-sama. Di G20 juga kita bicarakan tentang risiko supply chain karena kita lihat harga komoditas dan harga transportasi mulai meningkat. Hubungan dagang harus kita pulihkan dalam konteks biaya untuk melakukan perdagangan tersebut,” ujar Kepala BKF.

Pandemi Covid-19 menyebabkan krisis yang lebih panjang daripada krisis-krisis yang pernah dihadapi dunia sebelumnya. Hal tersebut menyebabkan kinerja perekonomian Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh kinerja perekonomian global.

“Kita ingin agar ekonomi global itu memang pulih secara bersama-sama, pulih secara kuat bersama-sama. Kalau hanya satu negara yang pulih, negara yang lain tidak pulih, apalagi dalam hal kesehatannya, maka pemulihan suatu perekonomian itu tidak akan berkelanjutan. Inilah yang harus kita kerjakan bersama-sama dengan negara-negara G20,” ujar Kepala BKF.

Melalui presidensi G20 ini, Indonesia juga berperan besar untuk mendorong topik kesetaraan akses vaksin Covid-19 bagi negara-negara berkembang.

“Dalam konteks Indonesia menjadi Presidensi 2022, banyak agenda-agenda yang memang akan kita bisa dorong untuk menunjukkan kepentingan negara berkembang dan Indonesia termasuk di dalamnya. Bagaimana negara-negara G20 menggalang kekuatan bersama, pengertian yang sama untuk kita bersama-sama menyelesaikan pandemi, memastikan distribusi vaksin juga terjaga, bukan hanya untuk negara maju, tetapi juga untuk negara berkembang, termasuk negara miskin,” jelas Kepala BKF.

Ia memandang, keadilan kesehatan, termasuk kesetaraan akses vaksin, khususnya bagi negara miskin dan berkembang, merupakan hal yang penting sekali.

“Vaksinasi di negara maju sudah berlimpah. Mayoritas sudah di atas 70 persen, bahkan supply vaksinnya itu pun berlebih. Sementara, negara berkembang dan negara miskin terutama, seperti di Afrika, itu tidak sampai 10 persen yang sudah tervaksinasi. Ketika kita mau recover together, itu tidak bisa hanya beberapa negara saja yang lepas dari pandemi. Semua negara harus lepas dari pandemi,” ujar Kepala BKF.

Dalam konteks tersebut, Indonesia kemudian dipercaya menjadi co-chair task force untuk ketahanan kesehatan dunia bersama dengan Italia. Indonesia diberi mandat oleh negara-negara G20 untuk mendesain global preparedness for pandemic.

“Nanti kalau kita ada pandemi lagi, dunianya tidak kaget. Kerjasama antar negara itu jadi sudah jelas. Siapa yang produksi vaksin? Siapa yang sistem kesehatannya harus diperkuat? Inilah yang ingin kita lihat di G20 dan ini peran sentral dari Indonesia sebagai leadership di G20 2022 akan sangat teruji dan kita ingin memberikan yang terbaik,” kata Kepala BKF.

Kepala BKF menjelaskan Indonesia telah berhasil mengelola pandemi Covid-19, khususnya varian Delta dalam kurun waktu dua bulan. Pemerintah akan terus mendorong program vaksinasi yang merata di seluruh Indonesia.

“Indonesia memang sudah relatif agak maju dibandingkan dengan banyak negara lain. Akan tetapi, vaksinasi kita itu baru di sekitar 30-an persen. Kita akan bisa mencapai vaksinasi sekitar 70-an persen sekitar awal tahun 2022. Ini pun kita sudah termasuk vaksinasi yang paling cepat di seluruh dunia. Kita sekarang berada di sekitar 1,5 juta sampai 2 juta vaksinasi per hari. Tidak ada negara yang sebesar Indonesia yang bisa melakukan vaksinasi secepat itu,” ujar Kepala BKF.

Indonesia memiliki peran yang sangat strategis dalam Presidensi G20 karena Indonesia adalah negara emerging yang pertumbuhan ekonominya sangat kuat. Momen ini akan dimanfaatkan Indonesia untuk mendorong dan memperkuat upaya pemulihan ekonomi global secara inklusif, kuat, dan berkelanjutan. (ATN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU