Diyakini jadi Penangkal Covid-19, Harga Jeruk Nipis Kian Melambung

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Salah satu bahan makanan yang sering digunakan sebagai bumbu dapur, jeruk nipis, kini harganya kian meroket. Selain karena langka karena bukan musim panen, jeruk nipis diyakini warga sebagai penguat imun, agar tubuh terhindar dari Covid-19.
Di pasar kaki lima (Paddy’s Market), harga jeruk nipis yang sebelumnya hanya Rp4 ribu atau Rp5 ribu per dua kilogram, kini naik menjadi Rp30 hingga Rp50 Ribu per kilogram.
Salah satu penjual di PKL, Wa Ati, mengaku, jika sebelumnya ia selalu memasok jeruk nipis hingga berkarung-karung kini ia hanya berani menyetok secukupnya saja.
“Saya tidak berani stok banyak jeruk nipis, karena modalnya besar. Harga jeruk nipis sekarang sudah sama dengan harga sekilo apel fuji yang dijual di swalayan dan supermarket,” keluhnya.
Sejak adanya wabah Covid -19, permintaan jeruk nipis di pasar meningkat drastic, disertai harga yang melonjak naik. Konon, air perasan jeruk nipis yang dicampurkan dengan air putih hangat jika diminum dapat mencegah penularan Covid-19.
“Menurut ibu-ibu yang sering belanja, jeruk nipis dan jeruk lemon dapat menangkal virus corona.” Ujar penjual lain, Rahmad. (Ads/ Sri Ariani)
#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun
