Transaksi Non Tunai BI Sultra Meningkat 84,4 Persen

581

 

Kepala BI Sultra, Suharman Tabrani. Foto: Doc. BI Sultra

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Di bidang sistem pembayaran, BI Sultra terus mendorong penggunaan transaksi non tunai dalam transaksi keuangan di masyarakat. Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Suharman Tabrani mengatakan, beberapa upaya telah ditempuh melalui program elektronifikasi dan edukasi kepada masyarakat Sulawesi Tenggara.

Hingga September 2019, total transaksi non tunai melalui SKNBI dan RTGS tercatat sebesar Rp6,0 triliun atau meningkat sebesar 84,4 persen secara year on yaer. Peningkatan nilai transaksi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Sulawesi Tenggara mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya.

Program elektronifikasi transaksi keuangan telah diterapkan dalam penyaluran program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah bekerjasama dengan Himbara untuk Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Sulawesi Tenggara.

“Ke depan, BI Sultra siap untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi lain dalam upaya mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah baik pada sisi pengelolaan belanja daerah maupun penerimaan daerah,” ujarnya.

Dalam menjalankan peran sebagai fasilitator dan regulator Sistem Pembayaran, Bank Indonesia menyelenggarakan Sistem Kliring Nasional dan BI RTGS untuk melayani settlement dana melalui perbankan.

Selain mendorong transaksi non tunai, BI Sultra juga secara konsisten melayani kebutuhan uang untuk transaksi tunai. Bank Indonesia senantiasa berupaya memenuhi kebutuhan uang masyarakat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas uang yang diedarkan.

“Saat ini kami memiliki dua lokasi kas titipan untuk mendukung pengedaran uang di wilayah Sulawesi Tenggara, masing-masing di Kolaka dan Baubau,” imbuhnya.

Tidak hanya melalui perbankan, layanan langsung kepada masyarakat juga diberikan melalui kas keliling yang menjangkau hingga wilayah terluar Sulawesi Tenggara. Hingga November 2019, jumlah uang yang kami edarkan di Sulawesi Tenggara tercatat mencapai Rp4,3 triliun, meningkat 17,9 persen dibandingkan tahun 2018.

Sejalan upaya kami untuk meningkatkan kualitas uang di masyarakat, jumlah uang yang dimusnahkan hingga November 2019 mencapai Rp1,3 triliun atau turun sebesar 26,3 persen dibandingkan tahun 2018.

Penulis: Wulan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU