Bayi PDP Covid-19 di Kendari Meninggal, Dokter: Hasil Rontgen Paru-paru Pneumonia Berat

1,744
Foto: Ilustrasi.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Bayi berusia 11 bulan  meninggal dunia di Rumah Sakit Bahteramas. Bayi tersebut sebelumnya masuk dalam Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19.

Kabar ini pun dibenarkan oleh Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal. Menurut keterangannya, bayi tersebut meninggal pada Jumat malam.

“Bayi, 10 atau 11 bulan status PDP, meninggal sekitar jam 20.30 wita semalam,” terangnya Sabtu (11/4/2020).

Ia mengatakan, bayi tersebut sudah beberapa kali dilakukan rapid test namun hasilnya negatif. Akan tetapi kondisi dari bayi tersebut terus menurun.

Related Posts

Bombana Butuh 670 ASN Baru

RSUD Bombana Kini Punya 23 Dokter Spesialis

“Pokoknya dia (bayi) itu rapid tes beberapa kali, tapi kondisinya memburuk, akhirnya di-swab. Baru kemarin di-swab malamnya meninggal. Kalau tidak salah hasil rapid testnya negatif,” jelasnya.

Untuk diketahui, bayi tersebut berasal dari Kota Kendari. Terkait  riwayat kontak dengan 15 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sultra saat ini masih ditelusuri.

“Untuk riwayat kontaknya nanti kita kaji, tapi bayi ini demam, sesak terus gangguan kesadaran. Dilihat hasil rontgennya paru-parunya mendukung orang pneumonia berat jika gejala seperti itu harus dipikirkan dengan Covid-19, apalagi berlangsung di daerah transmisi lokal,” pungkasnya. (B)

Reporter: Nana

Editor: Wulan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU

Bombana Butuh 670 ASN Baru

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM- Warga Bombana yang bercita-cita jadi Aparatur Sipil Negara (ASN), sebaiknya segera mempersiapkan diri. Tahun…