Indonesia Konsisten Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Reformasi Subsidi BBM

257

 

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Ketua Koalisi Menteri Keuangan Dunia untuk Atasi Perubahan Iklim, Sri Mulyani menegaskan bahwa Indonesia konsisten dalam menanggulangi dampak perubahan iklim sejak 2015, salah satunya dengan melakukan reformasi subsidi bahan bakar minyak (BBM). Sri mengungkapkan, pemerintah telah memangkas subsidi bahan bakar minyak dan mendukung pendanaan penanggulangan dampak iklim seperti penetapan tarif emisi karbon.

“Kami juga telah mendirikan lembaga baru, yaitu Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup untuk menggerakkan dan mengelola sumber daya keuangan berbasis lingkungan,” ujar Sri Mulyani dikutip dari siaran pers Kementerian Keuangan, Rabu (7/4/2021).

Mernurut Sri Mulyani, pemerintah memiliki target mencapai komitmen penurunan emisi dalam Nationally Determined Contribution (NDC) sebesar 29 persen dengan upaya sendiri. Sementara dengan dukungan internasional, penurunan emisi ditargetkan mencapai 41 persen. Ia mengungkapkan, penetapan tarif emisi karbon dapat mempercepat aksi kolektif dan kemitraan dalam pendanaan iklim. Dari sudut pandang pembiayaan, negara maju harus mengubah komitmen mereka menjadi tindakan dengan menyediakan pembiayaan yang terjangkau untuk aksi iklim.

“Pendanaan iklim dari negara maju perlu disampaikan dan sesuai mekanisme pasar yang efisien untuk pendanaan iklim dapat dirancang sehingga obligasi hijau atau sukuk dalam hal ini pembiayaan dengan beberapa menteri menyebutkan bahwa mereka sekarang menerbitkan instrumen tersebut akan mendapatkan persyaratan yang lebih menguntungkan daripada obligasi biasa,” paparnya, dikutip dari asiatoday.id.

Sri Mulyani menyarankan agar semua negara dapat melihat berbagai opsi kebijakan dan menyesuaikan dengan kebutuhan dari keadaan nasional dan kondisi ekonomi yang berbeda, terutama dalam upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Selain itu, pada saat yang sama negara-negara juga tetap bisa memulihkan ekonomi dan memacu pertumbuhan. Koalisi dalam hal ini akan menjadikan dirinya sebagai forum untuk melakukan kerjasama produktif dan membuat kemajuan bersama.

Sri menerangkan, Indonesia siap melanjutkan pekerjaan sebagai co-chair dari koalisi Menteri Keuangan Perubahan Iklim ini bersama dengan Finlandia. Komitmen Indonesia untuk bekerjasama dan menciptakan sinergi antara koalisi dan forum internasional lainnya.

“Termasuk persiapan kita untuk tahun depan menjadi tuan rumah G20. Semoga kita semua terus meningkatkan peran kita sebagai Menteri Keuangan untuk mendorong perubahan dan meninggalkan warisan yang kuat dalam menangani dampak perubahan iklim untuk menyelamatkan generasi penerus kita,” imbuhnya. (ATN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU