Amerika Dukung Pasukan India Gempur Pasukan China di Lembah Galwan

33,893

 

Pasukan Angkatan Darat India –ist–

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Eskalasi dan ketegangan antara pasukan militer China dan India di perbatasan Lembah Galwan, Laut China Selatan terus meningkat.

Beberapa hari lalu Angkatan Darat India dikabarkan telah mengerahkan 12000 tentara Batalion Infantri Angkatan Darat India ke Line of Control (LAC) di Ladakh Timur dekat perbatasan Lembah Galwan untuk menghadapi pasukan militer China di sekitar perairan Laut China Selatan.

Amerika Serikat (AS) dan sekutunya disebut berada di belakang India untuk menghadapi China di perbatasan Lembah Galwan. AS tentunya memiliki kepentingan besar untuk meruntuhkan kekuatan ekonomi China dengan cara melawan dominasi negeri Tirai Bambu itu di wilayah Indo-Pasifik dengan cara menggunakan tangan negara India.

Dukungan AS terhadap India juga sempat ditunjukan oleh salah satu pejabat diplomat AS, Asisten Sekertaris Negara untuk Asia Selatan, Alice G. Wells.

Melansir Sputnik sebagaimana dikutip Asiatoday.id, Alice mengatakan, pasukan militer China dengan sengaja mengganggu perbatasan India untuk mengubah status quo di perbatasan selama ini.

“China menggunakan bentrokan perbatasan dengan India untuk mengubah status quo di perbatasan,” kata Alice G. Wells.

Sejauh ini belum ada pemimpin negara yang mengeluarkan komentar resmi tentang eskalasi tersebut, yang menurut para analis menunjukkan keinginan bersama untuk tidak meningkatkan ketegangan lebih lanjut.

Dilansir dari South China Morning Post, media India melaporkan pasukan India dan China bentrok pada awal Mei di dua bagian berbeda dari Garis Kontrol Aktual yang memisahkan kedua negara.

Pertempuran di dekat danau Pangong di Ladakh India dan jalur gunung Naku La di Sikkim mengakibatkan kerusakan di kedua sisi.

Sementara tabloid milik pemerintah China, Global Times, telah mengkarakterisasi tindakan China di Line of Actual Control sebagai respons militer yang kuat terhadap insiden pelanggaran ilegal India.

Media ini juga melaporkan bahwa Beijing kemungkinan akan menempatkan helikopter pengintai tak berawak pertama yang dikembangkan secara domestik di sepanjang perbatasan.

Hal ini dibalas oleh laporan media India yang mengklaim bahwa pasukan Chinalah yang mengganggu mereka dengan mendirikan tenda dan menggali parit.

Namun, sulit untuk menilai sejauh mana apa yang telah terjadi, karena informasi terbatas dan sebagian besar laporan bergantung pada pemerintah atau sumber militer yang tidak disebutkan namanya dari kedua belah pihak. (ATN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU