Covid-19 yang Menyebar Saat Ini Diklaim Bukan dari Wuhan

1,694

 

Virus Corona –ist–

BEIJING, LENTERASULTRA.COM – Institut Virologi Wuhan menemukan bahwa virus corona baru (Covid-19) yang menyebar saat ini di seluruh dunia, bukan virus asal Wuhan, China.

Berdasarkan penelitian lembaga tersebut, tiga strain virus corona di Wuhan tidak cocok dengan Covid-19 di seluruh dunia, dengan kemiripan tidak sampai 80 persen.

Direktur Institut Virologi Wuhan, Wang Yanyi mengatakan bahwa lembaga penelitian itu telah mengisolasi dan memperoleh beberapa virus corona dari kelelawar.

“Sekarang kami memiliki tiga jenis virus hidup (strain). Tetapi kesamaan tertinggi mereka dengan SARS-CoV-2 hanya mencapai 79,8 persen,” ungkap Wang melansir Al-Arabiya yang dikutip Asiatoday.id.

Salah satu tim riset yang dipimpin oleh Profesor Shi Zhengli, telah meneliti virus corona kelelawar sejak 2004 dan berfokus pada penelusuran sumber SARS, yang muncul hampir dua dekade lalu.

“Kita tahu bahwa seluruh genom SARS-CoV-2 hanya 80 persen mirip dengan SARS. Ini perbedaan yang jelas,” jelasnya.

“Dalam penelitian Profesor Shi yang lalu, mereka tidak memperhatikan virus seperti itu yang kurang mirip dengan virus SARS,” imbuh Wang.

Rumor konspirasi bahwa kebocoran laboratorium keamanan hayati Wuhan di balik penyebaran Covid-19, beredar digaungkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Trump dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Keduanya mengklaim bahwa ada bukti patogen berasal dari lembaga tersebut.

Laboratorium mengatakan telah menerima sampel virus yang tidak diketahui pada 30 Desember, menentukan urutan genom virus pada 2 Januari, dan menyerahkan informasi tentang patogen ke WHO pada 11 Januari.

Wang mengatakan dalam wawancara bahwa sebelum menerima sampel pada Desember lalu, tim mereka tidak pernah menemukan, meneliti atau menyimpan virus apapun.

“Faktanya, seperti orang lain, kita bahkan tidak tahu virus itu ada. Bagaimana itu bisa bocor dari lab kita ketika kita tidak pernah memilikinya?” kata dia.

Covid-19 di Indonesia

Direktur Eijkman Institute of Molecular Biology, Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus SARS-CoV-2 pertama kali masuk ke Indonesia lewat kasus impor.

“Awalnya Covid-19 di Indonesia ini memang kasus impor. Kemudian menyebar lewat transmisi lokal,” jelasnya dalam webinar bertajuk ‘Life Post Covid-19: What Does the New Normal Looks Like?’ pada Jumat (29/5/2020).

Sebelum adanya kasus Covid-19 pertama di Indonesia, penerbangan dari dan ke Wuhan di China masih beroperasi. Namun, Amin menyebutkan virus SARS-CoV-2 di Indonesia tidak datang langsung dari Wuhan.

“Tidak datang langsung dari Wuhan. Virusnya ke Eropa dulu, kemudian Timur Tengah, baru kemudian masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Ada tiga jalur virus SARS-CoV-2 masuk ke Indonesia. Pertama, melalui Eropa kemudian Timur Tengah.

Kedua, virusnya terbang dulu ke Amerika baru masuk Indonesia.

Ketiga, virus datang lewat Australia terlebih dahulu.

“Dari tiga kawasan ini lah virus SARS-CoV-2 masuk ke Indonesia,” urainya.

Banyak Wajah

Amin mengilustrasikan, Covid-19 sebagai penyakit yang memiliki banyak wajah. Hal ini karena gejalanya semakin lama semakin bertambah, dan memiliki irisan yang cukup banyak dengan penyakit lainnya seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) atau bahkan penyakit salesma biasa.

“Apalagi kita belum memiliki antivirus spesifik untuk saat ini. Remdesivir, dan obat-obat lainnya juga tidak terbukti menjadi antivirus. Vaksin belum ada, kita harus menunggu 12-18 bulan lagi untuk vaksinnya,” terang Amin.

Hal itu berarti virus SARS-CoV-2 akan hidup bersama masyarakat dunia, termasuk Indonesia, dalam jangka waktu yang lebih lama.

“Bisa dua tahun, atau lebih lama, tidak ada yang tahu. Kita belum punya pengalaman soal ini. (ATN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU