WHO Hentikan Uji Klinis Hidroksiklorokuin untuk Pasien Covid-19

600

 

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus –ist–

JENEWA, LENTERASULTRA.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghentikan sementara uji klinis obat anti-malaria jenis hidroksiklorokuin dalam perawatan pasien coronavirus (covid-19). WHO menyebut faktor keamanan sebagai alasan penghentian.

Pengumuman WHO muncul beberapa hari usai jurnal medis Lancet merilis hasil studi mengenai efek klorokuin dan hidroksiklorokuin terhadap pasien covid-19.

“Grup Eksekutif mengimplementasikan penghentian sementara Uji Solidaritas hidroksiklorokuin saat data keamanannya tengah dikaji dewan pengawas,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, melansir Anadolu Agency dikutip Asiatoday.id, Selasa (26/5/2020).

Ia mengatakan bahwa lebih dari dua bulan lalu, WHO telah meluncurkan “Uji Solidaritas” untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas empat obat dan kombinasi obat terhadap covid-19.

Pada 19 April, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah meminum hidroksiklorokuin, yang berulang kali disebutnya sebagai obat penyembuh pasien covid-19.

“Banyak hal baik telah muncul dari hidroksi. Anda akan terkejut jika tahu ada berapa banyak orang yang meminumnya, terutama di kalangan pekerja di garda terdepan,” kata Trump dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih.

“Saya juga meminumnya saat ini, hidroksiklorokuin,” sambung dia.

Lebih dari 400 rumah sakit di 35 negara secara aktif merekrut pasien untuk menguji keampunan beberapa jenis obat. WHO mengatakan hampir 3.500 pasien dari 17 negara telah mengikuti uji klinis hidroksiklorokuin.

Studi dalam jurnal Lancet menghadirkan data uji klinis 96 ribu pasien covid-19. Dalam studi itu, ditemukan fakta bahwa pasien covid-19 yang mengonsumsi klorokuin atau hidroksiklorokuin lebih berisiko mengalami gangguan ritme jantung yang dapat menyebabkan serangan jantung.

Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Selasa ini, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 5,4 juta dengan 345 ribu lebih kematian dan 2.228.915 pasien sembuh. (ATN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU