Tak Ada Efek Jera, Pengguna Narkoba di Kota Kendari Kian Meningkat

724
Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya (kiri) saat memberikan cendramata kepada Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi (Komjenpol) Drs. Heru Winarko, S.H (kanan). Foto: Herlis.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Pengguna narkotika, psikotropika dan obat terlarang (Narkoba) di Kota Kendari kian meningkat. Meski sudah dilakukan berbagai upaya preventif baik sosialisasi bahaya narkoba, penyuluhan ke sekolah-sekolah bahkan sanksi pidana, masyarakat masih nekat mengonsumsi barang terlarang itu.

Dalam sebuah acara yang di gelar di kantor BNN Provinsi Sultra pada Kamis (26/11/2020) Dirnarkoba Polda Sultra, Kombes Pol M. Eka Faturrahman menyebut, langkah preventif yang diambil selama ini belum cukup memberi efek jera.

“Upaya-upaya pemerintah untuk membuat zero mulai dari pencegahan preventif, penyuluhan, sosialisasi, razia ke sekolah-sekolah sudah kami lakukan semua, tapi tidak berimbas pada penegakan hukum yang berlaku,” ucapnya.

Kombel Pol Eka Faturrahman menyebut, di tahun 2019 tercatat 240 lebih kasus penyalahgunaan narkoba. Jumlahnya bertambah dan tahun 2020 meningkat sekitar 360 kasus. Khusus Kota Kendari, ada beberapa lokasi yang bakal menjadi perhatian khusus mereka sebab dinilai sebagai zona merah kasus narkoba.

“Kemaraya, Kampung Salo, Baruga dan beberapa wilayah lain yang sudah terkenal zona merah,” terangnya.

Sementara itu, Sekda Kota Kendari, Hj. Nahwa Umar, juga mengatakan wilayah yang banyak ditemukan kasus penyalahgunaan narkoba selama ini adalah Kecamatan Kendari dan Kendari Barat. Kendati demikian, pihaknya tak akan bosan untuk melakukan pencegahan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Saya kira itu dan saat ini kami sudah usaha benahi mulai dari Pemkot, BNN Kota, Camat dan Lurah aktif melakukan pencegahan,” katanya.

Di tempat yang sama, Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya berharap, agar seluruh masyarakat Sultra khususnya Kota Kendari dapat mencegah dan melindungi diri dari bahaya narkoba dimulai dari kesadaran diri sendiri.

“Cegah bahaya narkoba mulai dari kita, lingkungan keluarga kita dan masyarakat kita,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun Lenterasultra, Narkoba yang banyak disalahgunakan di Kota Kendari adalah sabu. Jenis lainnya yakni tembakau gorila, parasetamol, cafein dan carisoprodol (PCC), tramadol dan lem aibon. (B)

Reporter: Herlis Omputo Sangia

Editor: Wulan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU