Polres Muna Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Anoa 2019

643

 

Polres Muna Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Anoa 2019

MUNA, LENTEEASULTRA.COM – Polres Muna melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Lilin Anoa 2019 di halaman Mako Polres Muna Kamis (19/12/2019). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pada perayaan Natal 2019 dan tahun baru 2020 di wilayah hukum Polres Muna.

Dalam pelaksanaannya Operasi Lilin yang serentak dilakukan seluruh Indonesia tahun 2019 melibatkan 191.807 personel pengamanan gabungan, yang terdiri atas 121.538 personel polri, 17.190 personel TNI serta 55.259 personel yang berasal dari instansi terkait antara lain Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam kebakaran, Linmas, Senkom dan instansi lainnya.

Kekuatan personel tersebut akan ditempatkan pada 1.792 titik pos pengamanan, 745 titik pos pelayanan dan 45 titik pos terpadu. Dengan menerapkan strategi dengan mengedepankan tindakan preventif dengan dukungan tindakan intelejen berupa deteksi dini dan deteksi aksi , serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

Related Posts

Wakapolres Muna, Kompol Yusuf Mars selaku Inspektur Upacara mengatakan, operasi gelar pasukan diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran. Untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan pengamanan soliditas para pemangku kepentingan yang dilibatkan. Menumbuhkan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat dalam merayakan Natal 2019 dan tahun baru 2020.

“Operasi Lilin tahun 2019 merupakan operasi kepolisian terpusat yang akan dilaksanakan selama 10 hari, mulai hari senin tanggal 23 Desember 2019 sampai 1 Januari 2020. Fokus pengamanan adalah 61.308 obyek di seluruh Indonesia baik gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, obyek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara.” Papar Wakapolres.

Dikatakannya berdasarkan prediksi intelijen terdapat 12 potensi kerawanan yang harus diantisipasi yakni aksi terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan lalu lintas, kecelakaan transportasi, sweeping ormas, aksi penolakan peribadatan, kenaikan harga sembako, konflik sosial dan tawuran, bencana alam, konvoi dan balap liar, kebakaran akibat petasan dan pesta narkoba ataupun minuman keras.

“Diharapkan seluruh Kasatwil harus dapat bersinergi dengan stakeholder terkait untuk menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan menerapkan strategi yang tepat, guna mengantisipasi potensi gangguan yang ada sesuai dengan karakteristik kerawanan masing-masing daerah,” pungkasnya.

Reporter : Fifhy
Editor: Wuu

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU